Aktivitas Ekonomi Meningkat, Didorong Sektor Pariwisata dan Stabilitas Inflasi
Selasa, 11 November 2025 - 20:20 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya wisatawan asing, wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan peningkatan signifikan. Pada September 2025, jumlah perjalanan wisnus mencapai 94,36 juta perjalanan, naik 13,19% dibandingkan tahun lalu. Secara kumulatif hingga September 2025, jumlah perjalanan wisnus menembus 901,9 juta atau tumbuh 18,99% secara tahunan.
"Pertumbuhan pergerakan wisatawan domestik menjadi bukti bahwa daya beli dan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi terus meningkat," tutur Pudji.
Inflasi Terjaga
Seiring meningkatnya aktivitas ekonomi, BPS juga mencatat tekanan inflasi pada Oktober 2025 sebesar 0,28% secara bulanan (month-to-month/mtm). Inflasi tercatat 2,86% secara tahunan, sementara inflasi tahun kalender mencapai 2,10%.
Pudji menyebutkan, angka inflasi Oktober 2025 merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir untuk periode yang sama. "Secara historis, Oktober selalu mencatat inflasi, kecuali pada 2022 yang sempat mengalami deflasi," ujarnya.
Kelompok pengeluaran dengan sumbangan terbesar terhadap inflasi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami kenaikan 3,05%, memberikan andil inflasi 0,21%. Komoditas yang dominan mendorong inflasi kelompok ini ialah emas perhiasan.
Secara komponen, inflasi Oktober 2025 terutama dipengaruhi oleh komponen inti dengan andil 0,25%. Komoditas yang dominan memberikan kontribusi adalah emas perhiasan dan biaya kuliah perguruan tinggi. Komponen harga yang diatur pemerintah memberikan andil 0,02%, dengan pendorong utama sigaret kretek mesin (SKM) dan tarif angkutan udara.
"Pertumbuhan pergerakan wisatawan domestik menjadi bukti bahwa daya beli dan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi terus meningkat," tutur Pudji.
Inflasi Terjaga
Seiring meningkatnya aktivitas ekonomi, BPS juga mencatat tekanan inflasi pada Oktober 2025 sebesar 0,28% secara bulanan (month-to-month/mtm). Inflasi tercatat 2,86% secara tahunan, sementara inflasi tahun kalender mencapai 2,10%.
Pudji menyebutkan, angka inflasi Oktober 2025 merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir untuk periode yang sama. "Secara historis, Oktober selalu mencatat inflasi, kecuali pada 2022 yang sempat mengalami deflasi," ujarnya.
Kelompok pengeluaran dengan sumbangan terbesar terhadap inflasi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami kenaikan 3,05%, memberikan andil inflasi 0,21%. Komoditas yang dominan mendorong inflasi kelompok ini ialah emas perhiasan.
Secara komponen, inflasi Oktober 2025 terutama dipengaruhi oleh komponen inti dengan andil 0,25%. Komoditas yang dominan memberikan kontribusi adalah emas perhiasan dan biaya kuliah perguruan tinggi. Komponen harga yang diatur pemerintah memberikan andil 0,02%, dengan pendorong utama sigaret kretek mesin (SKM) dan tarif angkutan udara.
Lihat Juga :