Digebuk Sanksi Baru AS, Kilang-kilang China Mulai Jauhi Minyak Rusia

Selasa, 04 November 2025 - 07:35 WIB
loading...
Digebuk Sanksi Baru...
Sejumlah kilang minyak di China mulai menghentikan impor minyak mentah asal Rusia menyusul sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat. FOTO/China Daily
A A A
BEIJING - Sejumlah kilang minyak di China mulai menghentikan impor minyak mentah asal Rusia menyusul sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat dan sekutunya terhadap sejumlah produsen energi utama Rusia serta para pembelinya.

Langkah tersebut diambil oleh raksasa migas milik negara seperti Sinopec dan PetroChina Co., yang memilih bersikap lebih hati-hati setelah Washington memasukkan Rosneft PJSC dan Lukoil PJSC ke dalam daftar hitam pada Oktober lalu. Menurut para pelaku perdagangan, kedua perusahaan itu membatalkan sejumlah kargo minyak Rusia yang semula dijadwalkan tiba bulan ini.

Kilang swasta berskala kecil yang dikenal sebagai "teapots" juga mulai menahan diri. Mereka khawatir menghadapi hukuman serupa dengan Shandong Yulong Petrochemical Co., kilang independen yang baru-baru ini dijatuhi sanksi oleh Inggris dan Uni Eropa karena tetap membeli minyak asal Rusia.

Baca Juga: Pukul Mesin Perang Putin, AS Sanksi Dua Raksasa Minyak Rusia

Salah satu jenis minyak yang paling terdampak adalah ESPO, yang selama ini menjadi favorit di pasar Asia karena kualitasnya tinggi dan biaya pengiriman relatif rendah. Akibat boikot ini, harga minyak ESPO anjlok tajam. Konsultan Rystad Energy AS memperkirakan sekitar 400.000 barel per hari atau 45% dari total impor minyak Rusia ke China terdampak langsung oleh keputusan penghentian pembelian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Rekomendasi
Digelar Hari Ini, Ruben...
Digelar Hari Ini, Ruben Onsu Siap Hadapi Sarwendah di Sidang Perdana Gugatan Hak Asuh Anak
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Berita Terkini
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
PT KCN Perkuat Peran...
PT KCN Perkuat Peran Pelabuhan Penyangga Saat Aktivitas Logistik di Tanjung Priok Meningkat
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved