Rupiah Keok saat IHSG Perkasa, Mata Uang Garuda Hari Ini Sentuh Rp16.676 per USD

Senin, 03 November 2025 - 18:03 WIB
loading...
Rupiah Keok saat IHSG...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (3/11/2025), dengan penurunan mencapai 45 poin atau sekitar 0,27% ke level Rp16.676. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (3/11/2025), dengan penurunan mencapai 45 poin atau sekitar 0,27% ke level Rp16.676 per dolar AS (USD). Pelemahan kurs rupiah juga terlihat pada data JISDOR Bank Indonesia (BI), dimana hari ini juga jatuh ke Rp16.664 per USD dari sebelumnya di Rp16.625.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen pelemahan rupiah adalah meskipun Federal Reserve telah memutuskan untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pekan lalu, namun komentar Ketua Fed Jerome Powell bahwa pemangkasan suku bunga lebih lanjut "bukanlah sesuatu yang pasti" meredam optimisme investor.

"Nada kehati-hatiannya, yang juga disuarakan oleh pejabat Fed lainnya, telah mendorong pasar untuk mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga lagi pada bulan Desember, yang membuat indeks dolar AS bertahan di dekat level tertinggi tiga bulan pada hari Senin," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Baca Juga: Rupiah Sulit Perkasa, Hari Ini Sentuh Rp16.608 per Dolar AS

Penutupan pemerintah AS kini telah memasuki minggu kelima, tanpa ada terobosan setelah Senat ditunda pada hari Kamis. Para senator dijadwalkan untuk kembali bersidang pada hari Senin, tetapi perundingan tetap mandek meskipun Presiden Donald Trump mendesak Partai Republik untuk mengakhiri filibuster guna mendorong RUU pendanaan.

Penutupan pemerintah ini telah menunda rilis data ekonomi utama AS dan meningkatkan kekhawatiran atas dampaknya terhadap perekonomian secara lebih luas. (Yang membuat dolar terus menguat dan rupiah siap tembus 16.800-16.900)

Kekhawatiran atas gangguan pasokan muncul setelah Ukraina pada hari Minggu menyerang salah satu pelabuhan minyak utama Rusia di Laut Hitam. Serangan itu merupakan bagian dari strategi Kiev untuk menghambat upaya perang Rusia dengan menyerang infrastruktur energinya.

Serangan itu terjadi tepat setelah Rusia menyerang wilayah Zaporizhzhia di Ukraina, yang mengganggu pasokan listrik untuk sebagian besar wilayah negara itu.

Selain itu, pertemuan yang diawasi ketat antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Busan pekan lalu berakhir dengan kedua pemimpin berjanji untuk mengurangi hambatan perdagangan. Diskusi tersebut dilaporkan mencakup kerangka kerja untuk pengurangan tarif AS dan komitmen Tiongkok untuk meningkatkan impor barang-barang Amerika.

Dari sentimen domestik, ekspansi manufaktur Indonesia berlanjut dalam 3 bulan terakhir. Pada Oktober 2025, Purchasing Managers Index atau PMI manufaktur Indonesia mencapai level 51,2 atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya 50,4.

Laporan terbaru S&P Global melaporkan angka PMI menunjukkan kondisi manufaktur yang stabilnya dari segi produksi, peningkatan aktivitas pembelian, serta penyerapan tenaga kerja.

Lonjakan permintaan juga terjadi dan bersumber dari permintaan domestik, sedangkan permintaan ekspor justru menurun dua bulan beruntun akibat lemahnya pasar global. Dari sisi harga, produsen manufaktur di Indonesia melaporkan percepatan lebih lanjut pada laju inflasi harga input. Alhasil, biaya rata-rata meningkat pada laju tercepat dalam delapan bulan terakhir, seiring dengan kenaikan harga bahan baku.

Meskipun demikian, volume produksi sedikit tertinggal dan berada di level netral, karena sebagian produsen melaporkan telah menghabiskan persediaan barang jadi yang ada sebelumnya. Namun, tak dipungkiri bahwa tekanan harga masih tetap tinggi, dengan produsen mencatat kenaikan beban biaya rata-rata paling tajam dalam delapan bulan terakhir, seiring laporan kenaikan harga bahan baku.

Selain itu, perusahaan juga cenderung berhati-hati untuk membebankan kenaikan biaya kepada pelanggan, sehingga harga jual hanya meningkat tipis sebagai upaya mempertahankan daya saing harga.

Di samping itu, beberapa produsen disebut meningkatkan kapasitas guna mengimbangi permintaan baru, sementara sebagian lainnya memanfaatkan stok yang ada untuk memenuhi pesanan, menyebabkan persediaan barang jadi sedikit menurun.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.670 - Rp16.730 per dolar AS.

Rupiah Keok Lawan Dolar AS saat IHSG Perkasa

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di perdagangan hari ini ditutup ke zona hijau usai seharian menguat. Pada sesi terakhir bursa, IHSG mencetak kenaikan 111,20 poin atau 1,36% ke level 8.275,08. Pada penutupan IHSG, Senin (3/11/2025), terdapat 365 saham menguat, 313 saham melemah dan 277 saham stagnan.

Baca Juga: Rupiah Hari Ini Berakhir Ambles ke Rp16.629 per Dolar AS, Intip Biang Keroknya

Transaksi perdagangan mencapai Rp15,7 triliun dari 22,7 miliar saham yang diperdagangkan. Indeks LQ45 naik 1,50% ke 843,98, indeks JII naik 2,25% ke 574,42, indeks IDX30 naik 1,49% ke 443,47 dan indeks MNC36 naik 1,90% ke 346,73.

Kemudian indeks sektoral mayoritas berada di zona hijau yaitu energi, konsumer siklikal, keuangan, infrastruktur, bahan baku, transportasi, industri, kesehatan. Sedangkan yang melemah hanya sektor konsumer non siklikal, properti, teknologi.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Rekomendasi
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Habitat Asli Harimau...
Habitat Asli Harimau Jawa yang Masih Terjaga hingga Saat Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved