Di Tengah Pandemi, Penyaluran Pinjaman Akseleran Tumbuh 12,6%
Selasa, 15 September 2020 - 13:33 WIB
loading...
CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Tambunan bersama tim manajemen dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (15/9/2020). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Di tengah kondisi pandemi Covid-19, perusahaan fintech P2P Lending Akseleran masih terus mencatatkan pertumbuhan. Dari Januari 2020 hingga awal September 2020, penyaluran pinjaman usaha Akseleran tercatat tumbuh 12,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.
CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Tambunan menjelaskan, per Agustus 2020 penyaluran pinjaman bulanan Akseleran sudah kembali ke level Rp80 miliar per bulan. Ivan mengatakan bahwa pertumbuhan tersebut sejalan dengan perbaikan kualitas pinjaman Akseleran, dimana tingkat kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) mampu ditekan di bawah angka 0,3% , menurun dibandingkan NPL di akhir tahun 2019 yang sebesar 0,7%.
(Baca Juga: Akseleran Siapkan Strategi Mitigasi Risiko Kredit di Masa New Normal)
"Setelah Covid-19 mewabah di Indonesia, di Mei penyaluran pinjaman kami memang sempat menurun hingga 38,7% jika dibandingkan realisasi di Januari 2020. Akan tetapi, sejak Juni mulai naik kembali dan begitupun di Juli hingga sekarang penyaluran pinjaman usaha Akseleran sudah on-track menuju angka Rp90 miliar per bulan," ungkap Ivan di Jakarta, Selasa (15/9/2020).
Capaian penyaluran pinjaman tersebut, kata dia, merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah Akseleran beroperasi selama tiga tahun terakhir. Dengan kembali diberlakukannya PSBB di Jakarta, Ivan menyampaikan, momentum pertumbuhan Akseleran yang secara konsisten terus terjadi diharapkan dapat membantu untuk mempertahankan performa perusahaan hingga akhir tahun 2020. Dia menerangkan, Akseleran masih tetap optimis untuk dapat menyalurkan pinjaman usaha pada tahun ini hingga sebesar Rp1 triliun, dengan tetap menjaga tingkat NPL di bawah 1% dari total penyaluran pinjaman.
CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Tambunan menjelaskan, per Agustus 2020 penyaluran pinjaman bulanan Akseleran sudah kembali ke level Rp80 miliar per bulan. Ivan mengatakan bahwa pertumbuhan tersebut sejalan dengan perbaikan kualitas pinjaman Akseleran, dimana tingkat kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) mampu ditekan di bawah angka 0,3% , menurun dibandingkan NPL di akhir tahun 2019 yang sebesar 0,7%.
(Baca Juga: Akseleran Siapkan Strategi Mitigasi Risiko Kredit di Masa New Normal)
"Setelah Covid-19 mewabah di Indonesia, di Mei penyaluran pinjaman kami memang sempat menurun hingga 38,7% jika dibandingkan realisasi di Januari 2020. Akan tetapi, sejak Juni mulai naik kembali dan begitupun di Juli hingga sekarang penyaluran pinjaman usaha Akseleran sudah on-track menuju angka Rp90 miliar per bulan," ungkap Ivan di Jakarta, Selasa (15/9/2020).
Capaian penyaluran pinjaman tersebut, kata dia, merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah Akseleran beroperasi selama tiga tahun terakhir. Dengan kembali diberlakukannya PSBB di Jakarta, Ivan menyampaikan, momentum pertumbuhan Akseleran yang secara konsisten terus terjadi diharapkan dapat membantu untuk mempertahankan performa perusahaan hingga akhir tahun 2020. Dia menerangkan, Akseleran masih tetap optimis untuk dapat menyalurkan pinjaman usaha pada tahun ini hingga sebesar Rp1 triliun, dengan tetap menjaga tingkat NPL di bawah 1% dari total penyaluran pinjaman.
Lihat Juga :