Pupuk Kaltim Kembangkan Sistem Digital Perkuat Budaya Keselamatan
Minggu, 02 November 2025 - 20:47 WIB
loading...
Pupuk Kaltim meraih predikat tertinggi Platinum Indonesia Responsible Care Award (IRCA) 2025 pada ajang 18th Asia Pacific Responsible Care Conference (APRCC) di Bali. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat penerapan prinsip Responsible Care dengan memanfaatkan teknologi digital di setiap lini operasi. Langkah ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan, efisiensi, serta keberlanjutan industri kimia nasional.
Penerapan tujuh pilar utama Responsible Care menjadi dasar dalam seluruh aktivitas perusahaan, mencakup Process Safety, Employee Health and Safety, Distribution Safety, Chemical Security, Pollution Prevention, Community Awareness & Emergency Preparedness (CAER), serta Product Stewardship. Seluruhnya menegaskan tanggung jawab Pupuk Kaltim terhadap keselamatan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan di sepanjang siklus hidup bahan kimia.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa seluruh sistem di Pupuk Kaltim dibangun berdasarkan kesadaran tinggi terhadap pentingnya keselamatan, keamanan, dan keberlanjutan,” ujar Direktur Operasi Pupuk Kaltim, F. Purwanto dalam pernyataannya, Minggu (2/11).
Baca Juga: Pupuk Kaltim Dorong Desa Mandiri lewat Program Kompos Terpadu
Ia menegaskan filosofi dasar Responsible Care perusahaan berakar pada keyakinan bahwa keberhasilan operasional hanya dapat dicapai jika seluruh aspek keselamatan dan lingkungan dikelola secara terstruktur dan berbasis risiko.
Dalam memastikan penerapan efektif tujuh kode praktik manajemen tersebut, Pupuk Kaltim menunjuk Vice President K3, David Ronaldo Manik, sebagai koordinator penanggung jawab Responsible Care sekaligus anggota dewan peningkatan kapasitas dan kinerja perusahaan.
Sejalan dengan itu, Pupuk Kaltim terus berinovasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Sistem predictive maintenance dikembangkan untuk mendeteksi potensi kerusakan peralatan sebelum terjadi kegagalan. Melalui integrasi sensor dan analitik data, sistem ini mampu memberikan peringatan dini atas kondisi tidak normal sehingga tindakan pencegahan dapat segera dilakukan tanpa mengganggu jalannya operasi.
Selain di bidang operasional, perusahaan juga menerapkan digital monitoring pada sistem distribusi guna memantau armada pengangkut secara realtime. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi distribusi, tetapi juga menjamin standar keselamatan terpenuhi di setiap tahap rantai pasok.
"Pupuk Kaltim bekerja dalam satu sistem yang terintegrasi untuk memastikan operasi yang aman dan efisien. Pemanfaatan teknologi memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data yang cepat dan akurat," tambah Purwanto.
Baca Juga: Strategi Pupuk Kaltim Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui tata kelola kolaboratif dengan regulator, mitra logistik, serta otoritas lokal. Pendekatan ini memastikan seluruh kegiatan operasional sejalan dengan standar nasional maupun internasional, sekaligus meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik terhadap industri kimia nasional.
Sebagai hasil dari konsistensi tersebut, Pupuk Kaltim meraih predikat tertinggi Platinum Indonesia Responsible Care Award (IRCA) 2025 pada ajang 18th Asia Pacific Responsible Care Conference (APRCC) di Bali. Penghargaan ini menegaskan posisi Pupuk Kaltim sebagai satu-satunya perusahaan di Indonesia yang berhasil mencapai peringkat tertinggi berkat inovasi, keselamatan, dan efisiensi berbasis teknologi digital.
Penerapan tujuh pilar utama Responsible Care menjadi dasar dalam seluruh aktivitas perusahaan, mencakup Process Safety, Employee Health and Safety, Distribution Safety, Chemical Security, Pollution Prevention, Community Awareness & Emergency Preparedness (CAER), serta Product Stewardship. Seluruhnya menegaskan tanggung jawab Pupuk Kaltim terhadap keselamatan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan di sepanjang siklus hidup bahan kimia.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa seluruh sistem di Pupuk Kaltim dibangun berdasarkan kesadaran tinggi terhadap pentingnya keselamatan, keamanan, dan keberlanjutan,” ujar Direktur Operasi Pupuk Kaltim, F. Purwanto dalam pernyataannya, Minggu (2/11).
Baca Juga: Pupuk Kaltim Dorong Desa Mandiri lewat Program Kompos Terpadu
Ia menegaskan filosofi dasar Responsible Care perusahaan berakar pada keyakinan bahwa keberhasilan operasional hanya dapat dicapai jika seluruh aspek keselamatan dan lingkungan dikelola secara terstruktur dan berbasis risiko.
Dalam memastikan penerapan efektif tujuh kode praktik manajemen tersebut, Pupuk Kaltim menunjuk Vice President K3, David Ronaldo Manik, sebagai koordinator penanggung jawab Responsible Care sekaligus anggota dewan peningkatan kapasitas dan kinerja perusahaan.
Sejalan dengan itu, Pupuk Kaltim terus berinovasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Sistem predictive maintenance dikembangkan untuk mendeteksi potensi kerusakan peralatan sebelum terjadi kegagalan. Melalui integrasi sensor dan analitik data, sistem ini mampu memberikan peringatan dini atas kondisi tidak normal sehingga tindakan pencegahan dapat segera dilakukan tanpa mengganggu jalannya operasi.
Selain di bidang operasional, perusahaan juga menerapkan digital monitoring pada sistem distribusi guna memantau armada pengangkut secara realtime. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi distribusi, tetapi juga menjamin standar keselamatan terpenuhi di setiap tahap rantai pasok.
"Pupuk Kaltim bekerja dalam satu sistem yang terintegrasi untuk memastikan operasi yang aman dan efisien. Pemanfaatan teknologi memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data yang cepat dan akurat," tambah Purwanto.
Baca Juga: Strategi Pupuk Kaltim Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui tata kelola kolaboratif dengan regulator, mitra logistik, serta otoritas lokal. Pendekatan ini memastikan seluruh kegiatan operasional sejalan dengan standar nasional maupun internasional, sekaligus meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik terhadap industri kimia nasional.
Sebagai hasil dari konsistensi tersebut, Pupuk Kaltim meraih predikat tertinggi Platinum Indonesia Responsible Care Award (IRCA) 2025 pada ajang 18th Asia Pacific Responsible Care Conference (APRCC) di Bali. Penghargaan ini menegaskan posisi Pupuk Kaltim sebagai satu-satunya perusahaan di Indonesia yang berhasil mencapai peringkat tertinggi berkat inovasi, keselamatan, dan efisiensi berbasis teknologi digital.
(nng)
Lihat Juga :