Dorong Integritas Pasar, Indonesia Perlu Laboratorium Karbon Digital

Kamis, 11 Desember 2025 - 22:26 WIB
loading...
Dorong Integritas Pasar,...
Carbon Digital Conference 2025 digelar pada 8-10 Desember di Bandung. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pemerintah, asosiasi, dan para pemangku kepentingan pasar karbon mendorong percepatan pengembangan pasar karbon di Indonesia melalui inovasi digital. Salah satu gagasan strategis yang mengemuka adalah pembentukan laboratorium karbon digital pertama di Indonesia.

Gagasan tersebut menguat usai penyelenggaraan Konferensi Karbon Digital (Carbon Digital Conference/CDC) 2025 pada 8-10 Desember di Bandung. Acara bertema ‘Menggagas Ulang Pasar Karbon Indonesia: Inovasi Digital untuk Integritas Global’ itu sukses menarik lebih dari 450 peserta dari 10 negara.

Ketua Umum Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) Riza Suarga menegaskan, laboratorium karbon digital diperlukan untuk meningkatkan kapasitas dalam proses mengukur, melaporkan, dan memverifikasi (MRV) emisi gas rumah kaca. “Ini akan membantu meningkatkan akurasi dan transparansi data emisi,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis (11/12/2025).

Baca Juga: Hashim Beberkan Potensi Kapasitas Penyimpanan Karbon di Indonesia

Menurut Riza, dengan data yang akurat dan transparan, Indonesia dapat lebih efektif dalam mengurangi emisi, mencapai target nasional, mengembangkan kebijakan iklim yang tepat, serta meningkatkan kerja sama internasional. Hal ini disampaikannya usai penandatanganan komitmen bersama antara IDCTA dengan Pemerintah Kota Bandung dalam konferensi tersebut.



Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut positif gagasan tersebut dan menyatakan kesiapan Kota Bandung untuk menjadi pilot project laboratorium karbon digital pertama di Indonesia. “Ini kesempatan emas bagi Bandung untuk membuka diri sebagai living lab bagi pelaku industri karbon digital,” tegas Farhan.

Baca Juga: CDC 2025 Perkuat Posisi Indonesia di Perdagangan Karbon

Farhan menjelaskan, Bandung memiliki urgensi untuk segera mengembangkan skema ekonomi karbon, salah satunya disebabkan tantangan dalam penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) akibat densitas penduduk yang tinggi. Ia juga menyebut potensi pemanfaatan Lahan Sawah Dilindungi seluas 600-700 hektare sebagai modal lingkungan.

Yulianna Sudjonno, Partner dan Sustainability Leader PwC Indonesia yang menjadi knowledge partner acara, menilai pemerintah telah menunjukkan kemajuan signifikan. "Kini saatnya seluruh ekosistem melanjutkan upaya untuk membangun kredit karbon berkualitas tinggi," ujarnya.

CDC 2025 dinilai menandai pergeseran penting dalam arah pembangunan, dari pendekatan konservatif lingkungan menuju model ekonomi hijau yang berbasis teknologi digital, insentif karbon, dan kolaborasi global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekspansi Green Economy...
Ekspansi Green Economy dan Bursa Karbon Dorong Kinerja MUTU Tumbuh Solid
Indonesia Buka Pasar...
Indonesia Buka Pasar Karbon Dorong Pertumbuhan Ekonomi Hijau dan Inklusif
Regulasi Perdagangan...
Regulasi Perdagangan Karbon Direvisi, Ini 3 Manfaat untuk Ekonomi RI
PLN IP Catatkan Penjualan...
PLN IP Catatkan Penjualan Sertifikat Pengurangan Emisi 39.265 Ton C02e di Bursa Karbon
Pertamina NRE-PGE Amendemen...
Pertamina NRE-PGE Amendemen Perjanjian Perdagangan Kredit Karbon
PHE ONWJ Sinergi Kembangkan...
PHE ONWJ Sinergi Kembangkan Penangkapan Karbon di Indonesia
Indonesia Perkuat Integritas...
Indonesia Perkuat Integritas dan Kolaborasi Global Pengembangan Pasar Karbon
Rekomendasi
Hari Ini, Timnas Indonesia...
Hari Ini, Timnas Indonesia vs Australia Berebut Tiket Final di Piala AFF U-19 2026
SPMB Kota Bandung 2026...
SPMB Kota Bandung 2026 Tahap 1 Dibuka, Simak Kuota, Syarat, dan Jadwal
Menghormati Putusan,...
Menghormati Putusan, Mengawal Keadilan: Membaca Kasus Andrie Yunus dari Perspektif Hukum, Politik, dan Militer
Berita Terkini
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Jaga Distribusi Energi,...
Jaga Distribusi Energi, Elnusa Petrofin Beri Apresiasi Awak Mobil Tangki
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Cicil Emas BSI Makin...
Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved