BI Mulai Resah dengan Maraknya Uang Kripto, Singgung Perlunya Rupiah Digital
Sabtu, 29 November 2025 - 16:04 WIB
loading...
A
A
A
"Kelima gejolak global tersebut berdampak negatif ke berbagai negara. Indonesia, tidak terkecuali perlu merespon dengan kebijakan yang tepat, menjaga stabilitas, mendorong pertumbuhan lebih tinggi dan berdaya tahan, tangguh dan mandiri," kata Perry.
Baca Juga: Shutdown AS Berakhir, Harga Bitcoin Tergelincir di Bawah USD100.000
Ia menegaskan, respons kebijakan yang solid memerlukan sinergi kuat antarotoritas. Kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci agar Indonesia dapat mengamankan stabilitas makroekonomi dan menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian eksternal yang masih besar.
"Dengan sinergi itu, InsyaAllah kinerja ekonomi Indonesia tahun 2026–2027 akan lebih baik. Pertumbuhan lebih tinggi, konsumsi dan investasi meningkat, ekspor cukup baik di tengah perlambatan ekonomi dunia, inflasi terkendali dalam sasaran," ujar Perry.
Baca Juga: Shutdown AS Berakhir, Harga Bitcoin Tergelincir di Bawah USD100.000
Ia menegaskan, respons kebijakan yang solid memerlukan sinergi kuat antarotoritas. Kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci agar Indonesia dapat mengamankan stabilitas makroekonomi dan menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian eksternal yang masih besar.
"Dengan sinergi itu, InsyaAllah kinerja ekonomi Indonesia tahun 2026–2027 akan lebih baik. Pertumbuhan lebih tinggi, konsumsi dan investasi meningkat, ekspor cukup baik di tengah perlambatan ekonomi dunia, inflasi terkendali dalam sasaran," ujar Perry.
(nng)
Lihat Juga :