Kilang LPG Cilamaya Siap Beroperasi, Perkuat Program Substitusi Impor dan Ketahanan Energi

Kamis, 20 November 2025 - 11:33 WIB
loading...
Kilang LPG Cilamaya...
Kilang LPG Recovery Cilamaya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat siap beroperasi. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional kembali menunjukkan hasil nyata dengan hampir rampungnya pembangunan Kilang LPG Recovery Cilamaya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kilang berkapasitas 40 MMSCFD tersebut kini telah mencapai sekitar 85% progres EPC (Engineering, Procurement, and Construction) dan ditargetkan beroperasi secara komersial sebelum akhir Januari 2026.

Pembangunan kilang LPG ini merupakan langkah strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang selaras dengan visi Nawa Cita dan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam kerangka "Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045", penguatan ketahanan energi dan pengurangan ketergantungan impor LPG menjadi agenda utama pemerintah.

Hidayat, selaku Project Manager, menegaskan keberadaan Kilang LPG Cilamaya merupakan upaya konkret pemerintah dan sektor swasta nasional dalam mengurangi ketergantungan LPG impor.

"Kilang ini dirancang untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan LPG nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi. Saat ini sebagian besar kebutuhan LPG domestik masih bergantung pada impor," ujar dia dalam pernyataannya, Kamis (20/11/2025).

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Siap Operasikan RFCC Terbesar di Balikpapan Kuartal IV-2025

Kebutuhan LPG nasional saat ini mencapai 6,5–7 juta ton per tahun atau sekitar 75–80 persen dari konsumsi dalam negeri. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Indonesia masih mengimpor LPG dari sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, dan Aljazair. “Upaya untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik melalui pembangunan kilang LPG baru dan optimalisasi fasilitas yang ada menjadi prioritas penting untuk memperkuat ketahanan energi dan mengurangi defisit neraca perdagangan migas,” jelas Hidayat.

Kilang LPG Recovery Cilamaya akan menerima pasokan bahan baku gas dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java (ONWJ). Fasilitas ini dirancang mampu memproduksi sekitar 178 metrik ton LPG per hari melalui penggunaan dua kolom fraksinasi dan satu kolom absorpsi, didukung sistem pendinginan gabungan dari MRU (Mechanical Refrigeration Unit) dan turbo expander untuk mengoptimalkan recovery propana dan butana.

Selain memperkuat pasokan LPG nasional, keberadaan kilang ini juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Selama tahap EPC, proyek menyerap sekitar 261 tenaga kerja lokal atau 60 persen dari total kebutuhan. Pada tahap operasi dan pemeliharaan selama 10 tahun ke depan, setidaknya 25 pekerja lokal akan direkrut sehingga diharapkan menciptakan multiplier effect bagi para pelaku usaha di sekitar wilayah proyek.

Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pertamina Perkuat Pengawasan Distribusi Energi dan Aktifkan Satgas Nataru

Demi mendukung operasional fasilitas tersebut, pengembang memilih bekerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk pemenuhan kebutuhan listrik sebesar 3.465 KVA per hari. Nilai transaksi berlangganan listrik mencapai Rp74,16 juta per hari, yang dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan membangun pembangkit mandiri.

"Penggunaan jaringan listrik nasional adalah bentuk dukungan terhadap infrastruktur kelistrikan yang telah tersedia, sekaligus sejalan dengan kebijakan pemerintah," kata Hidayat.



Partisipasi investasi swasta nasional dalam pembangunan kilang ini mencerminkan kepercayaan pelaku industri terhadap arah kebijakan pemerintah di sektor energi. Selain mendukung substitusi impor LPG, proyek ini juga menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

"Dengan begitu, inisiatif-inisiatif serupa dapat terus tumbuh dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional maupun kesejahteraan masyarakat luas," pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
Raffi Ahmad Beberkan...
Raffi Ahmad Beberkan Penyakit yang Membuatnya Harus Operasi Setelah Pulang Haji
Raffi Ahmad Jalani Operasi...
Raffi Ahmad Jalani Operasi Tengah Malam, Begini Kondisinya saat Ini
Rekomendasi
Tobat Jatuh Cinta Jadi...
Tobat Jatuh Cinta Jadi Sinetron Komedi Komunal Terbaru RCTI, Ini Cerita di Balik Produksinya
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Berita Terkini
Raih 3 Sertifikasi ISO,...
Raih 3 Sertifikasi ISO, Wavin Tegaskan Standar Global untuk Kualitas, Keberlanjutan, dan K3
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Memerah...
IHSG Ditutup Memerah ke Posisi 6.220, Ada 403 Saham Berjatuhan
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved