Lotte Chemical Tanam Duit Rp62 Triliun, Simbol Kuat Kemitraan Ekonomi Indonesia–Korea
Jum'at, 31 Oktober 2025 - 14:35 WIB
loading...
Menko Airlangga menyampaikan apresiasi atas realisasi investasi besar Lotte Chemical di Indonesia yang mencapai sekitar USD3,9 miliar atau setara Rp62 triliun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Chief Executive Officer (CEO) Lotte Chemical Corporation Young Jun Lee membahas perkembangan terkini investasi Lotte Chemical Indonesia, khususnya terkait pembangunan fasilitas New Ethylene Project (LINE Project) di Cilegon, Banten, serta memperkuat kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Lotte Group di sektor industri kimia hilir. Hal itu menjelangpenyelenggaraan KTT APEC (APEC Summit) 2025 di Gyeoungjo, Korea Selatan, Kamis (30/10).
Menko Airlangga menyampaikan apresiasi atas realisasi investasi besar Lotte Chemical di Indonesia yang mencapai sekitar USD3,9 miliar atau setara Rp62 triliun untuk membangun kompleks petrokimia hilir berteknologi tinggi. Proyek ini telah memasuki tahap akhir konstruksi dan dijadwalkan beroperasi secara komersial pada pertengahan kuartal IV-2025, dengan upacara pembukaan (Opening Ceremony) yang direncanakan berlangsung 6 November 2025.
“Kami mengapresiasi komitmen Lotte Chemical yang berhasil merealisasikan proyek strategis ini tepat waktu sesuai rencana dan dengan standar keselamatan yang tinggi. Pabrik ini menjadi simbol kuatnya kemitraan ekonomi Indonesia–Korea, sekaligus tonggak penting dalam memperkuat kemandirian Industri Petrokimia Nasional,” ujar Menko Airlangga.
Airlangga menegaskan, kehadiran pabrik tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku industri dalam negeri, serta mendukung program substitusi impor. Baca Juga: Lotte Chemical Persiapkan Operasional Pabrik Petrokimia Cilegon
Dengan beroperasinya proyek ini, ketergantungan terhadap produk impor akan berkurang secara signifikan, sehingga biaya produksi industri dapat turun dan harga produk turunan menjadi lebih stabil bagi konsumen.
Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, hasil produksi pabrik juga akan diarahkan untuk ekspor ke pasar internasional, menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok petrokimia global di kawasan Asia Pasifik.
Langkah ini diharapkan memperkuat neraca perdagangan nasional serta meningkatkan daya saing produk petrokimia Indonesia di pasar dunia.
Menko Airlangga menambahkan, investasi strategis seperti ini merupakan stimulus bagi transformasi ekonomi nasional, sejalan dengan agenda hilirisasi, pengembangan ekonomi hijau, dan peningkatan nilai tambah sumber daya domestik.
Pemerintah, kata dia, akan terus memperkuat ekosistem industri melalui dukungan kebijakan fiskal, penyediaan infrastruktur logistik, serta kolaborasi riset dan pengembangan SDM lokal.
“Proyek Lotte Chemical menjadi contoh nyata bahwa Indonesia kini bukan hanya pasar, tetapi mitra strategis dalam rantai pasok global. Ke depan, kita ingin lebih banyak investasi dengan karakteristik yang serupa, berteknologi tinggi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong kemandirian industri nasional,” pungkas Menko Airlangga.
Dalam kesempatan itu, Menko Airlangga juga menyoroti peran penting Sovereign Wealth Fund Indonesia (Danantara) sebagai lembaga pembiayaan strategis untuk mendukung investasi jangka panjang di sektor prioritas nasional, termasuk industri petrokimia, energi, dan infrastruktur berteknologi tinggi.
Baca Juga: Menteri Rosan: Beroperasi 2025, PT Lotte Chemical Indonesia Percepat Hilirisasi
“Danantara memiliki peran sangat penting sebagai fasilitator investasi strategis Pemerintah, untuk memastikan proyek besar dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang luas,” jelas Menko Airlangga.
Melalui peran tersebut, Danantara diharapkan mampu memperkuat struktur pembiayaan investasi nasional dan menjadikan Indonesia mitra aktif, bukan sekadar penerima investasi, dalam pengembangan industri global.
Menko Airlangga menyampaikan apresiasi atas realisasi investasi besar Lotte Chemical di Indonesia yang mencapai sekitar USD3,9 miliar atau setara Rp62 triliun untuk membangun kompleks petrokimia hilir berteknologi tinggi. Proyek ini telah memasuki tahap akhir konstruksi dan dijadwalkan beroperasi secara komersial pada pertengahan kuartal IV-2025, dengan upacara pembukaan (Opening Ceremony) yang direncanakan berlangsung 6 November 2025.
“Kami mengapresiasi komitmen Lotte Chemical yang berhasil merealisasikan proyek strategis ini tepat waktu sesuai rencana dan dengan standar keselamatan yang tinggi. Pabrik ini menjadi simbol kuatnya kemitraan ekonomi Indonesia–Korea, sekaligus tonggak penting dalam memperkuat kemandirian Industri Petrokimia Nasional,” ujar Menko Airlangga.
Airlangga menegaskan, kehadiran pabrik tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku industri dalam negeri, serta mendukung program substitusi impor. Baca Juga: Lotte Chemical Persiapkan Operasional Pabrik Petrokimia Cilegon
Dengan beroperasinya proyek ini, ketergantungan terhadap produk impor akan berkurang secara signifikan, sehingga biaya produksi industri dapat turun dan harga produk turunan menjadi lebih stabil bagi konsumen.
Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, hasil produksi pabrik juga akan diarahkan untuk ekspor ke pasar internasional, menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok petrokimia global di kawasan Asia Pasifik.
Langkah ini diharapkan memperkuat neraca perdagangan nasional serta meningkatkan daya saing produk petrokimia Indonesia di pasar dunia.
Menko Airlangga menambahkan, investasi strategis seperti ini merupakan stimulus bagi transformasi ekonomi nasional, sejalan dengan agenda hilirisasi, pengembangan ekonomi hijau, dan peningkatan nilai tambah sumber daya domestik.
Pemerintah, kata dia, akan terus memperkuat ekosistem industri melalui dukungan kebijakan fiskal, penyediaan infrastruktur logistik, serta kolaborasi riset dan pengembangan SDM lokal.
“Proyek Lotte Chemical menjadi contoh nyata bahwa Indonesia kini bukan hanya pasar, tetapi mitra strategis dalam rantai pasok global. Ke depan, kita ingin lebih banyak investasi dengan karakteristik yang serupa, berteknologi tinggi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong kemandirian industri nasional,” pungkas Menko Airlangga.
Dalam kesempatan itu, Menko Airlangga juga menyoroti peran penting Sovereign Wealth Fund Indonesia (Danantara) sebagai lembaga pembiayaan strategis untuk mendukung investasi jangka panjang di sektor prioritas nasional, termasuk industri petrokimia, energi, dan infrastruktur berteknologi tinggi.
Baca Juga: Menteri Rosan: Beroperasi 2025, PT Lotte Chemical Indonesia Percepat Hilirisasi
“Danantara memiliki peran sangat penting sebagai fasilitator investasi strategis Pemerintah, untuk memastikan proyek besar dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang luas,” jelas Menko Airlangga.
Melalui peran tersebut, Danantara diharapkan mampu memperkuat struktur pembiayaan investasi nasional dan menjadikan Indonesia mitra aktif, bukan sekadar penerima investasi, dalam pengembangan industri global.
(akr)
Lihat Juga :