BI Mulai Resah dengan Maraknya Uang Kripto, Singgung Perlunya Rupiah Digital

Sabtu, 29 November 2025 - 16:04 WIB
loading...
BI Mulai Resah dengan...
Bank Indonesia menegaskan pentingnya kehadiran mata uang digital untuk mengendalikan maraknya mata uang kripto. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan pentingnya kehadiran mata uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC) sebagai langkah antisipatif menghadapi perkembangan pesat aset kripto. Ia menilai Indonesia perlu memiliki instrumen resmi yang mampu menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah penetrasi uang kripto dan stablecoin yang semakin masif.

"Maraknya uang kripto dan stable coin pihak swasta. Belum ada pengaturan dan pengawasan yang jelas, di sinilah perlunya central bank digital currency," ujar Perry dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) dikutip pada Sabtu (29/11/2025).

Baca Juga: Bitcoin Terkoreksi di Bawah USD90.000, Fundamental Kripto Dinilai Tetap Kuat

Menurut Perry, CBDC diperlukan untuk menutup celah risiko yang kian meningkat akibat belum adanya regulasi dan pengawasan komprehensif terhadap aset kripto di Indonesia. Stablecoin yang nilainya dipatok pada mata uang atau komoditas tertentu pun dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian bila tidak berada dalam kerangka pengawasan resmi negara.



Ia menjelaskan, fenomena lonjakan penggunaan kripto kini bahkan masuk dalam radar utama BI. Bank Sentral menempatkannya sebagai salah satu dari lima faktor global yang akan mendorong ketidakpastian ekonomi pada 2026–2027, bersandingan dengan dinamika kebijakan tarif Amerika Serikat, perlambatan ekonomi dunia, serta tingginya utang pemerintah dan suku bunga acuan di negara maju.

Selain itu, kerentanan sistem keuangan global juga kian meningkat seiring membengkaknya aktivitas transaksi produk derivatif, terutama oleh hedge fund. Menurut BI, akumulasi berbagai tekanan tersebut berpotensi memberikan dampak negatif bagi banyak negara, termasuk Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
BI Blak-blakan soal...
BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
Rupiah Ditutup Melemah,...
Rupiah Ditutup Melemah, Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Rekomendasi
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Terinspirasi Rafathar,...
Terinspirasi Rafathar, Nagita Slavina Gelar Kompetisi Basket SMA
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved