Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Guncangan Global
Minggu, 09 November 2025 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan tumbuh 5,54%, menjadi sektor penopang utama pertumbuhan ekonomi. Sub-sektor makanan dan minuman, logam dasar, serta kimia dan farmasi menunjukkan kinerja yang solid. Menurut Edy, kenaikan permintaan baik dari dalam negeri maupun ekspor menjadi faktor pendorong utama sektor manufaktur.
Sektor perdagangan besar dan eceran juga tumbuh 5,49%, seiring meningkatnya peredaran produk pertanian dan industri olahan di pasar domestik. Sementara sektor informasi dan komunikasi mencatat pertumbuhan tertinggi, mencapai 9,65%, didorong lonjakan aktivitas digital dan perdagangan daring.
Pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 4,93%, ditopang oleh peningkatan permintaan domestik serta dukungan kebijakan pangan nasional. Secara spasial, ekonomi tumbuh positif di seluruh wilayah Indonesia. Pulau Jawa mencatat pertumbuhan 5,17%, Sulawesi 5,84%, sedangkan Maluku dan Papua tumbuh 2,68%, meski sedikit melambat dibandingkan tahun sebelumnya.
Surplus Neraca Perdagangan
BPS juga mencatat neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus USD33,48 miliar sepanjang Januari–September 2025, meningkat USD11,30 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Surplus ini memperpanjang rekor positif selama 65 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan surplus tersebut terutama disumbang oleh komoditas nonmigas sebesar USD47,20 miliar, sementara sektor migas masih defisit USD13,71 miliar. “Peningkatan nilai ekspor mencerminkan daya saing industri nasional yang terus membaik, khususnya di sektor pengolahan,” ujarnya.
Lihat Juga :