Dukung Percepatan Data-Driven Economy, Peruri dan BPS Berkolaborasi Strategis
Rabu, 19 November 2025 - 13:32 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - PERURI bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar kegiatan bertajuk “Penyelarasan Program Kerja PERURI terhadap Rencana Strategis BPS” di Kantor PERURI Jakarta. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi strategis guna mendukung percepatan data-driven economy melalui penguatan infrastruktur data nasional yang semakin tangguh, akurat, dan aman.
Diskusi antara PERURI dan BPS membahas berbagai potensi sinergi, mulai dari integritas data statistik hingga kesiapan infrastruktur digital dalam menyongsong era big data. Melalui kolaborasi ini, kedua institusi berkomitmen menghadirkan tata kelola data yang lebih terpercaya dan mendukung transformasi digital nasional.
Direktur Utama PERURI, Dwina Septiani Wijaya, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam membangun fondasi data-driven economy. “Kami memandang BPS sebagai mitra kunci dalam memastikan kebijakan pemerintah berbasis data yang valid dan terintegrasi. Melalui pertemuan ini, kami berharap langkah dan program kerja PERURI semakin selaras dengan rencana strategis BPS dalam memperkuat pilar kedaulatan data dan transformasi digital nasional,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, menekankan bahwa kegiatan statistik kini menjadi instrumen utama dalam mengukur indikator pembangunan nasional sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045. BPS bertanggung jawab mengoordinasikan 10 indikator sasaran visi Indonesia Emas 2045 serta 45 indikator utama pembangunan, didukung oleh 539 satuan kerja dan berbagai kegiatan statistik setiap tahun, termasuk Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK), dan persiapan Sensus Ekonomi 2026.
BPS juga memperkuat transformasi digital melalui sistem FASIH (Flexible Authentic Survey Instrument Harmony), Data Center tersertifikasi ISO 27001:2022, aplikasi AllStats, Pojok Statistik di 171 perguruan tinggi, serta Program Desa Cantik yang telah menjangkau lebih dari 2.400 desa.
Diskusi antara PERURI dan BPS membahas berbagai potensi sinergi, mulai dari integritas data statistik hingga kesiapan infrastruktur digital dalam menyongsong era big data. Melalui kolaborasi ini, kedua institusi berkomitmen menghadirkan tata kelola data yang lebih terpercaya dan mendukung transformasi digital nasional.
Direktur Utama PERURI, Dwina Septiani Wijaya, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam membangun fondasi data-driven economy. “Kami memandang BPS sebagai mitra kunci dalam memastikan kebijakan pemerintah berbasis data yang valid dan terintegrasi. Melalui pertemuan ini, kami berharap langkah dan program kerja PERURI semakin selaras dengan rencana strategis BPS dalam memperkuat pilar kedaulatan data dan transformasi digital nasional,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, menekankan bahwa kegiatan statistik kini menjadi instrumen utama dalam mengukur indikator pembangunan nasional sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045. BPS bertanggung jawab mengoordinasikan 10 indikator sasaran visi Indonesia Emas 2045 serta 45 indikator utama pembangunan, didukung oleh 539 satuan kerja dan berbagai kegiatan statistik setiap tahun, termasuk Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK), dan persiapan Sensus Ekonomi 2026.
BPS juga memperkuat transformasi digital melalui sistem FASIH (Flexible Authentic Survey Instrument Harmony), Data Center tersertifikasi ISO 27001:2022, aplikasi AllStats, Pojok Statistik di 171 perguruan tinggi, serta Program Desa Cantik yang telah menjangkau lebih dari 2.400 desa.
Lihat Juga :