Ayo Ngutang Dong! Transferan Duit dari Pusat ke BPD Rp11,5 Triliun Masih Nganggur

loading...
Ayo Ngutang Dong! Transferan Duit dari Pusat ke BPD Rp11,5 Triliun Masih Nganggur
Penempatan dana pemulihan ekonomi di Bank BPD belum terserap optimal. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah mencatat realiasi penyerapan dana stimulus pinjaman ringan di Bank Pembangunan Daerah (BPD) masih minim baru tersalur sebesar Rp1,8 triliun. Padahal pemerintah telah mengganggarkan dana sebesar Rp11,5 triliun guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Berdasarkan laporan pemerintah, anggaran telah ditempatkan di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) senilai Rp2,5 triliun, PT Bank DKI Jakarta Rp2 triliun, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Rp2 triliun, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) Rp2 triliun, dan PT Bank SulutGo Rp2 triliun.

"Di BPD sudah ditempatkan Rp11,5 triliun dan baru disalurkan 1,8 triliun dan ini masih terus karena bank yang disalurkan adalah bank-bank kecil," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato melalui video virtual, Selasa (15/9/2020).

Baca Juga: Duit Rp11,5 Triliun dari Pusat ke Bank Daerah Cair, Menko Airlangga: Silahkan Ngutang!



Tidak hanya itu, pemerintah juga pemerintah juga menempatkan dana pemulihan ekonomi di Bank BUMN di antaranya Bank BRI, Mandiri, BTN dan BNI sebesar Rp30 triliun. Adapun penyerapan di Bank Himbara tersebut masih minim yakni baru Rp79,7 triliun.

Dia melanjutkan pemerintah juga menyalurkan penjaminan korporasi padat karya sebesar Rp5 triliun yang bisa cover sektor. Lalu, penyaluran banpres produktif diberikan ke 5,5 juta dengan total penyaluran Rp13,4 triliun."Jadi program ini dilanjutkan di 7 sektor dgn skala kesehatan bansos padat karya terus dilakukan sampai 2021 dan kegiatan lain juga dijalankan," jelasnya. Baca Juga: Awas, Dana Titipan Pemerintah ke Bank Daerah Bisa Mubazir
(nng)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top