Pentingnya Literasi Trading Forex Bagi Para Trader Pemula
Senin, 24 November 2025 - 21:34 WIB
loading...
Trading bukan ajang bertaruh, merubah nasib dalam satu malam. Trading adalah bisnis yang memerlukan strategi dan manajemen yang matang seperti bisnis lain pada umumnya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Generasi muda sekarang mudah FOMO dalam melihat iklan trading . Banyak sekali iklan iming-iming profit instan yang menjebak, seperti merubah dana kecil menjadi besar dalam waktu singkat, ini berbahaya.
Menurut Ahmad Darowardy, salah seorang trader profesional yang juga dikenal dengan Ardy CEO Trader, tidak adanya bekal ilmu serta pengalaman trading yang memadai membuat para trader pemula terjebak ke dalam pola pikir “kaya secara instan”.
Padahal trading bukan ajang bertaruh, merubah nasib dalam satu malam. Trading adalah bisnis yang memerlukan strategi dan manajemen yang matang seperti bisnis lain pada umumnya. Jika hanya terjebak dalam konsep bertaruh, yang terjadi seseorang tidak akan menjadi trader di market melainkan hanya menjadi gambler di market.
Baca Juga: Jurus Jitu Trading Forex Biar Untung Besar
Oleh sebab itu menurut Ahmad, literasi trading forex sangat penting bagi trader-trader di Indonesia agar memiliki mindset trading yang tepat. Ahmad sendiri adalah seorang trader profesional dan edukator finansial asal Indonesia. Ia dikenal luas melalui aktivitas berbagi pengetahuannya di media sosial, terutama TikTok, dan merupakan pendiri komunitas Sigma Sniper Trader.
Komunitas Sigma Sniper Trader memiliki anggota baik dari dalam maupun luar negeri. Melalui komunitas dan akun media sosialnya, Ia sering berbagi pengalaman dan wawasan seputar trading. Baca Juga: Tips Bermain Trading Forex yang Aman
Ardy memulai belajar trading forex secara otodidak pada usia 20 tahun. Setelah mengalami kerugian di awal perjalanannya, Ia melakukan evaluasi mendalam dan menemukan formula trading yang efektif baginya. Di usia 25 tahun, Ia berhasil mencapai Rp1 miliar pertamanya dan kemudian mendapatkan kesempatan untuk berkarir di institusi keuangan global.
Ardy memiliki sertifikat profesi sebagai futures advisory representative dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi ( Bappebti ) yang memberinya izin resmi untuk memberikan edukasi trading kepada masyarakat Indonesia. Ia juga merupakan anggota komunitas global, WikiFX Elite Club.
Ia telah menulis beberapa buku tentang analisis pasar keuangan, seperti "Analisis Fundamental Teori Ekonomi Makro dan Statistik", "Analisis Teknikal Supply and Demand", dan "Bloomberg Terminal".
Ditekankan juga olehnya bahwa trading bukanlah jalan pintas untuk menjadi kaya secara instan dan memperingatkan agar tidak mudah percaya pada iming-iming profit besar dalam waktu singkat. Ia mendorong pentingnya edukasi, manajemen risiko yang ketat, dan disiplin.
Ardy, CEO trader melalui komunitasnya sigma sniper trader sering membuat acara seminar-seminar trading untuk memberikan literasi trading yang benar. Beberapa kota pernah Ardy sambangi seperti di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Surabaya dan Bali.
“Seminar itu sebagai wadah kita untuk berbagi prespektif trading, edukasi ke masyarakat, serta cara kita mengukur antusias masyarakat pada trading forex. Acara-acara semacam ini cukup efektif untuk mencegah maraknya investasi-investasi bodong yang menimbulkan citra buruk terhadap industri trading di Indonesia".
Menurut Ardy, “Semakin masyarakat mendapatkan literasi trading yang benar semakin tidak laku penawaran-penawaran trading yang menjanjikan keuntungan yang tidak masuk akal.”
Pertumbuhan trader di Indonesia terhitung meningkat pesat seiring tingginya minat generasi muda untuk belajar trading. Trading menjadi solusi anak muda zaman sekarang untuk mencari cuan seiring sulitnya mencari lapangan pekerjaan karena kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
Menurut Ahmad Darowardy, salah seorang trader profesional yang juga dikenal dengan Ardy CEO Trader, tidak adanya bekal ilmu serta pengalaman trading yang memadai membuat para trader pemula terjebak ke dalam pola pikir “kaya secara instan”.
Padahal trading bukan ajang bertaruh, merubah nasib dalam satu malam. Trading adalah bisnis yang memerlukan strategi dan manajemen yang matang seperti bisnis lain pada umumnya. Jika hanya terjebak dalam konsep bertaruh, yang terjadi seseorang tidak akan menjadi trader di market melainkan hanya menjadi gambler di market.
Baca Juga: Jurus Jitu Trading Forex Biar Untung Besar
Oleh sebab itu menurut Ahmad, literasi trading forex sangat penting bagi trader-trader di Indonesia agar memiliki mindset trading yang tepat. Ahmad sendiri adalah seorang trader profesional dan edukator finansial asal Indonesia. Ia dikenal luas melalui aktivitas berbagi pengetahuannya di media sosial, terutama TikTok, dan merupakan pendiri komunitas Sigma Sniper Trader.
Komunitas Sigma Sniper Trader memiliki anggota baik dari dalam maupun luar negeri. Melalui komunitas dan akun media sosialnya, Ia sering berbagi pengalaman dan wawasan seputar trading. Baca Juga: Tips Bermain Trading Forex yang Aman
Ardy memulai belajar trading forex secara otodidak pada usia 20 tahun. Setelah mengalami kerugian di awal perjalanannya, Ia melakukan evaluasi mendalam dan menemukan formula trading yang efektif baginya. Di usia 25 tahun, Ia berhasil mencapai Rp1 miliar pertamanya dan kemudian mendapatkan kesempatan untuk berkarir di institusi keuangan global.
Ardy memiliki sertifikat profesi sebagai futures advisory representative dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi ( Bappebti ) yang memberinya izin resmi untuk memberikan edukasi trading kepada masyarakat Indonesia. Ia juga merupakan anggota komunitas global, WikiFX Elite Club.
Ia telah menulis beberapa buku tentang analisis pasar keuangan, seperti "Analisis Fundamental Teori Ekonomi Makro dan Statistik", "Analisis Teknikal Supply and Demand", dan "Bloomberg Terminal".
Ditekankan juga olehnya bahwa trading bukanlah jalan pintas untuk menjadi kaya secara instan dan memperingatkan agar tidak mudah percaya pada iming-iming profit besar dalam waktu singkat. Ia mendorong pentingnya edukasi, manajemen risiko yang ketat, dan disiplin.
Ardy, CEO trader melalui komunitasnya sigma sniper trader sering membuat acara seminar-seminar trading untuk memberikan literasi trading yang benar. Beberapa kota pernah Ardy sambangi seperti di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Surabaya dan Bali.
“Seminar itu sebagai wadah kita untuk berbagi prespektif trading, edukasi ke masyarakat, serta cara kita mengukur antusias masyarakat pada trading forex. Acara-acara semacam ini cukup efektif untuk mencegah maraknya investasi-investasi bodong yang menimbulkan citra buruk terhadap industri trading di Indonesia".
Menurut Ardy, “Semakin masyarakat mendapatkan literasi trading yang benar semakin tidak laku penawaran-penawaran trading yang menjanjikan keuntungan yang tidak masuk akal.”
Pertumbuhan trader di Indonesia terhitung meningkat pesat seiring tingginya minat generasi muda untuk belajar trading. Trading menjadi solusi anak muda zaman sekarang untuk mencari cuan seiring sulitnya mencari lapangan pekerjaan karena kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
(akr)
Lihat Juga :