Akseleran Siapkan Strategi Mitigasi Risiko Kredit di Masa New Normal
Rabu, 03 Juni 2020 - 14:48 WIB
loading...
Fintech P2P lending Akseleran telah menyiapkan strategi guna memitigasi risiko kreditnya di masa tatanan kenormalan baru. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menyambut new normal atau tatanan kenormalan baru, fintech berbasis peer to peer (P2P) Lending Akseleran menyiapkan sejumlah strategi untuk memitigasi risiko kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di tengah kembali menggeliatnya para pelaku usaha yang membutuhkan pinjaman sekaligus mendukung kebangkitan perekonomian nasional.
Meski masih dibayangi oleh penyebaran pandemi Covid-19, tercatat selama lima bulan terakhir di tahun 2020, Akseleran berhasil menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp300 miliar atau naik 5% dibandingkan periode yang sama di Mei 2019.
Chief Credit Officer & Co-Founder Akseleran Christopher Gultom mengatakan bahwa Akseleran masih berfokus kepada sektor seputar konstruksi, pertambangan minyak dan gas, logistik, dan trading. Menurutnya, Akseleran tetap berkomitmen untuk menyalurkan pinjaman usaha kepada setiap pelaku usaha yang mengajukan pinjaman yang memang layak memperoleh pinjaman sekaligus mendukung mereka di saat situasi sulit seperti sekarang.
"Meski demikian, kami juga selalu memperhatikan untuk memberikan kenyamanan kepada para pemberi pinjaman Akseleran, terutama dalam masa pandemi seperti ini dimana setiap lender cenderung akan lebih konservatif dalam menyalurkan pinjaman. Maka dari itu, penting buat kami untuk melakukan sejumlah strategi dalam memitigasi risiko terjadinya NPL," ujar Christopher di Jakarta, Rabu (3/6/2020).
(Baca Juga: Penyaluran Pinjaman Fintech Naik 208,83% Capai Rp102,53 Triliun)
Meski masih dibayangi oleh penyebaran pandemi Covid-19, tercatat selama lima bulan terakhir di tahun 2020, Akseleran berhasil menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp300 miliar atau naik 5% dibandingkan periode yang sama di Mei 2019.
Chief Credit Officer & Co-Founder Akseleran Christopher Gultom mengatakan bahwa Akseleran masih berfokus kepada sektor seputar konstruksi, pertambangan minyak dan gas, logistik, dan trading. Menurutnya, Akseleran tetap berkomitmen untuk menyalurkan pinjaman usaha kepada setiap pelaku usaha yang mengajukan pinjaman yang memang layak memperoleh pinjaman sekaligus mendukung mereka di saat situasi sulit seperti sekarang.
"Meski demikian, kami juga selalu memperhatikan untuk memberikan kenyamanan kepada para pemberi pinjaman Akseleran, terutama dalam masa pandemi seperti ini dimana setiap lender cenderung akan lebih konservatif dalam menyalurkan pinjaman. Maka dari itu, penting buat kami untuk melakukan sejumlah strategi dalam memitigasi risiko terjadinya NPL," ujar Christopher di Jakarta, Rabu (3/6/2020).
(Baca Juga: Penyaluran Pinjaman Fintech Naik 208,83% Capai Rp102,53 Triliun)
Lihat Juga :