Surplus Perdagangan Indonesia Terus Naik, Sinyal Ketahanan Ekonomi Kuat Jelang Akhir 2025
Selasa, 02 Desember 2025 - 17:48 WIB
loading...
A
A
A
Kontribusi ketiga negara ini sekitar 41,84% dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari–Oktober 2025. Tiongkok tetap menjadi pasar ekspor utama komoditas nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD52,45 miliar (23,51%), disusul Amerika Serikat sebesar USD25,56 miliar (11,46%) dan India sebesar USD15,32 miliar (6,87%).
Sementara itu, nilai impor juga mengalami kenaikan, meski dengan laju lebih lambat. Sepanjang Januari–Oktober 2025, impor naik 2,19%. Peningkatan terbesar terjadi pada barang modal, yang menandakan aktivitas produksi dan investasi masih bergerak.
Baca Juga: Konsumsi Masyarakat Menggeliat, Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Makin Kuat
Kombinasi antara ekspor yang terus tumbuh dan impor barang modal yang menguat memberi sinyal positif bagi perekonomian nasional. Pertumbuhan impor barang modal sering menjadi indikator peningkatan produksi di sektor industri dan manufaktur, yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi lebih tinggi.
Sementara itu, nilai impor juga mengalami kenaikan, meski dengan laju lebih lambat. Sepanjang Januari–Oktober 2025, impor naik 2,19%. Peningkatan terbesar terjadi pada barang modal, yang menandakan aktivitas produksi dan investasi masih bergerak.
Baca Juga: Konsumsi Masyarakat Menggeliat, Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Makin Kuat
Kombinasi antara ekspor yang terus tumbuh dan impor barang modal yang menguat memberi sinyal positif bagi perekonomian nasional. Pertumbuhan impor barang modal sering menjadi indikator peningkatan produksi di sektor industri dan manufaktur, yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi lebih tinggi.
(nng)
Lihat Juga :