3 Alasan Danantara Danai Peternakan Ayam Rp20 Triliun demi Pasok MBG
Minggu, 16 November 2025 - 09:40 WIB
loading...
A
A
A
Mentan juga mengungkapkan bahwa rencana investasi Rp20 triliun akan diarahkan untuk membangun pusat pembibitan modern, laboratorium genetik, dan fasilitas distribusi bibit serta pakan yang terintegrasi dengan sistem logistik nasional. Selain itu dana tersebut juga diperuntukkan memperkuat rantai pasok mulai dari pembibitan, pemeliharaan, hingga pengembangan industri pakan lokal.
Mentan menambahkan, program besar ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kemandirian protein hewani berbasis pulau. Dengan sistem pembibitan dan pakan yang kuat, Indonesia diharapkan tidak lagi bergantung pada impor bibit unggul atau bakalan dari luar negeri.
“Kalau bibit dan pakan kita kuat, peternakan nasional pasti mandiri. Kuncinya ada pada kolaborasi antara negara, BUMN, dan rakyat,” tegasnya.
Ditegaskan juga olehnya bahwa peternak rakyat tidak perlu khawatir terhadap perubahan kebijakan yang sedang dijalankan pemerintah. Sebaliknya kebijakan tersebut dirancang untuk memperkuat posisi peternak sebagai tulang punggung produksi nasional.
“Peternak rakyat jangan khawatir. Justru sekarang saatnya peternak rakyat bangkit. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka tidak sendirian. Kita siapkan dukungan bibit, pakan, teknologi, bahkan akses pembiayaan,” ungkapnya.
Pembangunan peternakan ayam pedaging dan petelur dilakukan secara menyeluruh di wilayah Indonesia yang masih mengalami kekurangan pasokan daging ayam dan telur. Investasi besar itu merupakan hasil kerja sama strategis antara Kementerian Pertanian dan Danantara yang turut mengambil peran dalam pendanaan dan pelaksanaan program.
“Kalau hilirisasi mineral investasinya besar, tapi tenaga kerja yang terserap sedikit. Justru hilirisasi di bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan ini jauh lebih tinggi dampaknya terhadap penciptaan lapangan pekerjaan. Ini yang akan kita akselerasi bersama,” ujar Rosan.
Rosan juga menambahkan, pihaknya bersama Kementerian Pertanian dan Danantara telah mengidentifikasi proyek-proyek prioritas hilirisasi serta menugaskan sejumlah BUMN untuk mengeksekusinya.
Mentan menambahkan, program besar ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kemandirian protein hewani berbasis pulau. Dengan sistem pembibitan dan pakan yang kuat, Indonesia diharapkan tidak lagi bergantung pada impor bibit unggul atau bakalan dari luar negeri.
“Kalau bibit dan pakan kita kuat, peternakan nasional pasti mandiri. Kuncinya ada pada kolaborasi antara negara, BUMN, dan rakyat,” tegasnya.
Ditegaskan juga olehnya bahwa peternak rakyat tidak perlu khawatir terhadap perubahan kebijakan yang sedang dijalankan pemerintah. Sebaliknya kebijakan tersebut dirancang untuk memperkuat posisi peternak sebagai tulang punggung produksi nasional.
“Peternak rakyat jangan khawatir. Justru sekarang saatnya peternak rakyat bangkit. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka tidak sendirian. Kita siapkan dukungan bibit, pakan, teknologi, bahkan akses pembiayaan,” ungkapnya.
2. Mendukung Pasokan MBG
Mentan mengatakan langkah besar itu menjadi bagian penting dari strategi nasional untuk mendukung program MBG yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto demi memperbaiki gizi anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045.Pembangunan peternakan ayam pedaging dan petelur dilakukan secara menyeluruh di wilayah Indonesia yang masih mengalami kekurangan pasokan daging ayam dan telur. Investasi besar itu merupakan hasil kerja sama strategis antara Kementerian Pertanian dan Danantara yang turut mengambil peran dalam pendanaan dan pelaksanaan program.
3. Pemerataan Ekonomi lewat Pembukaan Lapangan Kerja
Menteri Investasi Rosan Roeslani menegaskan, bahwa hilirisasi sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan memiliki dampak sosial yang lebih besar karena padat karya dan langsung menyentuh masyarakat di lapangan.“Kalau hilirisasi mineral investasinya besar, tapi tenaga kerja yang terserap sedikit. Justru hilirisasi di bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan ini jauh lebih tinggi dampaknya terhadap penciptaan lapangan pekerjaan. Ini yang akan kita akselerasi bersama,” ujar Rosan.
Rosan juga menambahkan, pihaknya bersama Kementerian Pertanian dan Danantara telah mengidentifikasi proyek-proyek prioritas hilirisasi serta menugaskan sejumlah BUMN untuk mengeksekusinya.
Lihat Juga :