Industri Jamu Masih Mampu Tumbuh Meski Diadang Pandemi
Selasa, 15 September 2020 - 16:50 WIB
loading...
A
A
A
"Selain itu, hampir 90% bahan baku berasal dari dalam negeri," jelasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor produk biofarmaka para periode Januari-Juli 2020 sebesar USD5,69 juta, turun 12,60% dibandingkan nilai ekspor pada periode yang sama tahun 2019.
Pada tahun 2019, Indonesia menempati urutan ke-18 negara pengekspor biofarmaka ke dunia dengan share 0,62%. Pemasok utama biofarmaka dunia masih dipegang oleh India dengan share 34,8%, China (28,10%, dan Belanda (7,16%).
Menurut Mendag, di tengah pandemi Covid-19 masih ada peluang ekspansi jamu Indonesia ke dunia dengan melakukan promosi. Selain itu, untuk meningkatkan daya saing, industri jamu harus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. "Produsen juga dituntut tanggap agar tidak ditinggalkan konsumen," imbuhnya.
(Baca Juga: Tentara Ikutan Bikin Obat Covid: Bisnis Farmasi Sama Ganasnya dengan Bisnis Persenjataan)
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor produk biofarmaka para periode Januari-Juli 2020 sebesar USD5,69 juta, turun 12,60% dibandingkan nilai ekspor pada periode yang sama tahun 2019.
Pada tahun 2019, Indonesia menempati urutan ke-18 negara pengekspor biofarmaka ke dunia dengan share 0,62%. Pemasok utama biofarmaka dunia masih dipegang oleh India dengan share 34,8%, China (28,10%, dan Belanda (7,16%).
Menurut Mendag, di tengah pandemi Covid-19 masih ada peluang ekspansi jamu Indonesia ke dunia dengan melakukan promosi. Selain itu, untuk meningkatkan daya saing, industri jamu harus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. "Produsen juga dituntut tanggap agar tidak ditinggalkan konsumen," imbuhnya.
(Baca Juga: Tentara Ikutan Bikin Obat Covid: Bisnis Farmasi Sama Ganasnya dengan Bisnis Persenjataan)
Lihat Juga :