Pertamina Kukuhkan 25 Inovator PFsains Perkuat Hilirisasi Riset Energi dan Pangan
Rabu, 03 Desember 2025 - 21:17 WIB
loading...
PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya memperkuat hilirisasi riset di bidang pangan dan energi melalui kompetisi PFsains 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya memperkuat hilirisasi riset di bidang pangan dan energi melalui kompetisi PFsains 2025. Tahun ini, Pertamina melalui Pertamina Foundation menetapkan 25 pemenang yang akan mendapatkan dukungan pendanaan riset senilai total Rp3 miliar, program pendampingan intensif, serta peluang kolaborasi dengan Pertamina Grup.
VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero) Rudi Ariffianto mengatakan peningkatan jumlah pemenang menunjukkan semakin kuatnya minat dan kapasitas riset nasional untuk menjawab tantangan energi dan pangan. Ia berharap berbagai inovasi yang lahir dari kompetisi ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
"Kompetisi PFsains hadir sebagai bagian dari proses hilirisasi atas hasil riset para akademisi di Indonesia yang sesungguhnya memiliki potensi besar untuk diimplementasikan di masyarakat. Dengan fokus pada riset di bidang pangan dan energi, kami berharap inovasi mereka dapat langsung dimanfaatkan dan menjawab kebutuhan masyarakat yang sejalan dengan arah pembangunan dalam Astacita Pemerintah," ujar Rudi dalam pernyataannya, Rabu (3/12/2025).
Baca Juga: Pertamina Kerahkan Helikopter Antar Logistik ke Aceh Tamiang
Salah satu pemenang, tim Bintang Laut, mengembangkan sistem energi hybrid berbasis panel surya dan turbin angin vertikal yang ditempatkan pada ponton apung. Sistem ini terintegrasi dengan Sea Monitoring System untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah pesisir melalui pemantauan kualitas air laut secara real time.
Melalui dukungan PFsains, prototipe tim tersebut akan diuji coba di Desa Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur. Ketua tim Bintang Laut, Dendy Satrio, menjelaskan sistem hybrid itu mampu menghasilkan listrik 2–3 kWh per hari yang dapat digunakan untuk lampu bagan dan perangkat sensor pemantau aktivitas budidaya nelayan.
Inovasi lain datang dari tim Prolowchol yang menghadirkan probiotik EcoGreenWaste berbasis circular zerowaste farming system. Solusi ini mampu mengurangi pencemaran amonia di kandang ayam, mengolah limbah pertanian, serta menurunkan kadar kolesterol telur hingga 60–78 persen. Tim ini juga mengembangkan Photovoltaic Egg Pasteurize Electric Field, alat pengawet telur bertenaga surya yang memperpanjang usia simpan telur dari 7 hari menjadi 42 hari.
Ketua Tim Prolowchol, Brahmadhita Pratama Mahardhika, menegaskan bahwa inovasi berbasis limbah pertanian dapat menjadi solusi lingkungan yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat. Sistem tersebut sekaligus memperkuat pendekatan sirkular dalam pengelolaan pangan.
Baca Juga: Pertamina Kerahkan Awak Mobil Tangki Lintas Pulau ke Wilayah Bencana Sumatera
Dari sektor air bersih, Eco Jawara Indonesia memperkenalkan Rain-to-Drink, sistem ultrafiltrasi air hujan menjadi air layak konsumsi. Mengandalkan panel surya sebagai sumber daya, alat ini memanfaatkan metode roofbased maupun landbased untuk menampung air sebelum diproses melalui berbagai tahap filtrasi hingga sterilisasi ultraviolet (UV). Ketua tim Eco Jawara Indonesia, Niko Abdian, memastikan hasil olahan air memenuhi baku mutu kesehatan sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.
Ketiga pemenang tersebut merupakan bagian dari 25 pemenang PFsains 2025, meningkat dari 16 pemenang pada tahun sebelumnya. Mereka lolos setelah melewati seleksi administrasi, pitching, in-depth interview, hingga final interview yang melibatkan sejumlah ekspertis Pertamina Grup, pakar eksternal, dan angel investor.
President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menyatakan Pertamina akan terus menjadi katalis lahirnya inovasi berkelanjutan di Tanah Air. Ia menegaskan inovasi para pemenang akan dihubungkan dengan berbagai program Pertamina Grup, termasuk Community Involvement & Development serta capaian PROPER.
VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero) Rudi Ariffianto mengatakan peningkatan jumlah pemenang menunjukkan semakin kuatnya minat dan kapasitas riset nasional untuk menjawab tantangan energi dan pangan. Ia berharap berbagai inovasi yang lahir dari kompetisi ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
"Kompetisi PFsains hadir sebagai bagian dari proses hilirisasi atas hasil riset para akademisi di Indonesia yang sesungguhnya memiliki potensi besar untuk diimplementasikan di masyarakat. Dengan fokus pada riset di bidang pangan dan energi, kami berharap inovasi mereka dapat langsung dimanfaatkan dan menjawab kebutuhan masyarakat yang sejalan dengan arah pembangunan dalam Astacita Pemerintah," ujar Rudi dalam pernyataannya, Rabu (3/12/2025).
Baca Juga: Pertamina Kerahkan Helikopter Antar Logistik ke Aceh Tamiang
Salah satu pemenang, tim Bintang Laut, mengembangkan sistem energi hybrid berbasis panel surya dan turbin angin vertikal yang ditempatkan pada ponton apung. Sistem ini terintegrasi dengan Sea Monitoring System untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah pesisir melalui pemantauan kualitas air laut secara real time.
Melalui dukungan PFsains, prototipe tim tersebut akan diuji coba di Desa Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur. Ketua tim Bintang Laut, Dendy Satrio, menjelaskan sistem hybrid itu mampu menghasilkan listrik 2–3 kWh per hari yang dapat digunakan untuk lampu bagan dan perangkat sensor pemantau aktivitas budidaya nelayan.
Inovasi lain datang dari tim Prolowchol yang menghadirkan probiotik EcoGreenWaste berbasis circular zerowaste farming system. Solusi ini mampu mengurangi pencemaran amonia di kandang ayam, mengolah limbah pertanian, serta menurunkan kadar kolesterol telur hingga 60–78 persen. Tim ini juga mengembangkan Photovoltaic Egg Pasteurize Electric Field, alat pengawet telur bertenaga surya yang memperpanjang usia simpan telur dari 7 hari menjadi 42 hari.
Ketua Tim Prolowchol, Brahmadhita Pratama Mahardhika, menegaskan bahwa inovasi berbasis limbah pertanian dapat menjadi solusi lingkungan yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat. Sistem tersebut sekaligus memperkuat pendekatan sirkular dalam pengelolaan pangan.
Baca Juga: Pertamina Kerahkan Awak Mobil Tangki Lintas Pulau ke Wilayah Bencana Sumatera
Dari sektor air bersih, Eco Jawara Indonesia memperkenalkan Rain-to-Drink, sistem ultrafiltrasi air hujan menjadi air layak konsumsi. Mengandalkan panel surya sebagai sumber daya, alat ini memanfaatkan metode roofbased maupun landbased untuk menampung air sebelum diproses melalui berbagai tahap filtrasi hingga sterilisasi ultraviolet (UV). Ketua tim Eco Jawara Indonesia, Niko Abdian, memastikan hasil olahan air memenuhi baku mutu kesehatan sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.
Ketiga pemenang tersebut merupakan bagian dari 25 pemenang PFsains 2025, meningkat dari 16 pemenang pada tahun sebelumnya. Mereka lolos setelah melewati seleksi administrasi, pitching, in-depth interview, hingga final interview yang melibatkan sejumlah ekspertis Pertamina Grup, pakar eksternal, dan angel investor.
President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menyatakan Pertamina akan terus menjadi katalis lahirnya inovasi berkelanjutan di Tanah Air. Ia menegaskan inovasi para pemenang akan dihubungkan dengan berbagai program Pertamina Grup, termasuk Community Involvement & Development serta capaian PROPER.
(nng)
Lihat Juga :