Australia dan Indonesia Kerja Sama Dorong Inovasi Startup Lintas Negara
Sabtu, 15 November 2025 - 12:25 WIB
loading...
Western Sydney University Indonesia bersama Launch Pad berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyelenggarakan CONNECT-ED: Innovating Across Borders – Indonesia and Australia Startup Collaboration. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Western Sydney University Indonesia bersama Launch Pad berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyelenggarakan CONNECT-ED: Innovating Across Borders – Indonesia and Australia Startup Collaboration. Acara yang mempertemukan para inovator dari kedua negara itu digelar di kampus Western Sydney University Indonesia di Surabaya dan dihadiri lebih dari 100 peserta, mulai dari pendiri startup, investor, akademisi, pemimpin bisnis, hingga perwakilan pemerintah.
Forum tersebut membahas potensi penguatan kolaborasi teknologi dan kewirausahaan antara Indonesia dan Australia. Kedua negara dipandang memiliki ekosistem inovasi yang terus berkembang—Indonesia dengan dinamika digitalnya dan Australia dengan fondasi riset yang kuat. Momentum kemitraan ini semakin terlihat melalui ekspansi Canva ke Indonesia serta langkah Privy memasuki pasar Australia.
"Melalui CONNECT-ED, kami memperdalam hubungan antara ekosistem startup Indonesia dan Australia. Acara ini menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran pengetahuan yang memberikan manfaat bagi kedua negara," ujar Inu Rana, Senior Manager Global Entrepreneurship Western Sydney University dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/11/2025).
Baca Juga: Mahasiswa UGM dan Startup GISACT Jadi Bintang di MAJU:ON Hackathon 2025
Diskusi panel dipimpin oleh Chancellor Western Sydney University sekaligus Australia’s Business Champion for Indonesia, Professor Jennifer Westacott AC. Sejumlah narasumber hadir, antara lain Trade and Investment Commissioner Austrade Jakarta Lauren Adams; Koordinator Perencanaan Ekosistem dan Ruang Digital Bappenas RI Andreas Bondan Satriadi; Education Lead for SEA Canva Pipit Indrawati; serta Chief Operations Officer Privy Nitin Mathur.
Para pembicara menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas negara bagi startup dalam memperluas pasar global, meningkatkan kompetensi talenta digital, serta memperkuat budaya inovasi. Mereka juga menekankan perlunya hubungan strategis yang lebih dalam guna mendukung inovasi berkelanjutan dan transformasi digital di kedua negara.
Baca Juga: Asah Kemampuan Mahasiswa, Binus University Tuan Rumah Grand Final Startup Wars 2025
CONNECT-ED menjadi bagian dari upaya Western Sydney University Indonesia dalam memperkuat dampak regional melalui pengembangan SDM dan program kewirausahaan yang menghubungkan Australia dengan Asia Tenggara. Acara ini sekaligus mempertegas komitmen kedua negara dalam menyelaraskan prioritas bersama di bidang pendidikan, inovasi, dan teknologi.
Melalui inisiatif tersebut, Western Sydney University Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kerja sama inovasi lintas negara, memberdayakan generasi muda, serta mendukung peran Indonesia yang kian besar dalam perekonomian digital global.
Forum tersebut membahas potensi penguatan kolaborasi teknologi dan kewirausahaan antara Indonesia dan Australia. Kedua negara dipandang memiliki ekosistem inovasi yang terus berkembang—Indonesia dengan dinamika digitalnya dan Australia dengan fondasi riset yang kuat. Momentum kemitraan ini semakin terlihat melalui ekspansi Canva ke Indonesia serta langkah Privy memasuki pasar Australia.
"Melalui CONNECT-ED, kami memperdalam hubungan antara ekosistem startup Indonesia dan Australia. Acara ini menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran pengetahuan yang memberikan manfaat bagi kedua negara," ujar Inu Rana, Senior Manager Global Entrepreneurship Western Sydney University dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/11/2025).
Baca Juga: Mahasiswa UGM dan Startup GISACT Jadi Bintang di MAJU:ON Hackathon 2025
Diskusi panel dipimpin oleh Chancellor Western Sydney University sekaligus Australia’s Business Champion for Indonesia, Professor Jennifer Westacott AC. Sejumlah narasumber hadir, antara lain Trade and Investment Commissioner Austrade Jakarta Lauren Adams; Koordinator Perencanaan Ekosistem dan Ruang Digital Bappenas RI Andreas Bondan Satriadi; Education Lead for SEA Canva Pipit Indrawati; serta Chief Operations Officer Privy Nitin Mathur.
Para pembicara menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas negara bagi startup dalam memperluas pasar global, meningkatkan kompetensi talenta digital, serta memperkuat budaya inovasi. Mereka juga menekankan perlunya hubungan strategis yang lebih dalam guna mendukung inovasi berkelanjutan dan transformasi digital di kedua negara.
Baca Juga: Asah Kemampuan Mahasiswa, Binus University Tuan Rumah Grand Final Startup Wars 2025
CONNECT-ED menjadi bagian dari upaya Western Sydney University Indonesia dalam memperkuat dampak regional melalui pengembangan SDM dan program kewirausahaan yang menghubungkan Australia dengan Asia Tenggara. Acara ini sekaligus mempertegas komitmen kedua negara dalam menyelaraskan prioritas bersama di bidang pendidikan, inovasi, dan teknologi.
Melalui inisiatif tersebut, Western Sydney University Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kerja sama inovasi lintas negara, memberdayakan generasi muda, serta mendukung peran Indonesia yang kian besar dalam perekonomian digital global.
(nng)
Lihat Juga :