60% Lebih Masyakarat Pilih Rumah Tapak, LPKR Perkuat Posisi Lewat Park Serpong
Jum'at, 14 November 2025 - 16:41 WIB
loading...
A
A
A
“Strategi perumahan terjangkau yang dipadukan dengan proyek premium terbukti efektif mendorong pertumbuhan penjualan, sekaligus memperkuat struktur permodalan kami melalui pengurangan utang yang berkelanjutan,” tegasnya.
Data terbaru Rumah123 memperlihatkan bahwa rumah tapak masih tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia. Sebanyak 62,4% masyarakat masih memilih rumah tapak sebagai tipe hunian idaman sepanjang paruh pertama tahun 2025. “Rumah tapak masih menjadi favorit masyarakat. Permintaannya jauh melampaui jenis properti lainnya,” ujar Head of Research Rumah123, Marisa Jaya. Baca juga: LPKR Membukukan Pra Penjualan Rp4,02 Triliun pada Kuartal III 2025
Data Rumah123 juga mengungkap kelompok usia 45–54 tahun menjadi pembeli rumah terbanyak di paruh pertama 2025, dengan porsi 26,5%. Marisa menjelaskan, kelompok ini umumnya telah memiliki kestabilan finansial yang lebih matang, sehingga lebih siap mengambil keputusan besar seperti membeli rumah. Namun, generasi muda tidak bisa diabaikan. Kelompok usia 25–34 tahun (Gen Z akhir dan Milenial awal) menyumbang 25,5% dari total permintaan, diikuti oleh usia 18–24 tahun sebesar 21,3%.
Menurut Marisa Jaya, meski daya beli generasi muda belum sekuat kelompok usia senior, antusiasme Gen Z dan Milenial terhadap properti sangat tinggi. Hal ini membuka peluang besar bagi pelaku industri untuk mengarahkan strategi edukasi, pemasaran, hingga skema pembiayaan yang lebih ramah bagi pembeli muda.
Data terbaru Rumah123 memperlihatkan bahwa rumah tapak masih tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia. Sebanyak 62,4% masyarakat masih memilih rumah tapak sebagai tipe hunian idaman sepanjang paruh pertama tahun 2025. “Rumah tapak masih menjadi favorit masyarakat. Permintaannya jauh melampaui jenis properti lainnya,” ujar Head of Research Rumah123, Marisa Jaya. Baca juga: LPKR Membukukan Pra Penjualan Rp4,02 Triliun pada Kuartal III 2025
Data Rumah123 juga mengungkap kelompok usia 45–54 tahun menjadi pembeli rumah terbanyak di paruh pertama 2025, dengan porsi 26,5%. Marisa menjelaskan, kelompok ini umumnya telah memiliki kestabilan finansial yang lebih matang, sehingga lebih siap mengambil keputusan besar seperti membeli rumah. Namun, generasi muda tidak bisa diabaikan. Kelompok usia 25–34 tahun (Gen Z akhir dan Milenial awal) menyumbang 25,5% dari total permintaan, diikuti oleh usia 18–24 tahun sebesar 21,3%.
Menurut Marisa Jaya, meski daya beli generasi muda belum sekuat kelompok usia senior, antusiasme Gen Z dan Milenial terhadap properti sangat tinggi. Hal ini membuka peluang besar bagi pelaku industri untuk mengarahkan strategi edukasi, pemasaran, hingga skema pembiayaan yang lebih ramah bagi pembeli muda.
(poe)
Lihat Juga :