Shutdown AS Berakhir, Harga Bitcoin Tergelincir di Bawah USD100.000

Sabtu, 15 November 2025 - 09:30 WIB
loading...
Shutdown AS Berakhir,...
Pasar aset kripto kembali menunjukkan tekanan jangka pendek usai shutdown AS berakhir. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Pasar aset kripto kembali menunjukkan tekanan jangka pendek. Harga Bitcoin (BTC) terkoreksi dan bergerak di bawah level psikologis USD100.000 di kisaran USD96.000. Pelemahan ini terjadi setelah Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengakhiri fase shutdown yang berlangsung selama 43 hari.

Shutdown terpanjang dalam sejarah AS itu berakhir setelah Presiden Donald Trump menandatangani rancangan anggaran pada Rabu (13/11) waktu setempat. Kebijakan ini memulihkan pendanaan federal hingga 30 Januari 2026.



Dengan beroperasinya kembali pemerintah AS, lembaga regulator kunci seperti Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dapat melanjutkan fungsi pengawasan dan agenda regulasi di sektor keuangan, termasuk aset kripto. Namun, reaksi pasar terhadap berakhirnya shutdown ternyata tidak serta-merta memicu pemulihan harga. Vice President of Indodax, Antony Kusuma, menilai fluktuasi harga saat ini harus dilihat sebagai bagian dari konsolidasi menuju fase pematangan pasar.

"Kebijakan suku bunga The Fed memiliki imbas terhadap pergerakan harga Bitcoin. Selain itu, selama arah kebijakan masih belum pasti, volatilitas pasar akan tetap tinggi karena investor cenderung menunggu kejelasan sebelum kembali masuk," ujar Antony dalam pernyataannya, Sabtu (14/11/2025).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Rekomendasi
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved