Buyback Saham Perbankan Bisa Jadi Katalis Positif Jangka Pendek
Rabu, 12 November 2025 - 14:36 WIB
loading...
Saham-saham bank BUMN kini mulai kembali menarik untuk dikoleksi karena adanya kebijakan suku bunga rendah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Program pembelian kembali saham ( buyback ) yang dilakukan sejumlah emiten perbankan, termasuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dinilai menjadi katalis positif bagi pergerakan harga saham di pasar modal .
“Ini positif bagi pergerakan harga saham perbankan besar, termasuk BMRI, karena outlook sektor perbankan saat ini masih bersifat netral dan berpeluang membaik menjadi positif pada tahun mendatang,” jelas Analis Edvisor Katalis Apik Jangka Pendek dan CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo dikutip Rabu (12/11/2025).
Menurut lembaga analisis data pasar modal tersebut, saham-saham perbankan pelat merah kini mulai kembali menarik untuk dikoleksi karena mendapatkan efek positif dari tren era suku bunga rendah. Baca Juga: Asing Jual Saham Capai Rp3,1 Triliun Pekan Ini, Perbankan Jadi Sasaran Utama
Sebelumnya bank-bank BUMN sempat kompak tertekan oleh sentimen negatif akibat kekhawatiran pasar terhadap berbagai program pemerintah yang dinilai bisa membebani kinerja sektor perbankan.
“Melalui rencana buyback tersebut, tentu dapat memberikan sentimen positif bagi bank-bank besar untuk melanjutkan tren bullish jangka pendek, sambil menanti rilis kinerja keuangan di akhir tahun nanti,” tambahnya.
Baca Juga: Rapor Bursa Sepekan: IHSG Cetak Rekor, Market Cap Naik 3,09% Jadi Rp15.316 Triliun
Praska menilai langkah Bank Mandiri melakukan buyback merupakan upaya menjaga stabilitas pasar modal. Kebijakan tersebut dianggap penting mengingat pergerakan saham Bank Mandiri sering menjadi cerminan kondisi stabilitas pasar keuangan nasional.
“Ini positif bagi pergerakan harga saham perbankan besar, termasuk BMRI, karena outlook sektor perbankan saat ini masih bersifat netral dan berpeluang membaik menjadi positif pada tahun mendatang,” jelas Analis Edvisor Katalis Apik Jangka Pendek dan CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo dikutip Rabu (12/11/2025).
Menurut lembaga analisis data pasar modal tersebut, saham-saham perbankan pelat merah kini mulai kembali menarik untuk dikoleksi karena mendapatkan efek positif dari tren era suku bunga rendah. Baca Juga: Asing Jual Saham Capai Rp3,1 Triliun Pekan Ini, Perbankan Jadi Sasaran Utama
Sebelumnya bank-bank BUMN sempat kompak tertekan oleh sentimen negatif akibat kekhawatiran pasar terhadap berbagai program pemerintah yang dinilai bisa membebani kinerja sektor perbankan.
“Melalui rencana buyback tersebut, tentu dapat memberikan sentimen positif bagi bank-bank besar untuk melanjutkan tren bullish jangka pendek, sambil menanti rilis kinerja keuangan di akhir tahun nanti,” tambahnya.
Baca Juga: Rapor Bursa Sepekan: IHSG Cetak Rekor, Market Cap Naik 3,09% Jadi Rp15.316 Triliun
Praska menilai langkah Bank Mandiri melakukan buyback merupakan upaya menjaga stabilitas pasar modal. Kebijakan tersebut dianggap penting mengingat pergerakan saham Bank Mandiri sering menjadi cerminan kondisi stabilitas pasar keuangan nasional.
(akr)
Lihat Juga :