Jangan Suudzon dengan PMN, Erick: Dividen BUMN Dua Kali Lebih Besar

Selasa, 15 September 2020 - 06:06 WIB
loading...
Jangan Suudzon dengan...
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat, Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diperoleh sejumlah perseroan negara bukan hal buruk. Justru nilai PMN yang diajukan ke DPR jauh lebih kecil dibandingkan dividen yang disumbangkan BUMN kepada negara.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, selama 6 tahun berturut-turut atau dari 2015-2020 total PMN yang diperoleh perusahaan pelat merah hanya mencapai Rp118 triliun. Sementara itu, dividen yang diperoleh negara dari perusahaan bisa mencapai Rp255 triliun.

"Saya menjelaskan bahwa persepsi selama ini PMN seakan-akan tidak baik. Saya punya data-datanya, saya jelaskan bagaimana kita lihat antara dividen dan PMN itu jumlah berbalik selama ini. Dari tahun 2015 sampai 2020 yang namanya PMN itu Rp118 triliun, tetapi dividen yang sudah diberikan BUMN itu sebesar Rp255 triliun," ujar Erick usai rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Jakarta, Senin (14/9/2020). (Baca juga: Benar-Benar Ambyaarrr, Setoran Dividen BUMN cuma 25% dari Target )

Nilai dividen itu dua kali lipat lebih besar dari total PMN yang diperoleh sejumlah perseroan negara. Bahkan, Erick menegaskan, nilai PMN hanya 6 persen dari setoran pajak BUMN dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dia mencontohkan, pada 2019 pembayaran pajak BUMN mencapai Rp284 triliun dan PNBP sebesar Rp136 triliun. "Jadi hampir dua kali lebih (besar). Kalau kita lihat juga apa yang dilakukan BUMN juga terhadap pembayaran pajak dan juga pembayaran PNBP dibanding PMN 6 persen. Ini contoh misalnya buat 2019 saja pembayaran pajak Rp284 triliun, PNBP Rp136 triliun," kata dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
MPMX Meningkatkan Pembagian...
MPMX Meningkatkan Pembagian Dividen Tunai di Tengah Kondisi Industri yang Menantang
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Honda Siap Luncurkan...
Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Susu Kecoa Diklaim Peneliti...
Susu Kecoa Diklaim Peneliti Tiga Kali Lebih Bergizi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved