Ekspor China Bangkit, Surplus Perdagangan Melesat Tembus Rp16.693 Triliun
Selasa, 09 Desember 2025 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
"Diversifikasi perdagangan akan tetap menjadi strategi jangka panjang bagi China untuk menghadapi perang dagang dan mengelola tekanan eksternal," kata Chi Lo, Ahli Strategi Pasar Global di BNP Paribas Asset Management.
Baca Juga: Bersitegang, Jet Tempur Jepang dan China Saling Berhadapan di Atas Pasifik
Ia mengingatkan bahwa stabilitas perdagangan global kemungkinan tidak berlangsung lama karena hubungan China-AS masih buntu. Namun, prospek jangka panjang ekspor China tetap dinilai solid oleh sejumlah ekonom. Morgan Stanley memproyeksikan pangsa China dalam ekspor global akan meningkat menjadi 16,5 persen pada 2030, naik dari sekitar 15 persen saat ini. Prediksi ini didorong kekuatan China dalam manufaktur canggih dan sektor pertumbuhan tinggi seperti kendaraan listrik, robotika, serta teknologi baterai.
"Terlepas dari ketegangan perdagangan yang terus berlanjut, proteksionisme, dan negara-negara G20 yang semakin agresif dengan kebijakan industrinya, kami meyakini China akan meraih pangsa lebih besar di pasar ekspor barang global," kata Kepala Ekonom Asia Morgan Stanley, Chetan Ahya.
Baca Juga: Bersitegang, Jet Tempur Jepang dan China Saling Berhadapan di Atas Pasifik
Ia mengingatkan bahwa stabilitas perdagangan global kemungkinan tidak berlangsung lama karena hubungan China-AS masih buntu. Namun, prospek jangka panjang ekspor China tetap dinilai solid oleh sejumlah ekonom. Morgan Stanley memproyeksikan pangsa China dalam ekspor global akan meningkat menjadi 16,5 persen pada 2030, naik dari sekitar 15 persen saat ini. Prediksi ini didorong kekuatan China dalam manufaktur canggih dan sektor pertumbuhan tinggi seperti kendaraan listrik, robotika, serta teknologi baterai.
"Terlepas dari ketegangan perdagangan yang terus berlanjut, proteksionisme, dan negara-negara G20 yang semakin agresif dengan kebijakan industrinya, kami meyakini China akan meraih pangsa lebih besar di pasar ekspor barang global," kata Kepala Ekonom Asia Morgan Stanley, Chetan Ahya.
(nng)
Lihat Juga :