Data BPS: Angka Pengangguran Turun Jadi 7,46 Juta Orang, Pekerja Paruh Waktu Naik

Selasa, 18 November 2025 - 17:00 WIB
loading...
Data BPS: Angka Pengangguran...
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ketenagakerjaan per Agustus 2025 yang menunjukkan sedikit penurunan pada jumlah pengangguran, meskipun totalnya masih mencapai jutaan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ketenagakerjaan per Agustus 2025 yang menunjukkan sedikit penurunan pada jumlah pengangguran , meskipun totalnya masih mencapai jutaan. Jumlah angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja (pengangguran) tercatat sebesar 7,46 juta orang, atau menurun tipis sekitar 4.000 orang dibandingkan dengan bulan Agustus 2024.

"Angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja menjadi pengangguran yaitu sebesar 7,46 juta orang atau menurun sekitar 4,000 orang dibandingkan dengan bulan Agustus 2024," ungkap Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, Rabu (5/11/2025).

Per Agustus 2025, total penduduk usia kerja mencapai 218,17 juta orang, bertambah 2,80 juta orang dari tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, angkatan kerja mencapai 154 juta orang, dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 70,59%-sedikit lebih rendah dari 70,63% pada Agustus 2024.

Baca Juga: Setahun Pemerintahan, Prabowo: Pengangguran Terbuka 4,67%, Terendah Sejak Krisis 1998

Dari angkatan kerja, sebanyak 146,54 juta orang tercatat bekerja, meningkat 1,90 juta orang. Hal ini sejalan dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang turun menjadi 4,85%, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Data BPS menunjukkan pergeseran pola kerja di mana proporsi pekerja penuh (lebih dari 35 jam per minggu) mengalami penurunan. Persentase pekerja penuh per Agustus 2025 adalah 67,32% (98,65 juta orang), turun 0,75% poin.

Sebaliknya, pekerja paruh waktu (antara 1 sampai 30 jam seminggu) meningkat, dengan pekerja paruh waktu formal bertambah signifikan 1,66 juta orang menjadi 36,29 juta orang. Sementara itu tingkat setengah pengangguran (jam kerja di bawah 35 jam seminggu dan masih mencari pekerjaan) mengalami penurunan menjadi 7,91 persen.

Peningkatan kualitas kerja terlihat dari naiknya proporsi pekerja formal menjadi sekitar 42,20 persen dari total penduduk bekerja. Peningkatan ini didorong oleh status buruh, karyawan, atau pegawai yang mengalami penambahan terbanyak, yaitu 0,65 juta orang.

Sejalan dengan itu, jumlah penduduk bekerja dengan status pekerja keluarga mengalami penurunan terbesar, yakni sekitar 0,30 juta orang. Hampir seluruh lapangan usaha mencatat peningkatan jumlah tenaga kerja, kecuali kegiatan jasa lainnya, pertambangan dan penggalian, serta aktivitas keuangan, asuransi, dan real estate.

Tiga lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan. Sedangkan 3 lapangan usaha dengan peningkatan tenaga kerja terbanyak dalam setahun terakhir adalah Pertanian (+0,49 juta orang), Akomodasi dan Makan/Minum (+0,42 juta orang), serta Industri Pengolahan (+0,30 juta orang).

Dalam hal pendidikan, BPS mencatat pekerja berpendidikan rendah masih mendominasi penduduk bekerja di Indonesia, dengan 34,75%berpendidikan SD ke bawah. Namun, persentase pekerja pendidikan SD ke bawah ini menurun dibandingkan tahun lalu, sementara persentase pekerja berpendidikan tinggi (diploma ke atas) meningkat menjadi 13,06%.

Baca Juga: Pengangguran di Jakarta 6,18 Persen, Pramono: Turun Dibandingkan Tahun Lalu

Secara ringkas, BPS mencatat bahwa dari 218,17 juta penduduk usia kerja pada Agustus 2025, sebanyak 7,46 juta orang (4,85% dari angkatan kerja) merupakan pengangguran, dengan proporsi pekerja penuh dan tingkat setengah pengangguran mengalami penurunan.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Ekspor April 2026 Melesat...
Ekspor April 2026 Melesat 21,98% Tembus Rp449.6 Triliun, Ini Penopangnya
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
Jalani Pendataan Perdana...
Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Bupati Bogor Imbau Masyarakat Berikan Data Akurat
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ketum IDI Prediksi 5-10...
Ketum IDI Prediksi 5-10 Tahun Mendatang Terjadi Pengangguran Intelektual Dokter
Rekomendasi
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Wakili Kaum Muda, Joshua...
Wakili Kaum Muda, Joshua SEVENTEEN Akan Berpidato di Markas UNESCO Paris
Kisah Seru Benci Jadi...
Kisah Seru Benci Jadi Cinta di Microdrama The Scholarship Boy Stole My Heart V+Short
Berita Terkini
NHM Raih PROPER Biru...
NHM Raih PROPER Biru KLHK, Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan yang Taat dan Berkelanjutan
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
JRP Insurance Hadir...
JRP Insurance Hadir di Jakarta Fair 2026, Jamin Perlindungan Asuransi bagi Pengunjung
Ketika Sampah Menjadi...
Ketika Sampah Menjadi Sumber Daya, Strategi Sirkular Lippo Karawaci
IFG Life Bayarkan Klaim...
IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved