10 Negara Ini Pernah Melakukan Redenominasi, Bisa Jadi Contoh Indonesia
Kamis, 13 November 2025 - 11:10 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Redenominasi Rupiah, Kelebihan dan Kekurangannya
Redenominasi pernah dilakukan beberapa kali oleh Polandia terhadap mata uangnya, zloty. Redenominasi terakhir terjadi pada Januari 1995 karena hiperniflasi Polandia yang terjadi sejak 1990.
Redenominasi dilakukan dengan mengganti mata uang zloty lama dengan kode PLZ menjadi zloty baru dengan kode PLN. Selain itu, pemerintah Polandia juga mengurangi 4 digit nilai mata uangnya sehingga 10.000 zloty lama sama dengan 1 zloty baru. Setelah redenominasi dilakukan, nilai mata uang zloty sejak tahun 1995 relatif stabil.
Tahun Pelaksanaan: 1994 (melalui implementasi "Plan Real").
Rasio Redenominasi: Menghapus tiga angka nol (1.000 Cruzeiro Real menjadi 1 Real Brasil).
Kunci keberhasilan yang dilakukan Brasil bukan hanya tentang menghilangkan nol, tetapi juga karena didukung oleh program ekonomi yang komprehensif untuk mengendalikan hiperinflasi dan stabilisasi fiskal secara ketat. Real Brasil berhasil menjaga stabilitas nilai mata uangnya setelah peluncuran.
Rasio Redenominasi: Menghapus tiga angka nol (1.000 Shekel Lama menjadi 1 Shekel Baru).
Kunci keberhasilan redenominasi di Israel merupakan bagian dari paket stabilisasi ekonomi yang luas yang berhasil mengakhiri periode hiperinflasi.
Rasio Redenominasi: 2 : 1
Penggantian mata uang Jerman Timur dengan Mark Jerman Barat saat reunifikasi, memberikan stabilitas instan. Pada tahun 1990, reunifikasi Jerman terjadi, dan dengan itu, mata uang Ostmark di Jerman Timur digantikan oleh Deutsche Mark.
Redenominasi yang dilakukan di Jerman Barat sebelumnya kemudian membantu dalam menyatukan sistem moneter dan mengatasi tantangan ekonomi pasca reunifikasi. Sejarah redenominasi Jerman dari Reichsmark ke Deutsche Mark mencerminkan perjalanan penuh tantangan dalam mengatasi dampak perang dan inflasi.
Redenominasi menjadi alat penting untuk menciptakan stabilitas dan memulai kembali ekonomi yang hancur.
Rasio Redenominasi: 10.000 : 1
Diterapkan di bawah Plan Convertibility untuk mengikat nilai peso ke dolar AS, berhasil menekan inflasi selama satu dekade (meski kemudian mengalami krisis). Tanpa reformasi fiskal dan disiplin moneter, inflasi kembali melonjak.
Rasio Redenominasi: 1.000 : 1
Redenominasi pernah dilakukan beberapa kali oleh Polandia terhadap mata uangnya, zloty. Redenominasi terakhir terjadi pada Januari 1995 karena hiperniflasi Polandia yang terjadi sejak 1990.
Redenominasi dilakukan dengan mengganti mata uang zloty lama dengan kode PLZ menjadi zloty baru dengan kode PLN. Selain itu, pemerintah Polandia juga mengurangi 4 digit nilai mata uangnya sehingga 10.000 zloty lama sama dengan 1 zloty baru. Setelah redenominasi dilakukan, nilai mata uang zloty sejak tahun 1995 relatif stabil.
3. Brasil (Real Brasil)
Meskipun Brasil telah beberapa kali melakukan redenominasi yang gagal, keberhasilan mereka dengan Real Brasil patut dicatat.Tahun Pelaksanaan: 1994 (melalui implementasi "Plan Real").
Rasio Redenominasi: Menghapus tiga angka nol (1.000 Cruzeiro Real menjadi 1 Real Brasil).
Kunci keberhasilan yang dilakukan Brasil bukan hanya tentang menghilangkan nol, tetapi juga karena didukung oleh program ekonomi yang komprehensif untuk mengendalikan hiperinflasi dan stabilisasi fiskal secara ketat. Real Brasil berhasil menjaga stabilitas nilai mata uangnya setelah peluncuran.
4. Israel (Shekel Baru)
Tahun Pelaksanaan: 1985.Rasio Redenominasi: Menghapus tiga angka nol (1.000 Shekel Lama menjadi 1 Shekel Baru).
Kunci keberhasilan redenominasi di Israel merupakan bagian dari paket stabilisasi ekonomi yang luas yang berhasil mengakhiri periode hiperinflasi.
5. Jerman Timur saat Unifikasi (Mark Jerman)
Tahun Pelaksanaan: 1990.Rasio Redenominasi: 2 : 1
Penggantian mata uang Jerman Timur dengan Mark Jerman Barat saat reunifikasi, memberikan stabilitas instan. Pada tahun 1990, reunifikasi Jerman terjadi, dan dengan itu, mata uang Ostmark di Jerman Timur digantikan oleh Deutsche Mark.
Redenominasi yang dilakukan di Jerman Barat sebelumnya kemudian membantu dalam menyatukan sistem moneter dan mengatasi tantangan ekonomi pasca reunifikasi. Sejarah redenominasi Jerman dari Reichsmark ke Deutsche Mark mencerminkan perjalanan penuh tantangan dalam mengatasi dampak perang dan inflasi.
Redenominasi menjadi alat penting untuk menciptakan stabilitas dan memulai kembali ekonomi yang hancur.
6. Argentina (Peso)
Tahun Pelaksanaan: 1992Rasio Redenominasi: 10.000 : 1
Diterapkan di bawah Plan Convertibility untuk mengikat nilai peso ke dolar AS, berhasil menekan inflasi selama satu dekade (meski kemudian mengalami krisis). Tanpa reformasi fiskal dan disiplin moneter, inflasi kembali melonjak.
7. Rusia (Rubel)
Tahun Pelaksanaan: 1998Rasio Redenominasi: 1.000 : 1
Lihat Juga :