Perkuat Ekspansi Gerai, DEPO Catat Penjualan Rp2,11 Triliun di Kuartal III-2025
Selasa, 09 Desember 2025 - 16:32 WIB
loading...
PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) Public Expose Tahunan secara daring, Selasa (9/12/2025). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO), perusahaan ritel modern bahan bangunan dan perlengkapan rumah, berhasil membukukan pertumbuhan penjualan yang solid hingga Kuartal III-2025. Kinerja positif ini ditopang strategi penguatan ekspansi gerai fisik dan optimalisasi kanal penjualan digital (omnichannel).
Hingga September 2025, DEPO mencatatkan penjualan sebesar Rp2,11 triliun. Angka ini meningkat 4,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan kenaikan utama berasal dari lonjakan jumlah transaksi. Tercatat, jumlah transaksi meningkat 7,5% menjadi 1,63 juta transaksi.
"Pertumbuhan transaksi menunjukkan permintaan ritel bahan bangunan tetap stabil di tengah kondisi ekonomi yang lebih menantang, dan kami melihat potensi signifikan dari ekspansi gerai serta penguatan kanal digital," ujar Presiden Direktur DEPO, Kambiyanto Kettin, dalam Public Expose Tahunan secara daring, Selasa (9/12/2025).
Baca Juga: DEPO Catat Laba Bersih Rp95,24 Miliar, Tebar Dividen Rp28,52 Miliar
Guna memperluas jangkauan pasar, perseroan kini mengoperasikan 17 gerai setelah berhasil merealisasikan pembukaan gerai baru di Pekanbaru pada 29 November 2025 seluas 2.200 meter persegi. Rencana ekspansi DEPO menargetkan pembukaan 1 gerai pada tahun 2025 (telah terealisasi) dan 3 gerai baru pada tahun 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden Direktur DEPO, Henryanto Komala, menambahkan bahwa ekspansi gerai tetap menjadi motor utama pertumbuhan. “Pasar daerah masih memiliki potensi besar, dan DEPO akan hadir lebih dekat dengan konsumen melalui jaringan gerai yang lebih luas dan efisien,” katanya.
Selain ekspansi fisik, kanal digital menjadi sumber pertumbuhan signifikan. Penjualan online DEPO melonjak tajam 37,7% secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga mencapai Rp289,74 miliar. Kontribusi penjualan online ini kini menyumbang 13,7% dari total penjualan perseroan.
Direktur DEPO, Amanda Grace Kettin, menjelaskan bahwa fokus perusahaan adalah membangun pengalaman omnichannel yang konsisten. "Konsumen ritel bahan bangunan kini semakin digital. Fokus kami adalah membangun pengalaman omnichannel yang konsisten, mulai dari gerai fisik, e-commerce, hingga layanan chat commerce," jelasnya.
Baca Juga: Caturkarda Depo Raih Penjualan Rp2,02 Triliun di Kuartal III-2024
Dari sisi profitabilitas, DEPO membukukan laba kotor sebesar Rp417,03 miliar, tumbuh 7,2% dengan marjin kotor yang naik menjadi 19,8%. Namun, laba bersih tercatat lebih rendah 11,2% menjadi Rp50,42 miliar akibat kondisi pasar yang lebih ketat. Peningkatan marjin ditempuh melalui penguatan house brand, diversifikasi pengadaan barang, serta kenaikan pendapatan lain-lain.
"Strategi peningkatan kategori house brand terbukti memperkuat marjin kotor. Ke depan, kami akan memperluas variasi produk dan memperkuat kerja sama dengan mitra pemasok," imbuhnya.
Untuk memperkuat fondasi operasional dan digitalisasi, DEPO berkomitmen pada fase penguatan fondasi operasional sepanjang 2025 dan 2026 melalui pembaruan sistem ERP dan POS, implementasi penuh SOP di seluruh gerai, serta optimalisasi pengelolaan persediaan. Hingga September 2025, total aset perseroan mencapai Rp2,291 triliun dengan ekuitas Rp1,331 triliun, didukung alokasi belanja modal 2025 sebesar Rp118 miliar.
Hingga September 2025, DEPO mencatatkan penjualan sebesar Rp2,11 triliun. Angka ini meningkat 4,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan kenaikan utama berasal dari lonjakan jumlah transaksi. Tercatat, jumlah transaksi meningkat 7,5% menjadi 1,63 juta transaksi.
"Pertumbuhan transaksi menunjukkan permintaan ritel bahan bangunan tetap stabil di tengah kondisi ekonomi yang lebih menantang, dan kami melihat potensi signifikan dari ekspansi gerai serta penguatan kanal digital," ujar Presiden Direktur DEPO, Kambiyanto Kettin, dalam Public Expose Tahunan secara daring, Selasa (9/12/2025).
Baca Juga: DEPO Catat Laba Bersih Rp95,24 Miliar, Tebar Dividen Rp28,52 Miliar
Guna memperluas jangkauan pasar, perseroan kini mengoperasikan 17 gerai setelah berhasil merealisasikan pembukaan gerai baru di Pekanbaru pada 29 November 2025 seluas 2.200 meter persegi. Rencana ekspansi DEPO menargetkan pembukaan 1 gerai pada tahun 2025 (telah terealisasi) dan 3 gerai baru pada tahun 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden Direktur DEPO, Henryanto Komala, menambahkan bahwa ekspansi gerai tetap menjadi motor utama pertumbuhan. “Pasar daerah masih memiliki potensi besar, dan DEPO akan hadir lebih dekat dengan konsumen melalui jaringan gerai yang lebih luas dan efisien,” katanya.
Selain ekspansi fisik, kanal digital menjadi sumber pertumbuhan signifikan. Penjualan online DEPO melonjak tajam 37,7% secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga mencapai Rp289,74 miliar. Kontribusi penjualan online ini kini menyumbang 13,7% dari total penjualan perseroan.
Direktur DEPO, Amanda Grace Kettin, menjelaskan bahwa fokus perusahaan adalah membangun pengalaman omnichannel yang konsisten. "Konsumen ritel bahan bangunan kini semakin digital. Fokus kami adalah membangun pengalaman omnichannel yang konsisten, mulai dari gerai fisik, e-commerce, hingga layanan chat commerce," jelasnya.
Baca Juga: Caturkarda Depo Raih Penjualan Rp2,02 Triliun di Kuartal III-2024
Dari sisi profitabilitas, DEPO membukukan laba kotor sebesar Rp417,03 miliar, tumbuh 7,2% dengan marjin kotor yang naik menjadi 19,8%. Namun, laba bersih tercatat lebih rendah 11,2% menjadi Rp50,42 miliar akibat kondisi pasar yang lebih ketat. Peningkatan marjin ditempuh melalui penguatan house brand, diversifikasi pengadaan barang, serta kenaikan pendapatan lain-lain.
"Strategi peningkatan kategori house brand terbukti memperkuat marjin kotor. Ke depan, kami akan memperluas variasi produk dan memperkuat kerja sama dengan mitra pemasok," imbuhnya.
Untuk memperkuat fondasi operasional dan digitalisasi, DEPO berkomitmen pada fase penguatan fondasi operasional sepanjang 2025 dan 2026 melalui pembaruan sistem ERP dan POS, implementasi penuh SOP di seluruh gerai, serta optimalisasi pengelolaan persediaan. Hingga September 2025, total aset perseroan mencapai Rp2,291 triliun dengan ekuitas Rp1,331 triliun, didukung alokasi belanja modal 2025 sebesar Rp118 miliar.
(nng)
Lihat Juga :