Minta Izin Usaha Dipermudah, Mentan Ungkap Potensi Hilirisasi Kelapa Rp5.000 Triliun

Selasa, 02 Desember 2025 - 17:49 WIB
loading...
Minta Izin Usaha Dipermudah,...
Mentan Amran menekankan peluang besar hilirisasi sektor pertanian jika perizinan dipermudah. Ia mencontohkan nilai hilirisasi kelapa totalnya mencapai Rp5.000 triliun atau setara satu setengah APBN. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian ( Mentan ), Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya penyederhanaan perizinan bagi para pelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, kemudahan administrasi merupakan syarat agar sektor swasta dapat bergerak lebih cepat dan menghasilkan lompatan ekonomi.

Dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia yang digelar di Park Hyatt Jakarta, Selasa (2/11/2025), Amran menyebut bahwa para pengusaha, khususnya tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sebagai motor penggerak ekonomi Indonesia di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.

Ia juga menyampaikan, apabila seluruh anggota Kadin di Indonesia yang jumlahnya mencapai 9.850 orang bisa bergerak aktif dan masing-masing mampu menciptakan 100 lapangan kerja, maka akan tercipta hingga 36 juta tenaga kerja baru. Lebih lanjut Amran berpendapat jika ini tercapai maka masalah pengangguran dan juga kemiskinan di Tanah Air bisa segera diselesaikan.

Baca Juga: HIPKI dan APKI Tanda Tangani MoU Dukung Hilirisasi Kelapa Indonesia

"Jadi, yang harus bergerak aktif adalah, yang kita harus jaga adalah Kadin-Kadin kita, pengusaha kita. Kenapa Kadin ini sangat penting? Dan kita harus layani mereka. Kalau butuh administrasi, macam-macam, kenapa? Kami lihat di Dubai, kami lihat di Vietnam, itu 1 jam, 2 jam administrasi selesai. Mungkin bila perlu, negara yang menyelesaikan administrasinya, mereka tinggal menyiapkan dana, kemudian berbisnis," lanjutnya.



Mentan Amran juga menekankan besarnya peluang hilirisasi sektor pertanian jika perizinan dipermudah. Ia mencontohkan komoditas kelapa yang saat ini diekspor dalam bentuk mentah senilai Rp24 triliun. Jika diolah menjadi produk turunan seperti coconut milk atau PCO, nilainya bisa melonjak hingga 107 kali lipat.

“Kalau 100 kali lipat saja dari Rp24 triliun, itu jadi Rp2.400 triliun,” jelasnya.

Baca Juga: Mentan Sesumbar Bisa Kuatkan Rupiah Jadi Rp1.000 per USD dengan Hilirisasi Pertanian

Potensi besar juga datang dari air kelapa yang jika dikemas baik mampu mencapai nilai Rp2.400 triliun. Jika digabungkan dengan nilai hilirisasi kelapa, totalnya mencapai Rp5.000 triliun atau setara satu setengah APBN.

Selain itu komoditas gambir yang 80 persen suplai dunia berasal dari Indonesia dinilai memiliki potensi hilirisasi besar untuk produk seperti sampo, sabun, tinta, hingga kosmetik. Nilainya diprediksi bisa mencapai Rp5.000 triliun.

“Baru dua komoditas saja, kelapa dan gambir, nilai hilirisasinya sudah Rp10.000 triliun. Itu tiga tahun APBN,” katanya.

Menutup paparannya, Amran kembali menegaskan, bahwa kemudahan perizinan menjadi kunci tercapainya potensi tersebut. Ia meminta seluruh pihak, terutama pemerintah, memberikan pelayanan terbaik bagi para investor dan pengusaha.

"36 juta lapangan kerja tercipta, dan itu pasti bisa. Tapi syaratnya apa? Permudah mereka, legalitas. Kita harus layani mereka. Teman-teman yang mau investasi, jangan dipersulit, pasti ini jadi," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Indonesia Terlalu Banyak...
Indonesia Terlalu Banyak Regulasi, Bikin Biaya Ekonomi Mahal dan Hambat Investasi Masuk
KKP Tegaskan Tambang...
KKP Tegaskan Tambang di Pulau Kecil Dibolehkan Asal Penuhi Syarat Ketat
Indonesia Ekspor Pupuk...
Indonesia Ekspor Pupuk Urea ke Australia, Total Nilainya Tembus Rp7 Triliun
El Nino Mengintai, Mentan...
El Nino Mengintai, Mentan Amran Instruksikan Perkuat Infrastruktur Pengairan Nasional
Prabowo Bentuk Satgas...
Prabowo Bentuk Satgas Khusus Sederhanakan Regulasi dan Perizinan
Iklim Investasi Kota...
Iklim Investasi Kota Bontang Kian Bergairah, UMK Dominasi Penerbitan NIB di Awal 2026
Pemkot Jakut Segel 2...
Pemkot Jakut Segel 2 Lapangan Padel karena Tak Kantongi Dokumen PBG
Rekomendasi
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved