Implementasi GCG Kunci Menjaga Keberlanjutan Usaha
Senin, 08 Desember 2025 - 20:22 WIB
loading...
Pupuk Kaltim meraih predikat The Most Trusted Company pada ajang CGPI 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga tata kelola perusahaan yang bersih dan akuntabel. Perusahaan tersebut berhasil meraih skor tertinggi di antara seluruh anak usaha Pupuk Indonesia Grup dalam ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2025 yang digelar The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG).
Keberhasilan ini mencerminkan konsistensi Pupuk Kaltim dalam menginternalisasi prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) sebagai bagian fundamental dari strategi keberlanjutan bisnis. Hal ini dilakukan melalui evaluasi dan asesmen berkelanjutan untuk memastikan peningkatan strategi dan kebijakan tata kelola secara optimal.
Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Teguh Ismartono, mengungkapkan tahun ini perusahaan berhasil meraih skor 89,37 setelah dinilai menyeluruh terhadap tiga aspek utama: Struktur Tata Kelola Perusahaan, Proses Tata Kelola, dan Hasil Tata Kelola.
"Pupuk Kaltim terus mengukur implementasi tata kelola perusahaan sesuai prinsip GCG, dengan evaluasi dan asesmen berdasarkan CGPI. Hal ini sebagai langkah perbaikan guna peningkatan strategi dan kebijakan tata kelola dengan lebih secara optimal," ungkap Teguh dalam pernyataannya, Senin (8/12/2025).
Baca Juga: Kementan dan Pupuk Kaltim Jamin Ketersediaan Pupuk Bersubsidi
Teguh menjelaskan, skor tahun ini menunjukkan peningkatan berkelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya, yang membuktikan bahwa implementasi GCG tidak hanya menjadi formalitas, tetapi telah terinternalisasi dalam seluruh proses bisnis dan operasional perusahaan. Pencapaian ini, menurutnya, mencerminkan konsistensi dalam menjaga tata kelola perusahaan yang sehat dan akuntabel.
"Implementasi GCG merupakan kunci dalam menjaga keberlanjutan dan ketahanan perusahaan, terutama menghadapi tantangan industri yang semakin dinamis. Hal ini yang terus diperkuat Pupuk Kaltim sebagai upaya meningkatkan daya saing," lanjut Teguh.
Ia menekankan, optimalisasi tata kelola perusahaan yang berlandaskan prinsip GCG menjadi pondasi kuat bagi Pupuk Kaltim untuk terus memperkuat struktur, proses, dan tata kelola guna membentuk karakter perusahaan yang tangguh dan adaptif, sejalan dengan tema CGPI 2025, yakni "Membangun Kapabilitas Dinamis Perusahaan dalam Kerangka GCG".
Baca Juga: Pupuk Kaltim Kembangkan Sistem Digital Perkuat Budaya Keselamatan
Pupuk Kaltim berkomitmen untuk tidak hanya memperkuat posisi sebagai pemimpin di industri pupuk nasional, tetapi juga mendorong dunia usaha untuk terus meningkatkan penerapan GCG sebagai bagian dari strategi keberlanjutan bisnis.
Komitmen kuat Pupuk Kaltim dalam menerapkan prinsip GCG ini mengantarkannya meraih predikat The Most Trusted Company pada ajang CGPI 2025 sekaligus menjadi penghargaan kedelapan kalinya yang diterima perusahaan.
Keberhasilan ini mencerminkan konsistensi Pupuk Kaltim dalam menginternalisasi prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) sebagai bagian fundamental dari strategi keberlanjutan bisnis. Hal ini dilakukan melalui evaluasi dan asesmen berkelanjutan untuk memastikan peningkatan strategi dan kebijakan tata kelola secara optimal.
Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Teguh Ismartono, mengungkapkan tahun ini perusahaan berhasil meraih skor 89,37 setelah dinilai menyeluruh terhadap tiga aspek utama: Struktur Tata Kelola Perusahaan, Proses Tata Kelola, dan Hasil Tata Kelola.
"Pupuk Kaltim terus mengukur implementasi tata kelola perusahaan sesuai prinsip GCG, dengan evaluasi dan asesmen berdasarkan CGPI. Hal ini sebagai langkah perbaikan guna peningkatan strategi dan kebijakan tata kelola dengan lebih secara optimal," ungkap Teguh dalam pernyataannya, Senin (8/12/2025).
Baca Juga: Kementan dan Pupuk Kaltim Jamin Ketersediaan Pupuk Bersubsidi
Teguh menjelaskan, skor tahun ini menunjukkan peningkatan berkelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya, yang membuktikan bahwa implementasi GCG tidak hanya menjadi formalitas, tetapi telah terinternalisasi dalam seluruh proses bisnis dan operasional perusahaan. Pencapaian ini, menurutnya, mencerminkan konsistensi dalam menjaga tata kelola perusahaan yang sehat dan akuntabel.
"Implementasi GCG merupakan kunci dalam menjaga keberlanjutan dan ketahanan perusahaan, terutama menghadapi tantangan industri yang semakin dinamis. Hal ini yang terus diperkuat Pupuk Kaltim sebagai upaya meningkatkan daya saing," lanjut Teguh.
Ia menekankan, optimalisasi tata kelola perusahaan yang berlandaskan prinsip GCG menjadi pondasi kuat bagi Pupuk Kaltim untuk terus memperkuat struktur, proses, dan tata kelola guna membentuk karakter perusahaan yang tangguh dan adaptif, sejalan dengan tema CGPI 2025, yakni "Membangun Kapabilitas Dinamis Perusahaan dalam Kerangka GCG".
Baca Juga: Pupuk Kaltim Kembangkan Sistem Digital Perkuat Budaya Keselamatan
Pupuk Kaltim berkomitmen untuk tidak hanya memperkuat posisi sebagai pemimpin di industri pupuk nasional, tetapi juga mendorong dunia usaha untuk terus meningkatkan penerapan GCG sebagai bagian dari strategi keberlanjutan bisnis.
Komitmen kuat Pupuk Kaltim dalam menerapkan prinsip GCG ini mengantarkannya meraih predikat The Most Trusted Company pada ajang CGPI 2025 sekaligus menjadi penghargaan kedelapan kalinya yang diterima perusahaan.
(nng)
Lihat Juga :