Lewat Proyek NCICD, Brantas Abipraya Gelar Sertifikasi SKK dan K3
Senin, 24 November 2025 - 22:39 WIB
loading...
A
A
A
Sertifikasi ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) unggulan perusahaan, yakni Abipraya Pintar yang sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto ke-5, yaitu peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Dengan mengintegrasikan peningkatan kompetensi dan fokus K3 dalam satu program Abipraya Pintar, BUMN konstruksi ini memastikan bahwa setiap proyek yang dikerjakan dibangun oleh tenaga terampil yang bekerja dalam lingkungan yang aman dan sehat.
Salah satu peserta sertifikasi, Faisal menjelaskan bahwa manfaat yang dirasakan setelah mendapatkan pembekalan dan sertifikasi membuatnya menjadi lebih percaya diri dalam melakukan pekerjaan di lapangan, khususnya untuk mengidentifikasi potensi-potensi kecelakaan kerja dan memitigasi risiko-risiko yang kemungkinan terjadi di lingkungan proyek.
Program pelatihan yang mengadopsi Creating Shared Value (CSV) selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) untuk meningkatkan kompetensi pekerja dan mendorong perusahaan memberikan kontribusi pada peningkatan SDM nasional. Dengan langkah ini, Brantas Abipraya tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun fondasi SDM yang kuat, kompeten, dan terlindungi.
Sebagai informasi, sebelumnya Brantas Abipraya juga telah menggelar program pelatihan dan sertifikasi di SKK dan K3 di Site Peralatan dan Precast Pabrik Subang (23/10). Total peserta yang mengikuti program pelatihan dan sertifikasi ini adalah sebanyak 49 peserta dengan rincian SKK sebanyak 34 peserta dan Sertifikasi K3 sebanyak 15 peserta.
Melalui strategi ini, Brantas Abipraya tidak hanya berperan sebagai pelaksana proyek strategis nasional, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan SDM yang unggul, berdaya saing di sektor konstruksi, serta sekaligus memastikan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan bagi seluruh pekerjanya.
Salah satu peserta sertifikasi, Faisal menjelaskan bahwa manfaat yang dirasakan setelah mendapatkan pembekalan dan sertifikasi membuatnya menjadi lebih percaya diri dalam melakukan pekerjaan di lapangan, khususnya untuk mengidentifikasi potensi-potensi kecelakaan kerja dan memitigasi risiko-risiko yang kemungkinan terjadi di lingkungan proyek.
Program pelatihan yang mengadopsi Creating Shared Value (CSV) selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) untuk meningkatkan kompetensi pekerja dan mendorong perusahaan memberikan kontribusi pada peningkatan SDM nasional. Dengan langkah ini, Brantas Abipraya tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun fondasi SDM yang kuat, kompeten, dan terlindungi.
Sebagai informasi, sebelumnya Brantas Abipraya juga telah menggelar program pelatihan dan sertifikasi di SKK dan K3 di Site Peralatan dan Precast Pabrik Subang (23/10). Total peserta yang mengikuti program pelatihan dan sertifikasi ini adalah sebanyak 49 peserta dengan rincian SKK sebanyak 34 peserta dan Sertifikasi K3 sebanyak 15 peserta.
Melalui strategi ini, Brantas Abipraya tidak hanya berperan sebagai pelaksana proyek strategis nasional, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan SDM yang unggul, berdaya saing di sektor konstruksi, serta sekaligus memastikan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan bagi seluruh pekerjanya.
Lihat Juga :