Jelang Pengumuman Kenaikan Upah Minimum 2026, Pengusaha Minta Pemerintah Objektif

Rabu, 05 November 2025 - 20:31 WIB
loading...
Jelang Pengumuman Kenaikan...
Jelang pengumuman resmi kenaikan upah minimum pada 21 November 2025, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) minta pemerintah melihat secara objektif kondisi perekonomian nasional. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah akan mengumumkan secara resmi kenaikan upah minimum pada 21 November mendatang yang berlaku untuk tahun 2026. Asosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo ) minta pemerintah melihat secara objektif kondisi perekonomian nasional dalam memformulasikan besaran kenaikan upah .

Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, menegaskan prinsip utama dari formula pengupahan adalah mempertimbangkan faktor pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan kondisi kebutuhan hidup layak (KHL) di setiap wilayah. Dengan begitu, kebijakan kenaikan UMP bisa lebih objektif dan sesuai kemampuan daerah masing-masing.

"Kita mengharapkan pemerintah mengerti situasi yang ada. Karena ini (kenaikan upah) kan sangat berpengaruh ke banyak industri. Harapan kami bisa menjadi satu formula yang fair, baik untuk pemberi kerja maupun pekerja," ujarnya saat ditemui usai acara Economic Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Baca Juga: Buruh Sebut Angka Ideal Kenaikan UMR 8,5 Persen di 2026, Ini Alasannya

Shinta menyoroti kenaikan UMP 2025 sebesar 6,5% yang diumumkan tanpa menggunakan formula resmi. Menurutnya, hal itu cukup mengejutkan banyak pelaku usaha karena tidak mempertimbangkan kondisi ekonomi di masing-masing daerah.

"Kalau 6,5 persen kemarin itu kan tanpa formula, hanya menyebutkan angka. Dampaknya agak surprising untuk banyak pihak. Padahal formula itu dibuat karena tidak bisa semua daerah disamaratakan. Ada daerah yang pertumbuhan ekonominya bagus, investasinya tinggi, jadi bisa menaikkan lebih besar. Tapi ada juga yang tidak," kata Shinta.

"Tidak bisa disamaratakan karena upah minimum dasarnya berbeda di setiap daerah. Tidak ada upah minimum nasional yang sama untuk semua," tambahnya.

Shinta juga menyebutkan, Apindo terus berdialog dengan pemerintah dan perwakilan pekerja untuk mencari titik temu dalam penyusunan formula pengupahan yang baru. Ia berharap hasilnya bisa mencerminkan keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlanjutan usaha.

Baca Juga: Formula Upah Minimum 2026 Digodok Menaker, Diumumkan November

Menanggapi usulan serikat pekerja yang menuntut kenaikan UMP hingga 8,5 - 10% pada 2026, Shinta menilai angka tersebut terlalu tinggi dan belum sesuai dengan kondisi perekonomian dan industri saat ini.

"Yang penting adalah keadilan. Kita ingin ada kenaikan yang fair untuk semua pihak, tapi tidak bisa disamaratakan. Karena itu kami minta pemerintah menggunakan formula yang objektif dan berbasis data," tutupnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
Rupiah Berantakan Sentuh...
Rupiah Berantakan Sentuh Rp17.500, Pengusaha Cemaskan Kelangsungan Bisnis
Pengusaha Diminta Tak...
Pengusaha Diminta Tak Usah Was-was Soal Pemeriksaan WP Tax Amnesty Jilid II
Jaga Kesehatan Keuangan,...
Jaga Kesehatan Keuangan, Kadin Minta Perbankan Beri Keringanan Bunga Utang ke Pengusaha
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Rekomendasi
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Berita Terkini
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved