AI Journey 2025 Soroti Pentingnya Solusi Berbasis AI dan Kolaborasi Global

Jum'at, 21 November 2025 - 23:43 WIB
loading...
AI Journey 2025 Soroti...
Konferensi AI Journey 2025 kembali mempertemukan para pemimpin teknologi, peneliti, dan pelaku industri dari berbagai negara untuk membahas perkembangan terbaru kecerdasan buatan (AI). Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Konferensi AI Journey 2025 kembali mempertemukan para pemimpin teknologi, peneliti, dan pelaku industri dari berbagai negara untuk membahas perkembangan terbaru kecerdasan buatan (AI) serta dampaknya bagi masyarakat global. Diskusi pleno utama bertajuk “Future with AI” diikuti oleh Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai pembicara dan dimoderatori oleh CEO dan Ketua Dewan Eksekutif Sberbank, Herman Gref.

Dalam diskusi pleno tersebut Presiden Putin menekankan, bahwa AI telah membuat inovasi besar dalam beberapa tahun terakhir dengan kemampuan mengambil keputusan secara otonom. "Teknologi ini kini menjadi elemen strategis, dan negara-negara terkemuka berlomba untuk memiliki model-model AI fundamental," ujar Putin, Kamis (20/11).

Pengembangan AI disebut sebagai salah satu upaya teknologi terbesar dalam sejarah, sebuah perkembangan yang relevan pula bagi banyak negara, termasuk Indonesia, yang tengah mempercepat pemanfaatan AI di berbagai sektor. Putin menambahkan bahwa infrastruktur untuk pengembangan model AI, termasuk pusat pemrosesan data dan komponen elektronik, harus diperkuat.

Baca Juga: Profesi yang Hilang Digantikan Kecerdasan Buatan

Penerapannya berbagai sektor perlu didukung oleh regulasi dan standar etika yang memadai. Hal ini menjadi faktor penting untuk memastikan kedaulatan, nilai, dan teknologi suatu negara.



Presiden Putin juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional melalui kerja sama bilateral maupun kemitraan organisasi antarpemerintah, untuk mendorong kolaborasi lintas-batas dalam pengembangan AI. Lebih lanjut Presiden Putin turut mengapresiasi Sberbank dan AI Alliance atas upayanya dalam mendorong nilai-nilai kemajuan dan menyatukan pemerintah, dunia usaha, dan akademisi dalam pengembangan teknologi.

Sementara itu CEO Sber Herman Gref menyampaikan bahwa AI sudah memengaruhi dan akan semakin membentuk seluruh aspek kehidupan, baik kesehatan, sains, pendidikan, ekonomi, dan industri. Gref turut menekankan bahwa salah satu tantangan terbesar saat ini adalah membantu masyarakat beradaptasi dengan perubahan cepat yang dihadirkan teknologi tersebut.

Diskusi pleno tersebut juga menghadirkan para ahli dari Rusia dan berbagai negara untuk membahas beragam transformasi spesifik yang didorong oleh perkembangan AI.

Evgeny Burnaev, profesor fisika dan matematika, serta Kepala AI Center Skoltech, menyampaikan bahwa AI akan mendorong industri berpindah dari sekadar otomatisasi menuju proses yang otonom.

Ke depannya, sistem AI yang saling berinteraksi akan mengelola proses di sektor manufaktur, logistik, energi, hingga layanan publik. Dengan begitu profesi baru seperti spesialis perancang program yang mana dapat memastikan sistem yang aman, terverifikasi, dan terpercaya.

Dr. Ajith Abraham, Rektor Sai University, Chennai, India membahas hasil studi yang dilakukan di bawah naungan International AI Alliance, yang didirikan pada AI Journey 2024.

Hasil studi menunjukkan bahwa AI generatif mempercepat riset ilmiah dan penemuan secara signifikan. Sebelumnya pemahaman industri memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun, namun kini dapat dilakukan dalam beberapa hari atau minggu berkat AI.

Chen Qiufan, penulis fiksi ilmiah “AI-2041: Ten Visions for Our Future” dan Presiden Kehormatan Asosiasi Penulis Fiksi Ilmiah Tiongkok, memaparkan visi masa depan di mana setiap orang memiliki dokter AI di ponsel untuk deteksi dini penyakit serta multiagen AI yang berperan sebagai tutor, manajer keuangan, instruktur yoga, dan psikolog, yang menurutnya akan mengubah kehidupan manusia secara fundamental.

Di kesempatan yang sama Herman Gref menyampaikan bahwa Rusia termasuk di antara tujuh negara di dunia yang memiliki rangkaian lengkap teknologi AI paling maju.

Presiden Rusia dan pemerintah membantu menjaga momentum pengembangan teknologi, sekaligus meningkatkan minat di kalangan mahasiswa, peneliti, pengusaha. Hal ini menjadi pembelajaran bagi Indonesia dalam memajukan tata kelola dan penerapan teknologi AI.

“Kita sedang memasuki era baru dalam eksistensi manusia dengan sangat cepat. Revolusi Industri berlangsung selama 200 tahun, sementara revolusi ini akan berlangsung 10 kali lebih cepat. Tanggung jawab kita adalah membantu masyarakat bertransisi dengan mulus tanpa guncangan dan tekanan," terang Gref.

Baca Juga: Digitalk: Growth Journey, Membangun Pelaku UMKM Tangguh Digital

"Kami akan melakukan segala hal untuk memastikan perkembangan teknologi dan daya saing negara kita. Saya berterima kasih kepada semua anggota International AI Alliance atas kesediaannya bekerja sama dalam mengembangkan teknologi kunci abad ini,” tutup CEO dan Ketua Dewan Eksekutif Sberbank, Herman Gref.

Tahun ini AI Journey turut menandai pertumbuhan International AI Alliance. Sebelumnya aliasi ini beranggotakan 17 asosiasi dan institusi nasional dari 14 negara, kini 11 asosiasi dan institusi pengembangan AI dari Brasil, Chile, Kongo, Mesir, India, Kenya, Oman, Afrika Selatan, Tanzania, Turki, dan Vietnam bergabung.

Penambahan anggota dari menegaskan meningkatnya kesadaran global bahwa kolaborasi lintas negara diperlukan untuk memastikan perkembangan AI yang aman, etis, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Di Luar Prediksi, Ekonomi...
Di Luar Prediksi, Ekonomi Singapura Tumbuh 6% Kuartal I-2026
White Paper MDI Ventures...
White Paper MDI Ventures Petakan Jalur Ekonomi Digital Inklusif di Indonesia
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Rekomendasi
Pianis Dunia Rueibin...
Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Berita Terkini
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved