Standardisasi Kualitas Pasokan, PLN EPI Luncurkan Marketplace Biomassa untuk Cofiring
Rabu, 12 November 2025 - 22:08 WIB
loading...
PLN EPI merilis aplikasi marketplace biomassa untuk memperkuat pasokan cofiring pembangkit listrik. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) merilis aplikasi marketplace biomassa untuk memperkuat pasokan cofiring pembangkit listrik, dimulai dari PLTU Adipala (660 MW, supercritical). Platform ini menghubungkan Petani/Kelompok Tani, BUMDes, Koperasi, dan agregator dengan kebutuhan bahan bakar pembangkit secara terukur mulai dari volume, mutu, hingga logistik.
Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Rizal Calvary Marimbo menegaskan bahwa cofiring merupakan jembatan penting menuju dekarbonisasi pembangkit eksisting.
"Kuncinya ada pada kepastian pasokan, standardisasi kualitas, dan efisiensi logistik. Dengan marketplace, mismatch kualitas bisa ditekan, partisipasi lokal meningkat, dan operasi pembangkit menjadi lebih andal dalam mendukung penurunan emisi serta mendorong ekonomi sirkular di tingkat akar rumput," ujarnya melalui keterangan pers, Rabu (12/11/2025).
Baca Juga: Tumbuh 107%, PLN EPI Raih Laba Rp2,24 Triliun Sepanjang 2024
Di sisi hulu pasokan, Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir menjelaskan bahwa platform ini memiliki fitur inti berupa registrasi pemasok, penawaran harga/volume, quality gate di hub, serta tracking pengiriman hingga proses penerimaan di pembangkit. Skema digital ini, imbuh dia, disiapkan untuk direplikasi di pembangkit-pembangkit lain di jaringan PLN.
"Melalui skema hub–sub hub–main hub membuat suplai lebih transparan dan terstandar. Tidak semua material hayati layak bakar karena itu kriteria mutu diseragamkan agar mendekati spesifikasi batu bara, sehingga faktor kapasitas pembangkit tetap terjaga," jelasnya.
Implementasi perdana di PLTU Adipala menargetkan pasokan cofiring yang lebih stabil. Direktur Operasi Pembangkit Batubara PLN Indonesia Power Hanafi Nur Rifa'i menyebut bahwa digitalisasi bukan sekadar upaya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga langkah strategis untuk membangun ekosistem energi yang lebih inklusif. Melalui transformasi ini, tegas dia, pihaknya berkomitmen agar transisi energi turut memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat di sekitar wilayah pembangkit. "Dengan teknologi supercritical dan penerapan cofiring, PLTU Adipala siap menyongsong target Net Zero," tandasnya.
Baca Juga: PLN EPI Pastikan Pasokan Batu Bara PLTU Timor-1 Aman
Selain berperan dalam menekan emisi karbon, program ini juga menjadi pengungkit ekonomi lokal. Petani, BUMDes, dan UMKM biomassa kini memiliki akses pasar dan kepastian pembayaran yang lebih transparan melalui proses digital end-to-end. Ke depan, PLN EPI akan memperluas pengembangan tanaman energi, mengintegrasikan data mutu/volume lintas hub, serta memperkuat kapasitas agregator agar suplai biomassa semakin kompetitif dan bankable.
Sejalan dengan momentum Hari Pahlawan, PLN menegaskan bahwa langkah ini menjadi bukti bahwa semangat kepahlawanan kini hadir dalam bentuk baru, bukan lagi dengan senjata, melainkan dengan inovasi energi bersih yang menyalakan masa depan bangsa.
Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Rizal Calvary Marimbo menegaskan bahwa cofiring merupakan jembatan penting menuju dekarbonisasi pembangkit eksisting.
"Kuncinya ada pada kepastian pasokan, standardisasi kualitas, dan efisiensi logistik. Dengan marketplace, mismatch kualitas bisa ditekan, partisipasi lokal meningkat, dan operasi pembangkit menjadi lebih andal dalam mendukung penurunan emisi serta mendorong ekonomi sirkular di tingkat akar rumput," ujarnya melalui keterangan pers, Rabu (12/11/2025).
Baca Juga: Tumbuh 107%, PLN EPI Raih Laba Rp2,24 Triliun Sepanjang 2024
Di sisi hulu pasokan, Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir menjelaskan bahwa platform ini memiliki fitur inti berupa registrasi pemasok, penawaran harga/volume, quality gate di hub, serta tracking pengiriman hingga proses penerimaan di pembangkit. Skema digital ini, imbuh dia, disiapkan untuk direplikasi di pembangkit-pembangkit lain di jaringan PLN.
"Melalui skema hub–sub hub–main hub membuat suplai lebih transparan dan terstandar. Tidak semua material hayati layak bakar karena itu kriteria mutu diseragamkan agar mendekati spesifikasi batu bara, sehingga faktor kapasitas pembangkit tetap terjaga," jelasnya.
Implementasi perdana di PLTU Adipala menargetkan pasokan cofiring yang lebih stabil. Direktur Operasi Pembangkit Batubara PLN Indonesia Power Hanafi Nur Rifa'i menyebut bahwa digitalisasi bukan sekadar upaya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga langkah strategis untuk membangun ekosistem energi yang lebih inklusif. Melalui transformasi ini, tegas dia, pihaknya berkomitmen agar transisi energi turut memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat di sekitar wilayah pembangkit. "Dengan teknologi supercritical dan penerapan cofiring, PLTU Adipala siap menyongsong target Net Zero," tandasnya.
Baca Juga: PLN EPI Pastikan Pasokan Batu Bara PLTU Timor-1 Aman
Selain berperan dalam menekan emisi karbon, program ini juga menjadi pengungkit ekonomi lokal. Petani, BUMDes, dan UMKM biomassa kini memiliki akses pasar dan kepastian pembayaran yang lebih transparan melalui proses digital end-to-end. Ke depan, PLN EPI akan memperluas pengembangan tanaman energi, mengintegrasikan data mutu/volume lintas hub, serta memperkuat kapasitas agregator agar suplai biomassa semakin kompetitif dan bankable.
Sejalan dengan momentum Hari Pahlawan, PLN menegaskan bahwa langkah ini menjadi bukti bahwa semangat kepahlawanan kini hadir dalam bentuk baru, bukan lagi dengan senjata, melainkan dengan inovasi energi bersih yang menyalakan masa depan bangsa.
(nng)
Lihat Juga :