Data Ekonomi Domestik Bakal Jadi Katalis Pasar, IHSG Bergerak Menuju 8.280
Minggu, 02 November 2025 - 13:30 WIB
loading...
Sejumlah rilis data ekonomi domestik bakal menjadi katalis pasar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak dalam rentang 8.000 hingga 8.280. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Analis memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bergerak dalam rentang 8.000 hingga 8.280 pada pekan depan. Sejumlah rilis data ekonomi domestik bakal menjadi katalis pasar. Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai IHSG masih berada di area yang relatif stabil.
Indikator stochastic RSI melanjutkan reversal ke atas di area pivot, sedangkan indikator MACD masih berlanjut membentuk histogram negatif. "Pada pekan depan diperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 8.000-8.280," jelasnya dalam riset, Minggu (2/11).
Dengan demikian, level resistance IHSG diperkirakan berada di 8.280, pivot di 8.200, dan support di 8.000. Namun analis menilai potensi pergerakan indeks masih ditopang oleh sentimen domestik, setelah rebalancing indeks LQ45-IDX30 beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Purbaya Ramal IHSG Bisa Tembus Rp9.000 Akhir Tahun Ini
Pekan depan, sejumlah data ekonomi domestik bakal dirilis, meliputi data manufaktur PMI , neraca perdagangan, inflasi, pertumbuhan ekonomi 3Q25 dan cadangan devisa. "Faktor penutupan perdagangan di akhir bulan dan rebalancing indeks LQ45 juga mempengaruhi pergerakan IHSG," tulis riset tersebut.
Dari pasar global, sentimen eksternal turut memberikan pengaruh, terutama setelah pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping.Sebelumnya dalam pidato di KTT APEC di Busan, Xi Jinping menyerukan negara-negara Asia untuk menjaga stabilitas rantai pasokan dan bekerja bersama-sama di masa yang bergejolak.
Baca Juga: Bak Petir di Siang Bolong, IHSG Mendadak Ambruk sampai Akhir Sesi
Adapun saham-saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan pada pekan depan antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,25% ke level 8163,88 pada perdagangan Jumat (31/10). Sepanjang pekan ini, IHSG tercatat turun 1,30%.
Indikator stochastic RSI melanjutkan reversal ke atas di area pivot, sedangkan indikator MACD masih berlanjut membentuk histogram negatif. "Pada pekan depan diperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 8.000-8.280," jelasnya dalam riset, Minggu (2/11).
Dengan demikian, level resistance IHSG diperkirakan berada di 8.280, pivot di 8.200, dan support di 8.000. Namun analis menilai potensi pergerakan indeks masih ditopang oleh sentimen domestik, setelah rebalancing indeks LQ45-IDX30 beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Purbaya Ramal IHSG Bisa Tembus Rp9.000 Akhir Tahun Ini
Pekan depan, sejumlah data ekonomi domestik bakal dirilis, meliputi data manufaktur PMI , neraca perdagangan, inflasi, pertumbuhan ekonomi 3Q25 dan cadangan devisa. "Faktor penutupan perdagangan di akhir bulan dan rebalancing indeks LQ45 juga mempengaruhi pergerakan IHSG," tulis riset tersebut.
Dari pasar global, sentimen eksternal turut memberikan pengaruh, terutama setelah pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping.Sebelumnya dalam pidato di KTT APEC di Busan, Xi Jinping menyerukan negara-negara Asia untuk menjaga stabilitas rantai pasokan dan bekerja bersama-sama di masa yang bergejolak.
Baca Juga: Bak Petir di Siang Bolong, IHSG Mendadak Ambruk sampai Akhir Sesi
Adapun saham-saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan pada pekan depan antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,25% ke level 8163,88 pada perdagangan Jumat (31/10). Sepanjang pekan ini, IHSG tercatat turun 1,30%.
(akr)
Lihat Juga :