6.000 Pesawat Airbus A320 Ditarik karena Masalah Perangkat Lunak, Ini Update Terbarunya

Minggu, 30 November 2025 - 10:48 WIB
loading...
6.000 Pesawat Airbus...
Raksasa dirgantara yang berbasis di Prancis itu menerangkan, bahwa ada sekitar 6.000 pesawat A320 yang terdampak karena memerlukan pembaruan perangkat lunak secepatnya. Foto: Dok Airbus, Sylvain Ramadier
A A A
JAKARTA - Ribuan pesawat Airbus sempat ditarik menyusul peringatan bahwa radiasi matahari dapat mengganggu komputer di dalam pesawat. Raksasa dirgantara yang berbasis di Prancis itu menerangkan, bahwa ada sekitar 6.000 pesawat A320 yang terdampak karena memerlukan pembaruan perangkat lunak secepatnya.

Sedangkan 900 pesawat yang umurnya lebih tua membutuhkan penggantian komputer. Pada hari Sabtu kemarin, Menteri Transportasi Prancis Philippe Tabarot mengatakan pembaruan tersebut "berjalan dengan sangat lancar".

Dimana tercatat ada lebih dari 5.000 pesawat sudah selesai diperbaiki, dan kurang lebih 100 lagi masih memerlukan pembaruan. CEO Airbus, Guillaume Faury meminta maaf atas yang dia sebut sebagai "tantangan logistik dan keterlambatan".

Baca Juga: Penerbangan dengan Pesawat Airbus A320 Berpotensi Delay hingga 4 Desember, Ini Sebabnya

Dia menekankan tim Airbus sedang bekerja untuk memastikan pembaruan selesai "secepat mungkin". Pada Sabtu pagi waktu setempat, beberapa penerbangan Air France dari Bandara Charles de Gaulle Paris mengalami penundaan atau dibatalkan.

American Airlines mengatakan pihaknya memperkirakan ada "penundaan operasional", tetapi menambahkan bahwa sebagian besar pembaruan akan dilaksanakan pada hari Sabtu. Sedangkan Delta Airlines mengungkapkan pihaknya yakin dampak terhadap operasional hanya terbatas.



Otoritas Penerbangan Sipil Inggris mengatakan, bahwa maskapai yang beroperasi di negara tersebut bekerja semalaman untuk melakukan pembaruan dan lalu lintas udara tidak terlalu terpengaruh.

Di sisi lain Bandara Gatwick London melaporkan ada "beberapa gangguan", sementara Heathrow mengatakan tidak mengalami pembatalan penerbangan . Selain itu Bandara Manchester mengatakan tidak mengantisipasi masalah yang signifikan, dan Bandara Luton melaporkan bahwa "tidak ada dampak terlalu besar".

British Airways dan Air India diketahui juga tidak terlalu terdampak oleh masalah ini. Pada akhir pekan, Easyjet mengutarakan telah menyelesaikan pembaruan dengan "jumlah pesawat yang signifikan", dan berencana beroperasi seperti biasa. Ditambah Wizz Air juga beroperasi normal, setelah melakukan pembaruan.

Selanjutnya di Australia, maskapai berbiaya rendah Jetstar membatalkan 90 penerbangan. Sebagian besar pesawatnya kini telah menjalani pembaruan, tetapi beberapa gangguan diperkirakan masih terjadi sepanjang akhir pekan.

Beda lagi dengan Air New Zealand yang menangguhkan penerbangan pesawat A320-nya, tetapi semua penerbangan kini telah dilanjutkan setelah pembaruan selesai dilakukan. Baca Juga: Kedatangan Armada ke-10 Airbus A320, Pelita Air Siap Hadapi Periode Nataru

Sebagai informasi Airbus menemukan masalah tersebut setelah sebuah pesawat JetBlue Airways yang terbang antara AS dan Meksiko tiba-tiba kehilangan ketinggian dan mendarat darurat pada bulan Oktober. Setidaknya 15 orang terluka pada insiden tersebut.

Perusahaan mengidentifikasi adanya masalah pada perangkat lunak komputer pesawat yang menghitung elevasi pesawat, dan menemukan bahwa pada ketinggian tinggi, data dapat rusak oleh radiasi intens yang dilepaskan secara periodik oleh Matahari.

Selain A320, pesawat terlaris Airbus seperti model A318, A319, dan A321 juga terkena dampak. Sedangkan pesawat yang lebih tua membutuhkan komputer baru. Lamanya waktu penggantian tergantung pada ketersediaan komputer.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
Harga Avtur Domestik...
Harga Avtur Domestik Turun hingga 10 Persen Mulai 1 Juni 2026, Kabar Baik buat Industri Penerbangan
AS Bakal Batasi Penerbangan...
AS Bakal Batasi Penerbangan Internasional, Picu Kekacuan Jutaan Penumpang Global
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Rekomendasi
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved