Indonesia Kalah Jauh, Menko Airlangga: Hanya Punya 25 Startup AI, Singapura Hampir 300

Senin, 01 Desember 2025 - 17:43 WIB
loading...
Indonesia Kalah Jauh,...
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyoroti minimnya jumlah startup berbasis artificial intelligence (AI) di Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyoroti minimnya jumlah startup berbasis artificial intelligence (AI) di Indonesia. Ia menyebut, berdasarkan survei Google terbaru, jumlah startup AI di Tanah Air masih tertinggal jauh dibandingkan negara tetangga.

"Indonesia hanya punya 25 startup AI. Bandingkan dengan Singapura yang sudah hampir 300 startup AI," ungkap Menko Airlangga dalam OECD Asia Roundtable on Digital Finance 2025, secara virtual, Senin (1/12/2025).

Baca Juga: Startup AI Lokal Tembus Panggung Dunia: Kisah AJARI yang Guncang Abu Dhabi

Kondisi ini menurutnya menjadi peluang besar bagi pelaku usaha di dalam negeri untuk mengembangkan inovasi dan memperkuat ekosistem teknologi lokal. Menurutnya Indonesia memiliki potensi besar yang belum dioptimalkan, terutama dari sisi ketersediaan data.

"Jadi ini juga satu hal yang bisa kita tarik kesempatan, apalagi kita punya data kuat," lanjutnya.



Menko Airlangga mencontohkan ekosistem data kesehatan nasional yang sangat masif, yang bisa digunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan maupun pengembangan teknologi.

"Kesehatan BPJS saja punya seratusan juta, dan ini bisa untuk memperbaiki. Bahkan Bill Gates pun mendukung research untuk vaksin TB ino berbasis kepada data yang ada di kesehatan Indonesia," paparnya.

Airlangga juga menekankan peran penting Artificial Intelligence dalam membangun masa depan ekonomi dan keuangan digital yang lebih tangguh. Ungkapnya bahwa pembangunan fondasi AI memerlukan empat pilar utama, yang disebutnya 4C yakni Connectivity, Computing capacity, Context dan Competence.

Baca Juga: Bisnis Startup Energi Butuh Dukungan Regulasi

Ia menjelaskan, upaya Indonesia dalam memperkuat pilar-pilar tersebut, seperti memperluas jaringan serat optik (connectivity), memberi insentif kepada pusat data domestik (computing capacity), mengembangkan AI yang relevan secara lokal (context), dan mengatasi kesenjangan talenta digital (competence).

Menko Airlangga menambahkan bahwa pertumbuhan pendapatan untuk aplikasi berbasis AI cukup kuat, dan investasi swasta di bidang AI mencapai USD91 juta dari akhir 2024 hingga pertengahan 2025. Sentimen publik sangat optimistis, dengan 56% pekerja percaya bahwa AI akan meningkatkan produktivitas, menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai pasar AI potensial terbesar di Asia.

“Selain itu, sektor keuangan juga harus berinovasi. Aplikasi AI skala kecil dapat memperluas akses ke perbankan digital, keuangan mikro, dan perangkat pendukung pembuatan keputusan UKM,” pungkas Airlangga.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
Pajak Digital Tembus...
Pajak Digital Tembus Rp52,85 Triliun per Mei 2026, Ini 4 Pilar Penopangnya
Spillify.io Hubungkan...
Spillify.io Hubungkan Brand dan Konsumen, Ngespill Produk Bisa Dapat Cuan
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai $10,9 Miliar?
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Rekomendasi
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
Tak Kalah Canggih dengan...
Tak Kalah Canggih dengan Israel, Indonesia Punya Iron Dome NASAMS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved