Tinggalkan Dolar AS, Ekspor Daging Babi Rusia ke China Tembus 80.000 Ton
Senin, 01 Desember 2025 - 09:12 WIB
loading...
A
A
A
Lonjakan volume tersebut sekaligus mencerminkan kuatnya permintaan daging babi di China serta keberhasilan diplomasi ekonomi yang dijalankan Rusia dan negara-negara BRICS. Kerja sama keduanya dinilai memberi momentum baru bagi upaya membangun sistem perdagangan global yang lebih multipolar.
Selain daging babi, pola transaksi serupa mulai meluas ke komoditas pertanian lainnya, termasuk kedelai. China juga membuka akses pasar bagi Afrika Selatan dengan nilai perdagangan mencapai USD23,3 juta, yang disebut menjadi angin segar bagi petani setempat di tengah penyusutan akses mereka ke pasar AS.
Baca Juga: Indonesia Lanjutkan Aksi Dedolarisasi, Transaksi Mata Uang Lokal Tembus Rp191 Triliun
Pergeseran arah kerja sama China yang semakin proaktif membuka perdagangan dengan mitra non-AS ini kontras dengan intensifikasi kebijakan proteksionisme dan tarif yang diterapkan Washington. Kondisi tersebut memberi tekanan tambahan bagi sektor pertanian Amerika, sekaligus memperkuat posisi negara-negara BRICS dalam arsitektur perdagangan global yang tak lagi bertumpu pada dolar.
Selain daging babi, pola transaksi serupa mulai meluas ke komoditas pertanian lainnya, termasuk kedelai. China juga membuka akses pasar bagi Afrika Selatan dengan nilai perdagangan mencapai USD23,3 juta, yang disebut menjadi angin segar bagi petani setempat di tengah penyusutan akses mereka ke pasar AS.
Baca Juga: Indonesia Lanjutkan Aksi Dedolarisasi, Transaksi Mata Uang Lokal Tembus Rp191 Triliun
Pergeseran arah kerja sama China yang semakin proaktif membuka perdagangan dengan mitra non-AS ini kontras dengan intensifikasi kebijakan proteksionisme dan tarif yang diterapkan Washington. Kondisi tersebut memberi tekanan tambahan bagi sektor pertanian Amerika, sekaligus memperkuat posisi negara-negara BRICS dalam arsitektur perdagangan global yang tak lagi bertumpu pada dolar.
(nng)
Lihat Juga :