Neraca Dagang Agustus 2020 Diprediksi Masih Surplus, Tapi Turun Tipis
Selasa, 15 September 2020 - 09:15 WIB
loading...
A
A
A
Kata dia, kinerja ekspor ditopang oleh aktivitas manufaktur dari mitra dagang utama Indonesia seperti Tiongkok, Jepang dan AS, seiring dengan kenaikan Purchase Manufacture Index (PMI).
"Ketiganya ke angka 53,1, 45,2, dan 53,1. Sementara harga komoditas ekspor juga cenderung mengalami kenaikan, seperti CPO yang secara bulanan naik 10,03%, dan karet, yang mengalami kenaikan harga hingga 22,63% di bulan Agustus," katanya.
Dia menambahkan terjadinya penurunan surplus diakibatkan oleh adanya kenaikan harga minyak dunia sebesar 5,81%. "Selain itu, kinerja aktivitas manufaktur domestik yang meningkat diperkirakan juga akan mendorong peningkatan bulanan kinerja impor non migas meskipun masih terbatas," tandasnya.
"Ketiganya ke angka 53,1, 45,2, dan 53,1. Sementara harga komoditas ekspor juga cenderung mengalami kenaikan, seperti CPO yang secara bulanan naik 10,03%, dan karet, yang mengalami kenaikan harga hingga 22,63% di bulan Agustus," katanya.
Dia menambahkan terjadinya penurunan surplus diakibatkan oleh adanya kenaikan harga minyak dunia sebesar 5,81%. "Selain itu, kinerja aktivitas manufaktur domestik yang meningkat diperkirakan juga akan mendorong peningkatan bulanan kinerja impor non migas meskipun masih terbatas," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :