Mendorong Reksa Dana Syariah Jadi Opsi Pengelolaan Wakaf Uang

Senin, 24 November 2025 - 21:26 WIB
loading...
Mendorong Reksa Dana...
Selain menjadi sumber modal yang sangat kompetitif karena cost of fund mendekati nol, wakaf produktif juga dapat dikombinasikan dengan berbagai skema investasi syariah yang inovatif. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Insight Investments Management (PT IIM) mendorong pemanfaatan wakaf uang sebagai aset produktif melalui instrumen Reksa Dana Syariah . Hal itu sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat pada instrumen wakaf yang berkelanjutan dan berdampak sosial luas.

Konsep ini memungkinkan dana wakaf tidak hanya menjadi donasi pasif, melainkan dikelola secara profesional agar terus tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang. Baca Juga: Berburu Cuan di Reksa Dana

Dalam diskusi panel bertajuk Pasar Modal Syariah yang diselenggarakan PT IIM dengan menggandeng partisipan dari berbagai perbankan syariah, universitas, serta yayasan dan lembaga sosial pada Senin 17 November 2025, Head of Sharia Investment Division dan Head of Investment Specialist PT IIM Suluh Tripambudi menyampaikan, bahwa wakaf memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi syariah melalui skema wakaf uang dan wakaf produktif yang kompetitif dan mudah diakses masyarakat.

“Selain menjadi sumber modal yang sangat kompetitif karena cost of fund mendekati nol, wakaf produktif juga dapat dikombinasikan dengan berbagai skema investasi syariah yang inovatif. Pendekatan ini membuka ruang partisipasi publik yang lebih inklusif. Secara keseluruhan, wakaf dapat menjadi solusi nyata atas tantangan sosial ekonomi Indonesia saat ini,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

Sebagai informasi, wakaf produktif merupakan konsep pengelolaan aset wakaf yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan berkelanjutan melalui aktivitas ekonomi produktif. Berbeda dengan wakaf konsumtif yang digunakan secara langsung untuk kebutuhan sosial, wakaf produktif mengubah aset (seperti tanah, bangunan, atau uang) menjadi modal usaha yang keuntungannya kemudian disalurkan untuk membiayai berbagai program dan membantu masyarakat.

Salah satu inovasi pada wakaf produktif berupa wakaf uang dapat dikembangkan melalui mekanisme sederhana yakni: dana wakaf (uang) disalurkan kepada nazhir, kemudian nazhir menginvestasikan ke Reksa Dana Syariah. Nilai rupiah awal investasi tetap utuh dan terus produktif, sementara hasil investasinya dapat dimanfaatkan kembali oleh nazhir dan disalurkan kepada Mauquf ‘Alaih (penerima manfaat wakaf).

Hasil pengembangan tersebut dapat digunakan untuk biaya operasional, program pemberdayaan, kegiatan CSR, hingga pembangunan fasilitas sosial yang sifatnya berkelanjutan. Implementasi mekanisme di atas harus sepenuhnya merujuk dan mematuhi semua peraturan dan pedoman yang dikeluarkan oleh regulator, meliputi Badan Wakaf Indonesia (BWI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Wakaf uang kini tidak lagi sekadar kontribusi sesaat. Melalui Reksa Dana Syariah, wakaf menjadi aset yang terus tumbuh, menghasilkan manfaat, dan memberikan dampak jangka panjang bagi umat,” ujar Suluh.

“Model ini menghadirkan cara baru berwakaf yang lebih produktif, transparan, dan terukur,” sambungnya.

Reksa Dana Syariah Unggulan PT IIM

Dalam acara yang sama, turut hadir Direktur PT IIM Ria M Warganda yang menyampaikan bahwa salah satu produk reksa dana syariah unggulan yang dihadirkan PT IIM adalah Reksa Dana Insight Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund). Produk ini memiliki rekam jejak panjang, relatif stabil, dan merupakan pionir pengelolaan investasi berbasis charity di Indonesia.

“Sejak diluncurkan pada 2005, I-Hajj Syariah Fund secara rutin memberangkatan jamaah umrah melalui penyisihan dana infaq. Sejak 2005 hingga Oktober 2025, inisiatif ini telah memberangkatkan lebih dari 1.169 jamaah kurang mampu yang memiliki kontribusi sosial di masyarakat untuk menjalankan ibadah haji atau umrah dan jumlah ini akan terus bertambah. Hal ini menjadikannya salah satu program charity-investments paling berkelanjutan di Tanah Air,” tuturnya.

Dari sisi performa, I-Hajj Syariah Fund kinerja iHajj menunjukkan konsistensi yang kuat dengan memberikan imbal hasil yang relatif stabil di segala kondisi pasar. Secara historikal I-Hajj Syariah Fund terbukti memberikan imbal hasil yang lebih baik dibandingkan benchmark ketika pasar mengalami krisis.

“Kinerja historis ini menunjukkan bahwa I-Hajj Syariah Fund tidak hanya mampu memberikan imbal hasil kompetitif, tetapi juga membuka ruang bagi dampak sosial yang terukur,” tutur Ria.

Selain I-Hajj Syariah Fund, produk reksa dana syariah unggulan lainnya yang dimiliki oleh PT IIM adalah Insight Simas Asna (I-Asna). Reksa dana pendapatan tetap ini bertujuan untuk memberikan potensi pertumbuhan di tengah ketidakpastian dan meraih momentum investasi dengan memadukan stabilitas dari pemilihan sukuk unggulan dengan potensi pertumbuhan dari capital gain pada sukuk negara.

“I-Asna sendiri secara historikal mampu memberikan imbal hasil yang lebih baik dibandingkan benchmark sejak peluncurannya (lihat Fig.3). Kami menerapkan strategi pengelolaan aktif dengan mengombinasikan sukuk korporasi sebagai sumber stabilitas dan likuiditas, serta menerapkan double buffer strategy, yaitu menggunakan sukuk berdurasi pendek sebagai jangkar stabilitas dan sukuk negara untuk menangkap peluang momentum capital gain,” jelas Ria.

Strategi ini ditempatkan secara strategis untuk menangkap potensi keuntungan di tengah tren penurunan suku bunga dan perbaikan kondisi pasar. Baik I-Hajj Syariah Fund maupun I-Asna telah memperoleh berbagai penghargaan bergengsi, baik di tingkat nasional maupun internasional dari lembaga terkemuka, seperti LSEG Lipper Fund Awards, Edvisor, IDX Channel, dan Infovesta.

“I-Hajj Syariah Fund maupun I-Asna merupakan dua reksa dana PT IIM dengan volatilitas medium, durasi menengah, yang sesuai untuk berinvestasi dalam jangka menengah hingga panjang, khususnya saat kondisi volatilitas pasar tinggi,” ujar Ria.

Baca Juga: Mau Investasi Reksa Dana, Begini Strategi Cerdasnya

Sementara itu bagi investor dengan time-horizon pendek, salah satu pilihan reksa dana PT yang cocok sebagai solusi investasi yang relatif aman dan optimal dengan likuiditas terjaga adalah Insight Money Syariah (I-Mosy).

“Insight Money Syariah (I-Mosy) adalah Reksa Dana Pasar Uang yang cocok untuk menyimpan dana idle atau dana yang akan digunakan dalam jangka pendek. Dengan profil risiko yang relatif rendah, I-Mosy menunjukkan sharpe ratio yang sangat baik artinya mampu memberi potensi imbal hasil optimal dengan tingkat risiko yang terjaga. Reksa dana ini juga mencatat kinerja historis yang baik,” jelas Ria.

“PT IIM mengandalkan tiga reksa dana syariah ini, I-Hajj Syariah Fund dengan rekam jejak kuat dan dampak sosial nyata, I-Asna yang tumbuh stabil melalui strategi aktif pada sukuk, serta I-Mosy yang likuid dan optimal untuk pengelolaan dana jangka pendek. Ketiganya dirancang untuk menghadirkan kinerja konsisten sekaligus manfaat sosial yang terukur,” pungkasnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Tips MotionTrade: Begini...
Tips MotionTrade: Begini Mekanisme Transaksi ETF di Pasar Modal
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
Mulai Investasi Saham...
Mulai Investasi Saham dan Reksa Dana? Cek & Ikuti Promo Combo Cuan 50 dari MNC Sekuritas
Sasar Investor Muda,...
Sasar Investor Muda, LINE Bank Hadirkan Fitur Investasi Reksa Dana
MNC Asset Management...
MNC Asset Management dan Ayovest Resmikan Kerja Sama Pemasaran Reksa Dana
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
Lindungi Aset Wakaf,...
Lindungi Aset Wakaf, Kemenag: 287.162 Bidang Tanah Umat Sudah Tersertifikasi
Masjid Nusantara dan...
Masjid Nusantara dan Cinta Quran Foundation Dorong Gerakan Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna
Rekomendasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved