Bitcoin Terkoreksi di Bawah USD90.000, Fundamental Kripto Dinilai Tetap Kuat

Kamis, 20 November 2025 - 08:27 WIB
loading...
A A A
Pada Rabu (19/11/2025), Bitcoin mulai menunjukkan tanda penguatan seiring ekspektasi likuiditas yang membaik di AS. The Fed berencana menghentikan penurunan neracanya serta membuka opsi operasi repo yang dapat menambah cadangan dana ke sistem keuangan. Namun beragam tekanan makro, seperti inflasi yang belum stabil dan pelemahan di sektor properti serta otomotif, membuat pemulihan harga masih tertahan.

Di sisi lain, perhatian pasar turut tertuju pada arah kebijakan regulator AS. Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) tidak lagi menempatkan kripto sebagai prioritas utama dalam agenda pemeriksaan 2026. Fokus lembaga tersebut bergeser ke isu fidusia, keamanan siber, privasi data, dan risiko teknologi seperti AI. Meski demikian, SEC tetap membuka ruang pemeriksaan pada aset kripto yang dinilai berisiko tinggi.

Koreksi yang terjadi saat ini dinilai bukan awal dari tren bearish baru. Tekanan lebih dipicu likuiditas yang mengetat, rotasi investor besar, serta ketidakpastian terkait arah suku bunga The Fed. Penundaan rilis data ekonomi penting, seperti CPI dan laporan tenaga kerja Oktober 2025 akibat shutdown pemerintah AS, turut menahan kepercayaan investor.

Baca Juga: Trump Kobarkan Perang Dagang Lagi ke China, Harga Bitcoin Tumbang dalam Sekejap

Antony menekankan bahwa gejolak harga tajam seperti ini merupakan bagian dari siklus normal pasar kripto. Ia menyebut koreksi cepat memang kerap memicu kecemasan, tetapi umumnya bersifat sementara. Menurutnya, pasar akan bergerak lebih rasional setelah volatilitas mereda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
Pasar Kripto Masih Sideways,...
Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Futures Bisa Jadi Alternatif Strategi
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
Upbit Indonesia: Peluang...
Upbit Indonesia: Peluang Karier di Industri Kripto Tak Terbatas untuk Developer
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Rekomendasi
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Berita Terkini
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved