Pemerintah Diminta Perhatikan Investasi Usaha Mikro
Selasa, 15 September 2020 - 08:35 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
SEMARANG - Wakil Ketua DPR-RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Rumah Dinas Puri Gedeh, Jumat (11/9/2020). Pertemuan singkat tersebut membahas investasi Industri Kecil Menengah (IKM) dan omnibus law yang menguntungkan bagi usaha kecil menengah.
“Kami menyampaikan dan membahas bagaimana kondisi industri kecil menengah atau usaha kecil menengah di daerah-daerah. Khususnya sektor handicraft, mebel, tekstil, batik, dan juga sektor kuliner yang akan dikunjungi di daerah Jepara dan beberapa daerah lainnya," kata Rachmat Gobel, dalam siaran persnya, kemarin. (Baca: Berikut Sebaran Penambahan Kasus Corona di 34 Provinsi)
Dia menjelaskan dalam masa pandemi Covid-19 ini banyak hal yang bisa menjadikan kegiatan industri menurun. Di samping itu, pemerintah juga sedang mendorong dan menggodok undang-undang tentang tenaga kerja atau omnibus law.
"Nah, bagaimana itu (undang-undang) bisa mendukung industri kecil menengah. Untuk itu kami mengunjungi agar bisa mendapat masukan dan nanti bisa didiskusikan dengan pemerintah pusat," kata Rachmat.
Menurut dia, pemerintah dalam menarik investasi tidak hanya untuk usaha makro, tetapi juga harus memperhatikan investasi untuk usaha mikro. Hal ini juga harus menjadi kontrol bersama agar industri kecil tetap hidup dan berkembang, terutama pada masa pandemi Covid-19.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, kunjungan Rachmat Gobel di Jawa Tengah untuk melihat langsung apa yang terjadi di masyarakat serta suasana kebatinan masyarakat ketika pemerintah pusat dan DPR akan membahas undang-undang omnibus law, khususnya tentang investasi. (Baca juga: Sunan Giri Pendakwah Pertama di Bumi Kalimantan)
"Beliau mau lihat langsung kira-kira UKM itu ada di mana. Apakah bisa masuk dalam sistem undang-undang ini dan menguntungkan. Mana yang musti diproteksi, mana yang boleh dibuka, dan mana yang boleh setengah buka saja," katanya.
“Kami menyampaikan dan membahas bagaimana kondisi industri kecil menengah atau usaha kecil menengah di daerah-daerah. Khususnya sektor handicraft, mebel, tekstil, batik, dan juga sektor kuliner yang akan dikunjungi di daerah Jepara dan beberapa daerah lainnya," kata Rachmat Gobel, dalam siaran persnya, kemarin. (Baca: Berikut Sebaran Penambahan Kasus Corona di 34 Provinsi)
Dia menjelaskan dalam masa pandemi Covid-19 ini banyak hal yang bisa menjadikan kegiatan industri menurun. Di samping itu, pemerintah juga sedang mendorong dan menggodok undang-undang tentang tenaga kerja atau omnibus law.
"Nah, bagaimana itu (undang-undang) bisa mendukung industri kecil menengah. Untuk itu kami mengunjungi agar bisa mendapat masukan dan nanti bisa didiskusikan dengan pemerintah pusat," kata Rachmat.
Menurut dia, pemerintah dalam menarik investasi tidak hanya untuk usaha makro, tetapi juga harus memperhatikan investasi untuk usaha mikro. Hal ini juga harus menjadi kontrol bersama agar industri kecil tetap hidup dan berkembang, terutama pada masa pandemi Covid-19.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, kunjungan Rachmat Gobel di Jawa Tengah untuk melihat langsung apa yang terjadi di masyarakat serta suasana kebatinan masyarakat ketika pemerintah pusat dan DPR akan membahas undang-undang omnibus law, khususnya tentang investasi. (Baca juga: Sunan Giri Pendakwah Pertama di Bumi Kalimantan)
"Beliau mau lihat langsung kira-kira UKM itu ada di mana. Apakah bisa masuk dalam sistem undang-undang ini dan menguntungkan. Mana yang musti diproteksi, mana yang boleh dibuka, dan mana yang boleh setengah buka saja," katanya.
Lihat Juga :