Pertamina Lemot Nih! Dua Tahun Digitalisasi SPBU Nggak Rampung-Rampung

Selasa, 15 September 2020 - 16:25 WIB
loading...
Pertamina Lemot Nih!...
BPH Migas menekankan masih lambannya Pertamina melaksanakan program digitalisasi SPBU. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Program digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tak kunjung selesai. Padahal program tersebut telah diperintahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak dua tahun lalu untuk segera diimplementasikan melalui Surat Menteri ESDM No. 2548/10/MEM.S/2018.

Berdasarkan laporan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) seharusnya digitalisasi SPBU dijadwalkan rampung pada 2018 sebanyak 5.518 SPBU. Namun demikian, hingga 12 September 2020 jumlah SPBU yang baru terpasang Automatic Tank Gauge (ATG) sebanyak 5.058 SPBU atau 91,66% dari jumlah SPBU yang ditargetkan.

Sedangkan SPBU yang sudah bisa mencatatkan nomor polisi melalui Electronic Data Capture (EDC) baru sebanyak 3.183 SPBU (57,68%). Sementara jumlah SPBU yang sudah selesai terintegrasi dengan pusat data, sehingga dapat ditampilkan melalui dashboard transaksi digitalitasi juga baru 3.575 SPBU.

Baca Juga: Terungkap! Anggur Kemasan yang Beredar di RI Banyak Diimpor dari China

Bahkan tak tanggung-tanggung selama dua tahun ini Pertamina telah mengajukan empat kali revisi target karena belum mampu melaksanakan digitalisasi SPBU secara keseluruhan. Adapun revisi pertama diajukan 31 Desember 2018 karena sejak program dimulai pada Agustus 2018 Pertamina tidak mampu menyelesaikan target sampai akhir tahun. Pertamina kemudian meminta revisi target kedua dengan meminta tambahan waktu sampai 28 Juni 2019. Namun lagi-lagi Pertamina tidak mampu menyelesaikan target yang telah dibuatnya sendiri.

Lalu, Pertamina mengajukan revisi target lagi yang ketiga kepada BPH Migas tertanggal 30 Juni 2020 tapi sama saja, target tersebut juga tak mampu diselesaikan dengan baik. Pada akhirnya perseroan mengulur waktu lagi, soalnya target revisi keempat diajukan lagi per Agustus 2020.

Baca Juga: Jadi Pemasok Impor Terbesar, RI Nggak Bisa Lepas dari China

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa pun tak memungkiri jika progres digitalisasi SPBU yang dilakukan Pertamina masih lemot atau lambat sehingga tidak rampung-rampung. Pihaknya pun meminta Pertamina tidak kembali mengulur waktu lagi setelah mengajukan revisi target per Agustus 2020 sehingga digitalisasi SPBU bisa segera dituntaskan.

Hal itu sesuai dengan tujuan digitalisasi SPBU untuk meningkatkan akuntabilitas data penyaluran BBM kepada konsumen serta meningkatkan fungsi pengaturan dan pengawasan BPH Migas terhadap kegiatan pendistribusian BBM diseluruh SPBU.

"Sejak dimulai pada 31 Agustus 2018, program ini telah mengalami empat kali revisi target penyelesaian, dari target 31 Desember 2018 sampai dengan target revisi keempat pada Agustus 2020," ujar Ifan saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Selasa (15/9/2020).

Nah, apakah target tersebut mampu dicapai Pertamina atau malah mengajukan revisi lagi. Tentunya kita hanya bisa menunggu, Gaes! Baca Juga: Ayo Ngutang Dong! Transferan Duit dari Pusat ke BPD Rp11,5 Triliun Masih Nganggur
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Pertamina dan ERIA Perkuat...
Pertamina dan ERIA Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi
Sokoguru Policy Forum:...
Sokoguru Policy Forum: Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
Pertamina dan Badan...
Pertamina dan Badan Gizi Nasional Sinergikan Minyak Jelantah menjadi Energi Rendah Karbon untuk Bahan Bakar Pesawat
Dari Cilacap, Presiden...
Dari Cilacap, Presiden Prabowo Tegaskan SDA Indonesia Harus Dinikmati Sepenuhnya oleh Rakyat
Rayakan HUT ke-61, PGN...
Rayakan HUT ke-61, PGN Gelar Sunatan Massal di Seluruh Wilayah Operasional
Kasus Korupsi LNG, Hari...
Kasus Korupsi LNG, Hari Karyuliarto Sebut Vonis 4,5 Tahun Tidak Adil
2 Kapal Pertamina Masih...
2 Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Menlu Pastikan Stok BBM Aman
Rekomendasi
Mengapa Pemain Spanyol...
Mengapa Pemain Spanyol Tidak Menyanyikan Lagu Kebangsaan di Piala Dunia 2026?
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Berita Terkini
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Infografis
8 Peristiwa Besar di...
8 Peristiwa Besar di Indonesia Sepanjang Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved