Konsumsi Masyarakat Terus Tumbuh Memasuki Kuartal IV, Keyakinan Konsumen Naik
Kamis, 13 November 2025 - 15:15 WIB
loading...
Menko Airlangga menekankan bahwa kuartal IV tahun 2025 kemungkinan bisa melihat peningkatan lebih lanjut dari sisi konsumsi, dengan dukungan stimulus fiskal dan pencairan belanja pemerintah yang lebih cepat. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah terus mendorong industri retail untuk memperluas kemitraan dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang dianggap sebagai investasi sosial dan ekonomi yang akan memperkuat basis konsumsi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mencatat adanya tren yang menguat di mana konsumen Indonesia semakin bangga menggunakan produk buatan dalam negeri pasca pandemi COVID-19 (local approach dan local brand).
Menko Airlangga juga mengungkapkan pentingnya sinergi antara industri retail modern dan UMKM sebagai strategi untuk memperkuat konsumsi domestik sekaligus menembus pasar global. Di sisi lain Data dari Nielsen IQ menunjukkan lonjakan signifikan dalam transaksi produk selama Harbolnas.
"Data dari Nielsen IQ dalam Harbolnas 2024 meningkatkan transaksi produk mencapai Rp16 triliun. Itu naik dibandingkan di tahun 2023 yang lalu sebesar Rp12 triliun," sebut Airlangga.
Baca Juga: Topang Pertumbuhan Ekonomi, Belanja Pemerintah Tumbuh 5,49% di Kuartal III-2025
Diterangkan juga bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menunjukkan kenaikan. Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Oktober 2025 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Adapun Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Oktober 2025 yang tetap berada pada level optimis sebesar 121,2 poin, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 115,0. Menurut Airlangga, angka IKK naik karena stimulus pemerintah turut mendukung optimisme konsumen.
“Ya saya kan sudah bilang naik jadi kita lihat dari beberapa data memang di, dan kuartal ke empat naik lagi dari segi konsumen,” ujar Airlangga saat ditemui di kantornya, Senin (10/11).
Komponen IKK seperti Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga masing-masing naik menjadi 109,1 poin dan 133,4 poin pada Oktober.
Airlangga menekankan bahwa kuartal IV tahun 2025 kemungkinan bisa melihat peningkatan lebih lanjut dari sisi konsumsi, dengan dukungan stimulus fiskal dan pencairan belanja pemerintah yang lebih cepat. Meski demikian, Airlangga tidak menyebutkan besaran stimulus baru secara spesifik di kesempatan tersebut.
Kenaikan IKK ini menunjukkan sinyal bahwa para rumah tangga lebih optimistis terhadap kondisi ekonomi dan pendapatan masa depan, yang pada gilirannya dapat mendukung peningkatan konsumsi, salah satu komponen penting dari produk domestik bruto (PDB).
Berdasarkan kelompok pengeluaran responden, keyakinan konsumen pada Oktober 2025 meningkat untuk seluruh kelompok, dengan IKK tertinggi tercatat pada responden pengeluaran >Rp5 juta (125,3), diikuti oleh responden pengeluaran Rp4,1-5 juta (120,4).
Berdasarkan kelompok usia, KK juga meningkat pada seluruh kelompok usia, dengan optimisme tertinggi pada kelompok usia 20-30 tahun sebesar 125,0.Secara spasial, IKK mengalami peningkatan di mayoritas kota yang disurvei, terutama di Medan, Pontianak, dan Padang.
Pada Oktober 2025 persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini tetap terjaga, tecermin dari IKE Oktober 2025 sebesar 109,1, lebih tinggi dibandingkan dengan 102,7 pada bulan sebelumnya.
Menurut Ramdan, meningkatnya IKE bersumber dari kenaikan seluruh komponen pembentuknya yaitu Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG), dan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) yang tercatat masing-masing sebesar 117,1, 107,5, dan 102,6, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 112,9, 103,2, dan 92,0.
Secara spasial sebagian besar kota mencatatkan peningkatan IKE, terutama di Medan, Padang, dan Pontianak. Mengenai IEK, BI menilai ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari IEK Oktober 2025 sebesar 133,4, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 127,2.
Secara spasial, mayoritas kota mengalami peningkatan IEK dengan kenaikan tertinggi di Medan, Pontianak, dan Bandar Lampung. Baca Juga: Penjualan Mobil Tokcer di Oktober, Pertanda Konsumsi Kelas Menengah RI Menggeliat
Persepsi responden terhadap ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan mengalami peningkatan pada kelompok pengeluaran ≤Rp4 juta, sementara penurunan optimisme terjadi pada kelompok pengeluaran ≥Rp4,1 juta. Berdasarkan kelompok usia, ekspektasi penghasilan meningkat pada seluruh kelompok usia, kecuali kelompok 41-50 tahun yang tercatat menurun menjadi sebesar 136,9.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud mengungkapkan, “pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode (triwulan-III 2025) ini salah satunya didorong oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga.”
Konsumsi masyarakat tercatat tumbuh 5,49% (yoy) dengan kontribusi sebesar 82,23% terhadap PDB. Indikator yang menopang konsumsi ini adalah pertumbuhan konsumsi per kapita jasa makanan & minuman (5,76% yoy) dan akomodasi (7,49% yoy).
Hal tersebut didukung oleh kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi, serta terus tumbuhnya beberapa indikator seperti transaksi online dari e-retail dan marketplace, dan nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kredit.
Menko Airlangga juga mengungkapkan pentingnya sinergi antara industri retail modern dan UMKM sebagai strategi untuk memperkuat konsumsi domestik sekaligus menembus pasar global. Di sisi lain Data dari Nielsen IQ menunjukkan lonjakan signifikan dalam transaksi produk selama Harbolnas.
"Data dari Nielsen IQ dalam Harbolnas 2024 meningkatkan transaksi produk mencapai Rp16 triliun. Itu naik dibandingkan di tahun 2023 yang lalu sebesar Rp12 triliun," sebut Airlangga.
Baca Juga: Topang Pertumbuhan Ekonomi, Belanja Pemerintah Tumbuh 5,49% di Kuartal III-2025
Diterangkan juga bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menunjukkan kenaikan. Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Oktober 2025 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Adapun Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Oktober 2025 yang tetap berada pada level optimis sebesar 121,2 poin, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 115,0. Menurut Airlangga, angka IKK naik karena stimulus pemerintah turut mendukung optimisme konsumen.
“Ya saya kan sudah bilang naik jadi kita lihat dari beberapa data memang di, dan kuartal ke empat naik lagi dari segi konsumen,” ujar Airlangga saat ditemui di kantornya, Senin (10/11).
Komponen IKK seperti Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga masing-masing naik menjadi 109,1 poin dan 133,4 poin pada Oktober.
Airlangga menekankan bahwa kuartal IV tahun 2025 kemungkinan bisa melihat peningkatan lebih lanjut dari sisi konsumsi, dengan dukungan stimulus fiskal dan pencairan belanja pemerintah yang lebih cepat. Meski demikian, Airlangga tidak menyebutkan besaran stimulus baru secara spesifik di kesempatan tersebut.
Kenaikan IKK ini menunjukkan sinyal bahwa para rumah tangga lebih optimistis terhadap kondisi ekonomi dan pendapatan masa depan, yang pada gilirannya dapat mendukung peningkatan konsumsi, salah satu komponen penting dari produk domestik bruto (PDB).
Berdasarkan kelompok pengeluaran responden, keyakinan konsumen pada Oktober 2025 meningkat untuk seluruh kelompok, dengan IKK tertinggi tercatat pada responden pengeluaran >Rp5 juta (125,3), diikuti oleh responden pengeluaran Rp4,1-5 juta (120,4).
Berdasarkan kelompok usia, KK juga meningkat pada seluruh kelompok usia, dengan optimisme tertinggi pada kelompok usia 20-30 tahun sebesar 125,0.Secara spasial, IKK mengalami peningkatan di mayoritas kota yang disurvei, terutama di Medan, Pontianak, dan Padang.
Pada Oktober 2025 persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini tetap terjaga, tecermin dari IKE Oktober 2025 sebesar 109,1, lebih tinggi dibandingkan dengan 102,7 pada bulan sebelumnya.
Menurut Ramdan, meningkatnya IKE bersumber dari kenaikan seluruh komponen pembentuknya yaitu Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG), dan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) yang tercatat masing-masing sebesar 117,1, 107,5, dan 102,6, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 112,9, 103,2, dan 92,0.
Secara spasial sebagian besar kota mencatatkan peningkatan IKE, terutama di Medan, Padang, dan Pontianak. Mengenai IEK, BI menilai ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari IEK Oktober 2025 sebesar 133,4, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 127,2.
Secara spasial, mayoritas kota mengalami peningkatan IEK dengan kenaikan tertinggi di Medan, Pontianak, dan Bandar Lampung. Baca Juga: Penjualan Mobil Tokcer di Oktober, Pertanda Konsumsi Kelas Menengah RI Menggeliat
Persepsi responden terhadap ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan mengalami peningkatan pada kelompok pengeluaran ≤Rp4 juta, sementara penurunan optimisme terjadi pada kelompok pengeluaran ≥Rp4,1 juta. Berdasarkan kelompok usia, ekspektasi penghasilan meningkat pada seluruh kelompok usia, kecuali kelompok 41-50 tahun yang tercatat menurun menjadi sebesar 136,9.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud mengungkapkan, “pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode (triwulan-III 2025) ini salah satunya didorong oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga.”
Konsumsi masyarakat tercatat tumbuh 5,49% (yoy) dengan kontribusi sebesar 82,23% terhadap PDB. Indikator yang menopang konsumsi ini adalah pertumbuhan konsumsi per kapita jasa makanan & minuman (5,76% yoy) dan akomodasi (7,49% yoy).
Hal tersebut didukung oleh kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi, serta terus tumbuhnya beberapa indikator seperti transaksi online dari e-retail dan marketplace, dan nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kredit.
(akr)
Lihat Juga :