Konsolidasi Jadi Momentum Perbaikan Fondasi Industri Asuransi

Kamis, 04 Desember 2025 - 12:26 WIB
loading...
Konsolidasi Jadi Momentum...
Industri asuransi nasional memasuki fase krusial konsolidasi seiring berlakunya ketentuan ekuitas minimum dalam POJK 23/2023. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Industri asuransi nasional memasuki fase krusial konsolidasi seiring berlakunya ketentuan ekuitas minimum dalam POJK 23/2023. Regulasi tersebut mewajibkan perusahaan asuransi konvensional memiliki modal disetor minimal Rp250 miliar dan asuransi syariah Rp100 miliar paling lambat 31 Desember 2026. Kewajiban ini mendorong berbagai perusahaan untuk menempuh langkah strategis berupa merger maupun akuisisi.

Hingga pertengahan 2025, sedikitnya enam perusahaan asuransi dan reasuransi telah masuk dalam pengawasan khusus Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Status tersebut menunjukkan tekanan keuangan yang berpotensi berujung pada forced selling, sehingga perusahaan-perusahaan itu perlu menemukan mitra untuk merger, akuisisi, atau melakukan transfer portofolio.

Baca Juga: Umrah Mandiri Jadi Tren, Asuransi Syariah Diminta Beradaptasi

Otoritas menyediakan sejumlah opsi penyelamatan. Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menegaskan bahwa pemenuhan ekuitas minimum tidak harus ditempuh melalui tambahan modal semata. "Jadi ada skenario pencapaian itu bisa dimerger saja, tidak harga mati. Jika pemegang saham tidak kuat maka ajak mitra lain. Jadi caranya banyak," ujarnya dalam pernyataanya, Kamis (4/12/2025).

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
Gandeng Induk Usaha,...
Gandeng Induk Usaha, BRI Life Perluas Aksesibilitas Produk Asuransi Kesehatan yang Inklusif
Momentum Idul Adha 1447...
Momentum Idul Adha 1447 H, Askrindo Salurkan Hewan Kurban di Berbagai Kota di Indonesia
Manulife Indonesia Cetak...
Manulife Indonesia Cetak Laba Rp1,28 Triliun Sepanjang 2025, Unit Syariah Rp17,37 M
Kecerdasan Buatan Merambah...
Kecerdasan Buatan Merambah Industri Asuransi, Hanwha Life Perkenalkan AI Financial Advisor
Rangkul PNM, BRI Insurance...
Rangkul PNM, BRI Insurance Gencarkan Literasi dan Inklusi Keuangan Asuransi di Makassar
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
Friderica Widyasari...
Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk Jadi PJ Ketua OJK
Dukung Asta Cita, Nasional...
Dukung Asta Cita, Nasional Re Tingkatkan Literasi Mahasiswa Soal Manajemen Risiko
Rekomendasi
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Di Hari Asyura, Nabi Idris AS Diangkat ke Langit
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Berita Terkini
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved