Terungkap! Anggur Kemasan yang Beredar di RI Banyak Diimpor dari China
Selasa, 15 September 2020 - 12:31 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan pemicu impor pada bulan ini karena ada peningkatan impor sejumlah barang konsumsi dan bahan baku. Sementara itu, secara tahunan seluruh jenis barang berdasarkan penggunaan mengalami kontraksi. Barang konsumsi turun sebesar 12,49% , bahan baku/penolong minus 24,93%, dan barang modal turun 27,55% . "Impor utama kita tetap dari China, Jepang, dan Singapura," jelasnya.
Baca Juga: Mantap! Neraca Dagang Agustus 2020 Surplus USD2,33 Miliar
Disamping impor juga disumbang dua komoditas yakni migas dan non migas yang mengalami peningkatan dibandingkan bulan Juli. Adapun sektor migas mengalami kenaikan 0,88%. Lalu sektor non migas mengalami kenaikan 3,01%. "Impor ini terjadi baik migas dan non migas. Impor migas mencapai USD10,74 miliar sedangkan non migas mencapai USD9,79 miliar," ujar dia.
Baca Juga: Mantap! Neraca Dagang Agustus 2020 Surplus USD2,33 Miliar
Disamping impor juga disumbang dua komoditas yakni migas dan non migas yang mengalami peningkatan dibandingkan bulan Juli. Adapun sektor migas mengalami kenaikan 0,88%. Lalu sektor non migas mengalami kenaikan 3,01%. "Impor ini terjadi baik migas dan non migas. Impor migas mencapai USD10,74 miliar sedangkan non migas mencapai USD9,79 miliar," ujar dia.
(nng)
Lihat Juga :