Ramalan Miliarder Ray Dalio: Emas dan Bitcoin Bakal Melesat Sebelum Krisis Baru Meledak

Senin, 10 November 2025 - 14:55 WIB
loading...
A A A
Jika ke Pasar Riil: Likuiditas dapat meningkatkan harga barang, jasa, dan tenaga kerja, yang berpotensi memicu kembali kenaikan inflasi di masa depan.

Dalio menyimpulkan bahwa meskipun dalam jangka pendek pasar dapat mengalami 'kenaikan likuiditas' (liquidity melt-up) -serupa dengan periode sebelum gelembung dot-com tahun 1999- risiko jangka menengah dan panjang menjadi lebih berbahaya dan lebih inflasioner.

"Ini terlihat seperti taruhan besar dan berbahaya pada pertumbuhan, terutama pertumbuhan AI, yang didanai melalui kelonggaran yang sangat liberal dalam kebijakan fiskal, moneter, dan regulasi," tutup Dalio.

Baca Juga: Miliarder Ray Dalio Sebut Sudah Terlambat untuk Selamat dari Efek Merusak Tarif Trump

Peringatan Ray Dalio menyoroti pergeseran menuju pelonggaran moneter agresif di tengah pertumbuhan rendah dan utang tinggi, kondisi yang secara historis mengikis nilai mata uang dan meningkatkan permintaan untuk aset langka.

Siklus tahap akhir sebelumnya, seperti lonjakan inflasi tahun 1970-an, membuat investor berbondong-bondong ke aset keras. Stimulus Fed dan monetisasi obligasi berisiko lebih lanjut memperlemah dolar, menjadikan Bitcoin lebih menarik.

Dalam jangka pendek, pasar kripto mungkin melihat aliran masuk meningkat saat trader melakukan lindung nilai terhadap risiko inflasi, sementara adopsi jangka panjang bisa menguat seiring berkurangnya kepercayaan pada fiat (uang). Namun, volatilitas dapat meningkat sekitar pengumuman kebijakan, sehingga mengimbau kehati-hatian.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
Rupiah Melemah Makin...
Rupiah Melemah Makin Dalam Diterpa Serangan AS ke Iran, Hari Ini Rp17.966/USD
Kurs Rupiah Ambruk ke...
Kurs Rupiah Ambruk ke Rp17.956 per Dolar AS, BI Angkat Suara
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Upbit Indonesia Perkuat...
Upbit Indonesia Perkuat Literasi Blockchain Lewat Peresmian Web3 Education Center
Mengapa Mata Uang Kuwait...
Mengapa Mata Uang Kuwait Terkuat di Dunia, Sedangkan Rupiah RI Terpuruk Rp17.377 Per Dolar?
Rekomendasi
Babak Pertama: Gol Ole...
Babak Pertama: Gol Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Ungguli Mozambik
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved