Pelaku Usaha Lokal Kian Mudah Ekspansi Berkat Ekosistem Digital
Kamis, 04 Desember 2025 - 19:34 WIB
loading...
A
A
A
Perkembangan di tingkat nasional menunjukkan peningkatan minat belanja daring yang konsisten. Data Badan Pusat Statistik mencatat transaksi e-commerce tumbuh 6,19% pada triwulan III-2025 secara kuartalan. Pada periode yang sama, ekspor barang dan jasa meningkat 9,91% (yoy), menandakan terbukanya peluang yang lebih besar bagi produk lokal untuk menjangkau pasar luar negeri melalui kanal digital.
Secara regional, potensi ekonomi digital di enam negara besar Asia Tenggara diproyeksikan mencapai USD600 miliar pada 2030. Peluang tersebut menjadi ruang tumbuh yang signifikan bagi UMKM Indonesia untuk memasarkan produk kepada konsumen digital di kawasan yang populasinya terus bertambah.
Sejumlah kampanye belanja akhir tahun yang digelar platform digital juga dinilai membantu meningkatkan visibilitas pelaku usaha lokal. Head of Public Policy & Government Relations Tokopedia–TikTok Shop, Hilmi Adrianto, menyebut program 11.11 dan 12.12 tidak hanya menawarkan diskon bagi konsumen, tetapi juga membuka kesempatan bagi brand lokal memperluas pasar. "Melalui momentum ini, kami ingin mendorong pelaku usaha naik kelas dan memperkuat kepercayaan terhadap produk buatan Indonesia," ujarnya.
Data internal perusahaan menunjukkan adanya lonjakan transaksi selama periode 11.11. Tokopedia mencatat kenaikan transaksi 176% dan TikTok Shop 96% dibandingkan hari biasa, dengan pertumbuhan pesanan yang tersebar ke berbagai daerah seperti Aceh, Maluku, NTT, hingga Papua. Kategori makanan-minuman, otomotif-elektronik, kecantikan, dan fesyen menjadi penyumbang pertumbuhan permintaan terbesar.
Ke depan, penguatan ekosistem perdagangan digital dinilai penting agar pelaku usaha tidak hanya mengandalkan kampanye musiman, tetapi mampu memanfaatkan data konsumen, logistik, dan kolaborasi kreator sebagai fondasi ekspansi jangka panjang. Dengan dukungan infrastruktur regional, peluang produk lokal untuk masuk ke pasar global dipandang semakin terbuka.
Secara regional, potensi ekonomi digital di enam negara besar Asia Tenggara diproyeksikan mencapai USD600 miliar pada 2030. Peluang tersebut menjadi ruang tumbuh yang signifikan bagi UMKM Indonesia untuk memasarkan produk kepada konsumen digital di kawasan yang populasinya terus bertambah.
Sejumlah kampanye belanja akhir tahun yang digelar platform digital juga dinilai membantu meningkatkan visibilitas pelaku usaha lokal. Head of Public Policy & Government Relations Tokopedia–TikTok Shop, Hilmi Adrianto, menyebut program 11.11 dan 12.12 tidak hanya menawarkan diskon bagi konsumen, tetapi juga membuka kesempatan bagi brand lokal memperluas pasar. "Melalui momentum ini, kami ingin mendorong pelaku usaha naik kelas dan memperkuat kepercayaan terhadap produk buatan Indonesia," ujarnya.
Data internal perusahaan menunjukkan adanya lonjakan transaksi selama periode 11.11. Tokopedia mencatat kenaikan transaksi 176% dan TikTok Shop 96% dibandingkan hari biasa, dengan pertumbuhan pesanan yang tersebar ke berbagai daerah seperti Aceh, Maluku, NTT, hingga Papua. Kategori makanan-minuman, otomotif-elektronik, kecantikan, dan fesyen menjadi penyumbang pertumbuhan permintaan terbesar.
Ke depan, penguatan ekosistem perdagangan digital dinilai penting agar pelaku usaha tidak hanya mengandalkan kampanye musiman, tetapi mampu memanfaatkan data konsumen, logistik, dan kolaborasi kreator sebagai fondasi ekspansi jangka panjang. Dengan dukungan infrastruktur regional, peluang produk lokal untuk masuk ke pasar global dipandang semakin terbuka.
(nng)
Lihat Juga :