Kolaborasi Membangun SDM Unggul Menuju Generasi Emas 2045
Rabu, 19 November 2025 - 19:40 WIB
loading...
A
A
A
Tingkat putus sekolah juga menjadi sorotan. Pada Tahun Ajaran 2024/2025, angka putus sekolah tertinggi terjadi di SMK, yakni 0,19%. Sementara pada jenjang SD, 38.540 siswa tercatat berhenti sekolah atau setara 0,16% populasi siswa SD. Di daerah 3T, angka ini lebih tinggi akibat terbatasnya transportasi, kondisi ekonomi keluarga hingga rendahnya motivasi belajar.
Di sisi tenaga pendidik, persoalan tidak kalah pelik. Hingga 70% sekolah di kawasan 3T kekurangan guru mata pelajaran kritis matematika, fisika, hingga bahasa Inggris. Insentif rendah, fasilitas terbatas, dan beban penugasan yang berat membuat banyak guru enggan bertugas di daerah terpencil. Akibatnya, kualitas belajar di wilayah ini tertinggal jauh dari rata-rata nasional.
Persoalan lain muncul dari kondisi fisik sekolah. Berdasarkan data Dapodik per November 2024, hanya 35,1% ruang kelas di wilayah 3T berada dalam kondisi baik. Sisanya mengalami kerusakan ringan hingga berat. Kesulitan distribusi material, keterbatasan anggaran daerah, dan hambatan mobilitas membuat proses renovasi berjalan lambat.
Sejak 2000, boarding school ini telah mendidik lebih dari 880 siswa dari Bangka Belitung, Riau, dan Kepulauan Riau. Selama periode 2022–2024, 69 alumninya berhasil menembus perguruan tinggi negeri favorit seperti ITB, UGM, dan UNPAD. Fasilitas asrama dan kurikulum terstruktur membantu siswa dari daerah terpencil belajar dalam lingkungan yang lebih kondusif.
Sejak 2024, MIND ID juga menggandeng TIMAH untuk memperkuat pendampingan belajar siswa kelas XI dan XII melalui Ruangguru. Sebanyak 72 siswa mengikuti bimbingan intensif selama satu tahun. Selain itu, MIND ID juga memberikan dukungan dana pendidikan bagi 108 siswa aktif, memastikan mereka dapat berfokus pada studi.
Di sisi tenaga pendidik, persoalan tidak kalah pelik. Hingga 70% sekolah di kawasan 3T kekurangan guru mata pelajaran kritis matematika, fisika, hingga bahasa Inggris. Insentif rendah, fasilitas terbatas, dan beban penugasan yang berat membuat banyak guru enggan bertugas di daerah terpencil. Akibatnya, kualitas belajar di wilayah ini tertinggal jauh dari rata-rata nasional.
Persoalan lain muncul dari kondisi fisik sekolah. Berdasarkan data Dapodik per November 2024, hanya 35,1% ruang kelas di wilayah 3T berada dalam kondisi baik. Sisanya mengalami kerusakan ringan hingga berat. Kesulitan distribusi material, keterbatasan anggaran daerah, dan hambatan mobilitas membuat proses renovasi berjalan lambat.
Peran Korporasi
Di tengah berbagai tantangan tersebut, sejumlah inisiatif dari korporasi nasional turut memberikan kontribusi nyata. Salah satunya melalui program tanggung jawab sosial MIND ID, yang berupaya memperkuat ekosistem pendidikan terutama di wilayah sekitar operasional tambang. Salah satu contoh yang telah berjalan pendirian Pemali Boarding School di Bangka Belitung, yang giat menerima siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.Sejak 2000, boarding school ini telah mendidik lebih dari 880 siswa dari Bangka Belitung, Riau, dan Kepulauan Riau. Selama periode 2022–2024, 69 alumninya berhasil menembus perguruan tinggi negeri favorit seperti ITB, UGM, dan UNPAD. Fasilitas asrama dan kurikulum terstruktur membantu siswa dari daerah terpencil belajar dalam lingkungan yang lebih kondusif.
Sejak 2024, MIND ID juga menggandeng TIMAH untuk memperkuat pendampingan belajar siswa kelas XI dan XII melalui Ruangguru. Sebanyak 72 siswa mengikuti bimbingan intensif selama satu tahun. Selain itu, MIND ID juga memberikan dukungan dana pendidikan bagi 108 siswa aktif, memastikan mereka dapat berfokus pada studi.
Lihat Juga :