10 Negara Ini Pernah Melakukan Redenominasi, Bisa Jadi Contoh Indonesia

Kamis, 13 November 2025 - 11:10 WIB
loading...
A A A
Redenominasi dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan publik dan menyederhanakan transaksi pasca-turbulensi ekonomi awal 1990-an. Krisis finansial global 1997–1998 menghantam Rusia, menekan harga minyak dan memukul nilai rubel.

Dalam upaya menata kembali sistem keuangan, pemerintah memangkas tiga nol dari rubel lama. Langkah ini bersamaan dengan pembenahan sistem perbankan dan kebijakan moneter yang lebih ketat.

8. Prancis (Franc)

Tahun Pelaksanaan: 1960
Rasio Redenominasi: 100 : 1

Dilakukan oleh Charles de Gaulle, redenominasi sebagai alat untuk mengatasi devaluasi dan membangun kembali kepercayaan pasca-perang, dikenal sebagai contoh redenominasi yang mulus.

9 Belanda (Guilder)

Tahun Pelaksanaan: 1949
Rasio Redenominasi: 1.000 : 1

Dilakukan pasca-Perang Dunia II untuk memperkuat mata uang dan mengendalikan uang yang beredar.

10 Ukraina (hryvnias)

Tahun Pelaksanaan: 1996
Rasio Redenominasi: 100.000 : 1

Ukraina melakukan redenominasi pada tahun 1996 karena adanya hiperinflasi pada 1990-an. Redenominasi dilakukan dengan menghilangkan sebanyak 5 angka nol, misal 100.000 menjadi 1. Langkah tersebut mampu membuat ekonomi di Ukraina menjadi lebih stabil.

Redenominasi dilaksanakan untuk menggantikan Karbovanets yang mengalami hiperinflasi, didukung oleh kebijakan moneter ketat. Proses redenominasi berjalan dengan cara memberlakukan kedua mata uang -hryvnias dan karbovanets- secara bersamaan selama periode transisi pada 2–16 September 1996.

Para penjual diharuskan untuk memberikan kembalian hanya dalam hryvnias. Semua uang yang tersimpan dalam bank diubah ke mata uang hryvnias secara otomatis.Selama periode transisi ini, 97% dari karbovanets telah ditarik dari peredaran dan setelah 16 September 1996, karbovanets yang masih beredar dapat ditukar dengan hryvnias di bank.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%,  Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
Perang Meluas, Ukraina...
Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang Rusia dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran
10 Klub Sepak Bola Inggris...
10 Klub Sepak Bola Inggris dengan Suporter Paling Problematik
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved